Ad Placeholder Image

Rumus TBJ: Cara Mudah Taksir Berat Janin!

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Rumus taksiran berat janin (TBJ) digunakan untuk memperkirakan berat janin melalui pengukuran tinggi fundus uteri.

Rumus TBJ: Cara Mudah Taksir Berat Janin!Rumus TBJ: Cara Mudah Taksir Berat Janin!

DAFTAR ISI


Selama masa kehamilan, memantau pertumbuhan janin adalah prioritas utama bagi setiap calon orang tua dan tenaga medis. Salah satu metode yang paling klasik, sederhana, namun tetap efektif digunakan hingga saat ini adalah pengukuran Tinggi Fundus Uteri (TFU). Pengukuran ini dilakukan dengan mengukur jarak dari tulang kemaluan (simfisis pubis) hingga bagian tertinggi rahim (fundus). Hasil dari pengukuran ini kemudian diolah menggunakan rumus TFU untuk memberikan gambaran kasar mengenai usia kehamilan dan taksiran berat janin (TBJ).

Meskipun teknologi ultrasonografi (USG) sudah sangat maju dan memberikan akurasi yang lebih tinggi, penggunaan rumus TFU tetap menjadi standar pemeriksaan fisik dalam setiap kunjungan antenatal (ANC). Hal ini dikarenakan prosedurnya yang non-invasif, murah, dan dapat dilakukan di mana saja, bahkan di daerah dengan fasilitas medis terbatas. Bagi kamu yang sedang hamil, memahami cara kerja pengukuran ini dapat membantu kamu lebih tenang dalam memantau perkembangan buah hati di dalam kandungan.

Penting untuk diingat bahwa TFU bukan sekadar angka. Perubahan angka TFU dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya memberikan informasi vital tentang apakah janin tumbuh sesuai kurva pertumbuhan normal atau terdapat indikasi masalah seperti gangguan pertumbuhan janin terhambat (IUGR) atau justru makrosomia (janin terlalu besar). Untuk memastikan kondisi kesehatan janin lebih optimal, kamu bisa beli vitamin hamil online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Nah, mau tahu apa saja ulasan mendalam mengenai rumus TFU, cara menghitungnya, serta interpretasi hasilnya secara medis? Berikut ulasannya!

Apa Itu Rumus TFU dan Mengapa Penting?

Tinggi Fundus Uteri (TFU) adalah jarak yang diukur dengan pita ukur (meteran) dalam satuan sentimeter mulai dari tepi atas simfisis pubis hingga puncak rahim (fundus uteri). Secara fisiologis, rahim akan terus membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada trimester pertama, rahim masih berada di dalam rongga panggul, namun setelah minggu ke-12, fundus mulai teraba di atas tulang kemaluan.

Pentingnya mengukur TFU menggunakan rumus yang tepat antara lain:

  • Menentukan Usia Kehamilan: Terutama berguna jika ibu lupa hari pertama haid terakhir (HPHT).
  • Memantau Laju Pertumbuhan Janin: Memastikan janin tidak terlalu kecil atau terlalu besar untuk usia kehamilannya.
  • Deteksi Dini Komplikasi: Seperti polihidramnion (cairan ketuban berlebih) atau oligohidramnion (cairan ketuban sedikit).
  • Menentukan Taksiran Berat Janin (TBJ): Menggunakan rumus matematika tertentu untuk memprediksi berat badan bayi saat lahir.

