Ad Placeholder Image

SADANIS: Deteksi Dini Kanker Payudara Efektif!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

SADANIS: Deteksi Dini Kanker Payudara Efektif!

SADANIS: Deteksi Dini Kanker Payudara Efektif!SADANIS: Deteksi Dini Kanker Payudara Efektif!

DAFTAR ISI


Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi pada wanita di Indonesia maupun di dunia. Tingginya angka kematian akibat penyakit ini sering kali disebabkan oleh keterlambatan diagnosis, di mana pasien baru mencari bantuan medis saat kanker sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, langkah deteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan dan efektivitas pengobatan.

Salah satu metode deteksi dini yang sangat dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI adalah SADANIS atau Pemeriksaan Payudara Klinis. Berbeda dengan pemeriksaan mandiri yang dilakukan di rumah, SADANIS dilakukan oleh tenaga medis profesional seperti dokter atau bidan. Prosedur ini bertujuan untuk menemukan adanya perubahan atau kelainan pada payudara yang mungkin tidak teraba oleh tangan orang awam.

Melalui pemeriksaan yang sistematis, SADANIS dapat mengidentifikasi benjolan kecil, perubahan tekstur kulit, hingga adanya cairan tidak normal yang keluar dari puting. Dengan mendeteksi kelainan sejak dini, penanganan medis dapat segera dilakukan sebelum sel kanker menyebar ke jaringan tubuh lainnya. Langkah ini merupakan bentuk proteksi diri yang sangat penting bagi setiap wanita, terutama yang memiliki faktor risiko tinggi.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai SADANIS dan bagaimana prosedurnya dapat membantu menjaga kesehatan kamu? Berikut ulasannya!

Mengenal SADANIS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

SADANIS adalah singkatan dari Periksa Payudara Klinis. Ini adalah pemeriksaan fisik payudara yang dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih, seperti dokter spesialis bedah, dokter umum, atau bidan. Pemeriksaan ini sangat penting karena tenaga medis memiliki pengetahuan anatomi yang lebih mendalam dibandingkan masyarakat umum, sehingga mampu membedakan mana jaringan payudara normal dan mana yang merupakan massa atau benjolan mencurigakan.

Kanker payudara pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Hal inilah yang membuat banyak wanita merasa “aman” dan mengabaikan perubahan kecil pada tubuhnya. Melalui SADANIS, dokter akan melakukan pengamatan (inspeksi) dan perabaan (palpasi) secara menyeluruh pada area payudara hingga ketiak untuk memastikan tidak ada pembengkakan kelenjar getah bening atau massa yang abnormal.

Perbedaan SADARI dan SADANIS

Banyak wanita yang sering tertukar antara SADARI dan SADANIS. Meskipun keduanya bertujuan untuk deteksi dini, terdapat perbedaan mendasar dalam pelaksanaannya:

  • SADARI (Periksa Payudara Sendiri): Dilakukan oleh diri sendiri di rumah, idealnya setiap bulan setelah masa menstruasi berakhir. Tujuannya adalah agar wanita mengenal tekstur payudaranya sendiri sehingga sensitif terhadap perubahan sekecil apa pun.
  • SADANIS (Periksa Payudara Klinis): Dilakukan oleh tenaga medis profesional. Pemeriksaan ini lebih akurat karena melibatkan teknik palpasi medis yang benar dan objektif. SADANIS biasanya dianjurkan setahun sekali atau jika ditemukan kelainan saat melakukan SADARI.
Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena Kanker Payudara?
  1. Wanita berusia di atas 40 tahun.
  2. Memiliki riwayat keluarga (ibu atau saudara kandung) dengan kanker payudara atau ovarium.
  3. Mulai menstruasi di bawah usia 12 tahun atau menopause di atas usia 55 tahun.
  4. Belum pernah hamil atau melahirkan anak pertama di atas usia 30 tahun.
  5. Gaya hidup tidak sehat seperti obesitas dan konsumsi alkohol.

Prosedur dan Langkah Pemeriksaan SADANIS

Prosedur SADANIS berlangsung relatif cepat, tidak menyakitkan, dan sangat privat. Berikut adalah tahapan yang umumnya dilakukan dokter saat memeriksa pasien:

1. Sesi Wawancara (Anamnesa)

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan kamu, termasuk siklus menstruasi, penggunaan alat kontrasepsi hormonal, riwayat menyusui, dan apakah ada anggota keluarga yang pernah menderita kanker. Kamu juga bisa menyampaikan keluhan spesifik jika ada benjolan yang dirasakan sebelumnya.

