Ad Placeholder Image

Rotavirus Berapa Kali Vaksinnya? Jaga Si Kecil!

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   10 April 2026

Rotavirus Berapa Kali Dosis? Catat Jadwal Imunisasi

Rotavirus Berapa Kali Vaksinnya? Jaga Si Kecil!Rotavirus Berapa Kali Vaksinnya? Jaga Si Kecil!

Vaksin rotavirus adalah salah satu imunisasi penting bagi bayi untuk mencegah diare berat yang dapat membahayakan kesehatan mereka. Pertanyaan umum yang sering muncul di kalangan orang tua adalah “vaksin rotavirus berapa kali” harus diberikan. Secara umum, vaksin ini diberikan sebanyak 2 hingga 3 kali (dosis) melalui mulut atau oral pada bayi, namun jumlah pasti bergantung pada jenis vaksin rotavirus yang digunakan.

Apa Itu Vaksin Rotavirus dan Pentingnya Imunisasi Ini?

Rotavirus adalah virus penyebab utama diare berat pada bayi dan anak kecil di seluruh dunia. Infeksi rotavirus dapat menyebabkan diare cair hebat, muntah, demam, dan nyeri perut, yang berisiko tinggi menyebabkan dehidrasi parah serta memerlukan perawatan di rumah sakit. Dalam kasus yang serius, dehidrasi dapat mengancam jiwa.

Pentingnya imunisasi rotavirus terletak pada kemampuannya untuk melindungi bayi dari infeksi ini. Dengan menerima vaksin, sistem kekebalan tubuh bayi akan belajar mengenali dan melawan virus rotavirus, sehingga mengurangi risiko terjadinya diare berat atau bahkan mencegah infeksi sepenuhnya. Imunisasi ini merupakan langkah preventif yang efektif untuk menjaga kesehatan dan tumbuh kembang bayi secara optimal.

Vaksin Rotavirus Berapa Kali Diberikan? Ini Jumlah Dosisnya

Jumlah dosis vaksin rotavirus bervariasi antara 2 atau 3 kali, tergantung pada jenis vaksin yang dipilih. Ada dua jenis vaksin rotavirus utama yang tersedia, yaitu monovalen dan pentavalen, masing-masing dengan jadwal pemberian yang berbeda.

Vaksin Rotavirus Monovalen (Rotarix)

Vaksin rotavirus monovalen, seperti Rotarix, dirancang untuk melindungi dari satu jenis rotavirus yang paling umum. Pemberian vaksin jenis ini dilakukan sebanyak 2 kali dosis.

Berikut adalah rincian jadwal pemberiannya:

  • Dosis pertama diberikan pada usia bayi 6–12 minggu.
  • Dosis kedua diberikan minimal 4 minggu setelah dosis pertama.
  • Pemberian dosis kedua harus selesai maksimal pada usia 24 minggu (6 bulan).

Penting untuk memastikan kedua dosis diberikan sesuai jadwal untuk mencapai perlindungan yang maksimal.

Vaksin Rotavirus Pentavalen (Rotateq)

Vaksin rotavirus pentavalen, seperti Rotateq, menawarkan perlindungan terhadap lima jenis rotavirus yang berbeda. Vaksin jenis ini diberikan sebanyak 3 kali dosis.

Jadwal pemberian vaksin pentavalen adalah sebagai berikut:

  • Dosis pertama diberikan pada usia bayi 6–12 minggu.
  • Dosis kedua dan ketiga diberikan dengan jarak 4–10 minggu dari dosis sebelumnya.
  • Seluruh dosis (pertama, kedua, dan ketiga) harus selesai diberikan maksimal pada usia 32 minggu (8 bulan).

Kepatuhan terhadap jadwal ini sangat krusial untuk efektivitas vaksin.

Waktu Ideal dan Batasan Usia Pemberian Vaksin Rotavirus

Secara umum, imunisasi rotavirus direkomendasikan untuk dimulai pada bayi usia 2 bulan. Ini adalah waktu yang tepat untuk memulai seri vaksinasi agar bayi mendapatkan perlindungan sejak dini.

Penting untuk diingat adanya batasan usia maksimal untuk pemberian vaksin rotavirus. Untuk vaksin monovalen, seluruh dosis harus selesai sebelum bayi mencapai usia 6 bulan (24 minggu). Sementara itu, untuk vaksin pentavalen, seluruh dosis harus selesai sebelum bayi mencapai usia 8 bulan (32 minggu). Melebihi batasan usia ini dapat mengurangi efektivitas vaksin atau tidak direkomendasikan oleh profesional medis.

Cara Pemberian dan Manfaat Imunisasi Rotavirus

Vaksin rotavirus diberikan melalui mulut atau oral. Ini berarti bayi akan menelan cairan vaksin, bukan disuntik. Pemberian oral ini membuat proses vaksinasi lebih nyaman bagi bayi.

Manfaat utama dari imunisasi rotavirus adalah pencegahan diare berat yang disebabkan oleh rotavirus. Dengan vaksinasi, risiko bayi mengalami dehidrasi serius, memerlukan rawat inap, atau bahkan mengalami komplikasi fatal akibat diare dapat diminimalkan secara signifikan. Imunisasi ini juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat dengan mengurangi penyebaran rotavirus.

Efek Samping yang Mungkin Timbul Setelah Vaksinasi

Seperti vaksin pada umumnya, vaksin rotavirus juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Namun, efek samping yang umum terjadi biasanya ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Beberapa efek samping yang mungkin timbul antara lain:

  • Rewel atau mudah marah.
  • Diare ringan atau lebih sering buang air besar dari biasanya.
  • Muntah.
  • Demam ringan.

Kasus efek samping serius sangat jarang terjadi. Apabila bayi mengalami reaksi yang tidak biasa atau mengkhawatirkan setelah vaksinasi, segera konsultasikan dengan dokter.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Halodoc

Vaksin rotavirus adalah investasi penting untuk kesehatan jangka panjang bayi. Jumlah dosis vaksin rotavirus bervariasi antara 2 atau 3 kali, tergantung pada jenis vaksin (monovalen atau pentavalen) yang dipilih, dengan batasan usia pemberian yang spesifik. Mematuhi jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh dokter anak sangat krusial untuk memastikan perlindungan optimal terhadap diare berat.

Untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai jenis vaksin yang paling sesuai untuk bayi, jadwal pemberian yang tepat, serta persiapan sebelum dan sesudah imunisasi, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter anak. Melalui Halodoc, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter anak terpercaya kapan saja dan di mana saja. Dokter di Halodoc siap memberikan panduan medis yang akurat dan berbasis bukti untuk memastikan bayi mendapatkan perawatan terbaik sesuai kebutuhan kesehatannya.