Cara Mengukur Tinggi Fundus Uteri yang Benar

Pengukuran TFU sebaiknya dilakukan oleh bidan atau dokter spesialis kandungan untuk memastikan akurasi. Namun, secara umum, langkah-langkah prosedurnya adalah sebagai berikut:

  1. Pengosongan Kandung Kemih: Ibu diminta untuk buang air kecil terlebih dahulu karena kandung kemih yang penuh dapat mendorong rahim ke atas dan membuat hasil pengukuran menjadi lebih tinggi dari seharusnya (biasanya meleset 1-3 cm).
  2. Posisi Telentang: Ibu berbaring telentang dengan lutut sedikit ditekuk untuk merelaksasi otot perut.
  3. Palpasi Leopold: Pemeriksa akan meraba perut ibu untuk menentukan posisi fundus uteri secara akurat.
  4. Penggunaan Pita Ukur: Pita ukur diletakkan di titik nol pada tepi atas simfisis pubis dan ditarik mengikuti lengkungan perut hingga ke puncak fundus uteri.
Tips Akurasi Pengukuran TFU
  1. Lakukan pengukuran pada jam yang relatif sama dalam setiap kunjungan.
  2. Gunakan pita ukur yang tidak elastis agar tidak terjadi peregangan yang memengaruhi hasil.
  3. Pastikan ibu dalam kondisi rileks dan tidak sedang mengalami kontraksi (Braxton Hicks) saat diukur.

Jenis Rumus TFU untuk Taksiran Berat Janin

Setelah mendapatkan angka TFU dalam sentimeter, dokter atau bidan biasanya akan menghitung taksiran berat janin. Ada beberapa rumus yang populer digunakan di dunia medis, antara lain:

1. Rumus Johnson-Toshach

Rumus ini adalah yang paling sering diajarkan dalam pendidikan kebidanan di Indonesia. Rumusnya adalah:

Berat Janin (gram) = (TFU – n) x 155

Nilai “n” ditentukan berdasarkan posisi kepala janin terhadap panggul (station):

  • n = 13, jika kepala janin belum masuk pintu atas panggul (PAP).
  • n = 12, jika kepala janin sudah masuk pintu atas panggul (PAP).
  • n = 11, jika kepala janin sudah masuk jauh ke dalam panggul.

2. Rumus McDonald

Rumus ini lebih sering digunakan untuk menentukan usia kehamilan dalam satuan minggu atau bulan.

  • Usia kehamilan (dalam bulan) = TFU x 2 / 7
  • Usia kehamilan (dalam minggu) = TFU x 8 / 7

Standar Tinggi Fundus Uteri Sesuai Usia Kehamilan

Sebagai panduan umum setelah usia kehamilan 20 minggu, angka TFU dalam sentimeter biasanya berkorelasi erat dengan jumlah minggu usia kehamilan (dengan toleransi +/- 2 cm). Berikut adalah estimasi standar TFU secara klinis:

  • 12 Minggu: TFU teraba 1-2 jari di atas simfisis pubis.
  • 16 Minggu: TFU berada di pertengahan antara simfisis pubis dan pusat (umbilikus).
  • 20 Minggu: TFU setinggi pusat (umbilikus), sekitar 20 cm.
  • 24 Minggu: 2-3 jari di atas pusat, sekitar 24 cm.
  • 28 Minggu: Sepertiga jarak antara pusat dan prosesus xifoideus (tulang dada bawah), sekitar 28 cm.
  • 32 Minggu: Setengah jarak antara pusat dan prosesus xifoideus, sekitar 32 cm.
  • 36 Minggu: TFU setinggi prosesus xifoideus, sekitar 34-36 cm.
  • 40 Minggu: TFU justru mengalami sedikit penurunan (sekitar 2-3 jari di bawah prosesus xifoideus) karena kepala janin mulai masuk ke pintu atas panggul.

Faktor yang Memengaruhi Hasil Pengukuran TFU

Perlu disadari bahwa rumus TFU hanyalah sebuah estimasi. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hasil TFU tidak sesuai dengan usia kehamilan sebenarnya (diskrepansi):

1. Faktor Ibu

Ibu yang mengalami obesitas memiliki lapisan lemak perut yang tebal, sehingga palpasi fundus menjadi sulit dan seringkali hasil pengukuran menjadi lebih besar dari seharusnya. Sebaliknya, ibu yang memiliki otot perut sangat kencang (atletis) mungkin memiliki rahim yang terlihat lebih kecil.