2. Inspeksi (Pengamatan Visual)

Pasien akan diminta membuka pakaian bagian atas. Dokter akan melihat bentuk payudara dalam beberapa posisi (tangan di samping dan tangan diangkat ke atas). Dokter mencari adanya ketidaksimetrisan yang tidak biasa, perubahan warna kulit (seperti kulit jeruk atau kemerahan), puting yang tertarik ke dalam, atau luka yang tidak kunjung sembuh.

3. Palpasi (Perabaan)

Dokter akan melakukan perabaan menggunakan tiga ujung jari dengan gerakan memutar secara perlahan namun mantap. Area yang diperiksa mencakup seluruh jaringan payudara, area di bawah puting, hingga ke area ketiak dan tulang selangka untuk memeriksa kemungkinan adanya pembesaran kelenjar getah bening.

Kapan Waktu Terbaik Melakukan SADANIS?

Waktu yang paling tepat untuk melakukan pemeriksaan ini adalah sekitar 7 sampai 10 hari setelah hari pertama menstruasi dimulai. Pada waktu tersebut, kadar hormon estrogen dalam tubuh cenderung rendah, sehingga jaringan payudara lebih lunak dan tidak terlalu kencang atau nyeri, yang memudahkan dokter untuk mendeteksi massa.

Bagi wanita yang sudah menopause, SADANIS dapat dilakukan kapan saja, namun disarankan untuk menentukan satu tanggal tetap setiap bulannya agar konsisten. Ingatlah bahwa deteksi dini melalui SADANIS dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara hingga 25-30% jika diikuti dengan tindak lanjut yang tepat.

Studi Mengenai Deteksi Dini Kanker Payudara

World Health Organization (WHO) menerbitkan laporan tahun 2024 yang menjelaskan bahwa deteksi dini melalui pemeriksaan klinis dan mammografi pada populasi berisiko secara signifikan meningkatkan angka harapan hidup hingga 5 tahun (survival rate) mencapai lebih dari 90% pada stadium awal.

Studi ini menekankan bahwa di negara berkembang, edukasi mengenai SADANIS sangat krusial karena akses terhadap mammografi yang belum merata. Dengan tenaga medis yang terlatih, SADANIS mampu menjadi penyaring (screening) pertama yang efektif sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG payudara atau biopsi.

Penting bagi setiap wanita untuk tidak merasa takut atau malu dalam menjalani pemeriksaan ini. Jika kamu menemukan adanya kejanggalan seperti benjolan, perubahan tekstur, atau rasa nyeri yang tidak biasa, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain melakukan pemeriksaan fisik, menjaga kesehatan tubuh dari dalam juga sangat penting. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi atau suplemen pendukung daya tahan tubuh, kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan jaminan produk asli dan pengantaran cepat sampai ke rumah.

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS.
World Health Organization. Diakses pada 2026. Breast Cancer: Early Diagnosis and Screening.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Breast Exam: Why it’s Done and What You Can Expect.
American Cancer Society. Diakses pada 2026. Breast Cancer Early Detection and Diagnosis.

FAQ

1. Apakah pemeriksaan SADANIS terasa sakit?

Tidak, SADANIS umumnya tidak terasa sakit. Dokter hanya melakukan penekanan ringan pada jaringan payudara untuk merasakan adanya massa. Jika payudara sedang sensitif karena hormon, informasikan kepada dokter.

2. Berapa kali dalam setahun harus melakukan SADANIS?

Wanita berusia 20-39 tahun disarankan melakukan SADANIS setiap 1-3 tahun sekali. Untuk wanita berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan dianjurkan setiap tahun sebagai bagian dari check-up rutin.

3. Apakah SADANIS bisa mendeteksi kanker secara pasti?

SADANIS adalah langkah deteksi dini untuk menemukan kelainan. Jika ditemukan benjolan yang mencurigakan, dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang seperti USG payudara atau Mammografi untuk konfirmasi diagnosis.

4. Apakah remaja perlu melakukan SADANIS?

Remaja umumnya lebih disarankan untuk membiasakan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) agar mengenal tekstur tubuhnya. SADANIS baru diperlukan jika ditemukan kelainan yang meragukan saat pemeriksaan sendiri.


## Punya Kekhawatiran Mengenai Benjolan di Payudara? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu mungkin merasa khawatir saat menemukan perubahan pada payudara, tapi bingung harus bertanya kepada siapa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.