Ad Placeholder Image

Ruptur Uteri: Gejala, Penyebab, & Penanganan Darurat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Februari 2026

Ruptur Uteri: Penyebab, Gejala & Tindakan Darurat

Ruptur Uteri: Gejala, Penyebab, & Penanganan DaruratRuptur Uteri: Gejala, Penyebab, & Penanganan Darurat

Ruptur uteri adalah kondisi serius yang mengancam jiwa ibu dan janin. Kondisi ini terjadi ketika dinding rahim robek, biasanya selama kehamilan atau persalinan. Deteksi dini dan penanganan yang cepat sangat penting untuk menyelamatkan nyawa.

Apa itu Ruptur Uteri?

Ruptur uteri adalah robekan pada dinding rahim. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang pernah menjalani operasi caesar sebelumnya. Ruptur uteri dapat menyebabkan perdarahan hebat dan membahayakan nyawa ibu serta janin.

Kondisi ini tergolong sebagai keadaan darurat obstetri yang memerlukan tindakan medis segera.

Gejala Ruptur Uteri

Gejala ruptur uteri bisa bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan robekan. Beberapa gejala yang umum meliputi:

  • Nyeri perut hebat yang muncul tiba-tiba
  • Denyut jantung janin yang tidak normal atau menurun drastis
  • Perdarahan vagina yang banyak
  • Kontraksi yang berhenti atau melemah
  • Bagian tubuh janin yang dapat diraba dari luar perut

Pada beberapa kasus, gejala mungkin tidak jelas, terutama jika ruptur terjadi secara perlahan.

Penyebab dan Faktor Risiko Ruptur Uteri

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya ruptur uteri, di antaranya:

  • Riwayat operasi rahim, terutama operasi caesar (terutama sayatan vertikal atau klasik) atau miomektomi (pengangkatan miom)
  • Induksi persalinan dengan obat-obatan seperti oksitosin, terutama jika dosisnya tidak tepat
  • Peregangan rahim berlebihan akibat kehamilan kembar, janin yang terlalu besar (makrosomia), atau cairan ketuban yang berlebihan (polihidramnion)
  • Persalinan yang macet atau berlangsung terlalu lama
  • Trauma atau cedera pada perut

Wanita dengan riwayat operasi caesar memiliki risiko lebih tinggi mengalami ruptur uteri pada kehamilan berikutnya.

Diagnosis Ruptur Uteri

Diagnosis ruptur uteri biasanya ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan ibu, memeriksa perut, dan memantau denyut jantung janin.

Dalam beberapa kasus, USG mungkin diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosis.

Penanganan Ruptur Uteri

Ruptur uteri memerlukan penanganan segera untuk menyelamatkan nyawa ibu dan janin. Tindakan yang dilakukan meliputi:

  • Sesar darurat (emergency cesarean section) untuk segera mengeluarkan janin
  • Laparotomi dan perbaikan rahim: Dokter akan melakukan operasi perut untuk mengeluarkan janin, plasenta, dan membersihkan darah, kemudian menjahit robekan pada rahim jika memungkinkan
  • Histerektomi (pengangkatan rahim): Jika robekan terlalu parah dan tidak dapat diperbaiki, pengangkatan rahim mungkin diperlukan
  • Resusitasi cairan dan transfusi darah untuk mengatasi perdarahan dan syok pada ibu

Kecepatan penanganan sangat penting dalam kasus ruptur uteri.

Komplikasi Ruptur Uteri

Ruptur uteri dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Perdarahan hebat
  • Syok
  • Kerusakan organ lain
  • Kematian ibu
  • Hipoksia (kekurangan oksigen) pada janin
  • Kematian janin

Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan yang cepat sangat penting.

Pencegahan Ruptur Uteri

Beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko ruptur uteri, termasuk:

  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko persalinan pervaginam setelah operasi caesar (VBAC)
  • Menghindari induksi persalinan yang tidak perlu
  • Memantau ketat persalinan, terutama jika ada riwayat operasi rahim
  • Menangani persalinan macet atau lama dengan tepat

Penting untuk mendiskusikan rencana persalinan dengan dokter untuk meminimalkan risiko.

Kapan Harus ke Dokter?

Ibu hamil yang mengalami nyeri perut hebat secara tiba-tiba, perdarahan, atau penurunan gerakan janin harus segera mencari pertolongan medis. Keterlambatan penanganan dapat berakibat fatal.

Rekomendasi Halodoc

Jika ibu hamil memiliki faktor risiko ruptur uteri, penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan secara teratur. Diskusikan rencana persalinan yang aman dan sesuai dengan kondisi medis. Gunakan aplikasi Halodoc untuk konsultasi online dengan dokter kandungan terpercaya.