2. Kehamilan Kembar

Jika kamu mengandung bayi kembar (multipel), maka rahim akan teregang jauh lebih besar dibandingkan kehamilan tunggal, sehingga TFU akan selalu lebih tinggi dari standar usia kehamilan.

3. Masalah Cairan Ketuban

Polihidramnion (air ketuban terlalu banyak) akan membuat rahim tegang dan besar, meningkatkan angka TFU. Sebaliknya, oligohidramnion (air ketuban sedikit) akan membuat rahim tampak mengempis dan angka TFU lebih rendah.

4. Posisi Janin

Janin dengan posisi melintang (transverse lie) seringkali menyebabkan TFU tampak lebih rendah karena janin melebar ke samping, bukan memanjang ke atas.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun kamu bisa mencoba meraba rahim sendiri di rumah, diagnosis medis hanya boleh dilakukan oleh tenaga profesional. Jika hasil pengukuran TFU kamu menunjukkan perbedaan lebih dari 3 cm (lebih kecil atau lebih besar) dari usia kehamilan seharusnya, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan USG untuk mengevaluasi volume air ketuban, kesehatan plasenta, dan biometri janin secara mendetail.

Jika kamu memiliki kekhawatiran mengenai ukuran perut yang tidak sesuai usia kehamilan, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan pemeriksaan awal dan rujukan yang tepat.

Studi Mengenai Akurasi Rumus TFU

The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pengukuran tinggi fundus uteri memiliki sensitivitas yang cukup baik (sekitar 60-70%) dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan janin terhambat pada populasi berisiko rendah. Studi tersebut menekankan bahwa meskipun USG lebih akurat, TFU tetap menjadi alat skrining lini pertama yang tak tergantikan dalam praktik klinis sehari-hari.

Penelitian lain dalam jurnal kesehatan reproduksi menunjukkan bahwa rumus Johnson-Toshach memiliki kecenderungan untuk sedikit melebih-lebihkan (overestimate) berat badan pada janin kecil, namun sangat berguna dalam memprediksi risiko makrosomia pada ibu dengan diabetes gestasional.

Pemantauan kehamilan yang rutin adalah kunci keselamatan ibu dan anak. Jangan pernah melewatkan jadwal kontrol meskipun kamu merasa kehamilan berjalan normal.

Kamu bisa mendapatkan suplemen kehamilan atau alat kesehatan pendukung di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc agar setiap keluhan bisa ditangani sejak dini.

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (BIA).
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Prenatal Care: 2nd Trimester Visits.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Fundal Height: Meaning, Measurement & Chart.
Cunningham, F. G., et al. Diakses pada 2026. Williams Obstetrics 26th Edition.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2026. Fetal Growth Restriction.

FAQ

1. Apakah rumus TFU bisa meleset?

Ya, rumus TFU adalah metode estimasi dengan tingkat kesalahan sekitar 10-15%. Faktor seperti ketebalan dinding perut ibu dan posisi janin sangat memengaruhi hasil.

2. Apakah TFU 28 cm selalu berarti hamil 28 minggu?

Secara teori, iya. Namun, rentang normal biasanya berada di antara 26 cm hingga 30 cm untuk usia kehamilan 28 minggu.

3. Mengapa TFU saya turun saat mendekati persalinan?

Hal ini normal dan disebut sebagai “lightening”. Ini terjadi karena kepala janin sudah turun masuk ke dalam rongga panggul sebagai persiapan jalan lahir.

4. Bisakah saya mengukur TFU sendiri di rumah?

Kamu bisa mencobanya, namun sangat sulit untuk menentukan titik puncak fundus yang tepat tanpa pelatihan medis. Sebaiknya serahkan pada dokter atau bidan saat kontrol rutin.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait kehamilan atau hasil pemeriksaan yang membingungkan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.