Ad Placeholder Image

SADANIS: Deteksi Dini Kanker Payudara, Lebih Akurat!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Februari 2026

SADANIS: Deteksi Dini Kanker Payudara Efektif

SADANIS: Deteksi Dini Kanker Payudara, Lebih Akurat!SADANIS: Deteksi Dini Kanker Payudara, Lebih Akurat!

SADANIS atau Pemeriksaan Payudara secara Klinis adalah metode penting untuk deteksi dini kanker payudara. Prosedur ini dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional, seperti dokter atau bidan, di fasilitas kesehatan. Tujuan utama SADANIS adalah menemukan benjolan atau kelainan pada payudara secara objektif, yang mungkin tidak terdeteksi melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

Apa Itu SADANIS?

SADANIS merupakan pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih. Pemeriksaan ini berbeda dengan SADARI, yang dilakukan sendiri di rumah. SADANIS memungkinkan deteksi dini kanker payudara melalui evaluasi yang lebih mendalam dan objektif.

Mengapa SADANIS Penting?

Deteksi dini kanker payudara sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Dengan SADANIS, kanker payudara dapat terdeteksi pada stadium awal, yang meningkatkan peluang kesembuhan hingga 80-90%. SADANIS juga membantu membedakan antara benjolan jinak dan yang berpotensi ganas.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan SADANIS?

SADANIS disarankan dilakukan setahun sekali. Umumnya, pemeriksaan ini dilakukan bersamaan dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker serviks. Wanita usia 20-30 tahun disarankan melakukan SADANIS setiap 1-3 tahun sekali, sedangkan wanita di atas 40 tahun disarankan setiap tahun.

Bagaimana Prosedur SADANIS?

Prosedur SADANIS meliputi beberapa tahapan:

  • Inspeksi Visual: Tenaga kesehatan akan melihat kondisi kulit payudara dan puting untuk mencari perubahan warna, ukuran, atau bentuk yang tidak normal.
  • Palpasi (Perabaan): Tenaga kesehatan akan melakukan perabaan pada area payudara hingga ketiak untuk mencari benjolan atau penebalan yang mencurigakan. Palpasi dilakukan saat pasien berbaring atau duduk.

Pemeriksaan ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan seluruh area payudara diperiksa dengan seksama.

Perbedaan SADANIS dan SADARI

Meskipun keduanya penting untuk deteksi dini kanker payudara, SADANIS dan SADARI memiliki perbedaan mendasar:

  • Pelaksana: SADANIS dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional, sedangkan SADARI dilakukan sendiri.
  • Evaluasi: SADANIS memberikan evaluasi yang lebih mendetail dan objektif dibandingkan SADARI.
  • Frekuensi: SADARI disarankan dilakukan setiap bulan, sedangkan SADANIS disarankan setahun sekali atau sesuai rekomendasi dokter.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ditemukan Kelainan saat SADANIS?

Jika tenaga kesehatan menemukan kelainan saat SADANIS, seperti benjolan atau perubahan pada kulit payudara, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan ini mungkin termasuk:

  • Mammografi
  • USG payudara
  • Biopsi

Pemeriksaan lebih lanjut akan membantu menentukan apakah kelainan tersebut bersifat jinak atau ganas.

Pencegahan Kanker Payudara Selain SADANIS

Selain SADANIS, ada beberapa langkah pencegahan kanker payudara yang dapat dilakukan:

  • Menjalani gaya hidup sehat dengan menjaga berat badan ideal, berolahraga teratur, dan mengonsumsi makanan bergizi.
  • Menghindari konsumsi alkohol berlebihan dan merokok.
  • Melakukan SADARI secara rutin setiap bulan.
  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai faktor risiko pribadi dan opsi skrining tambahan jika diperlukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc jika menemukan perubahan pada payudara, seperti benjolan, perubahan ukuran atau bentuk, keluarnya cairan dari puting, atau perubahan pada kulit payudara. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan.

SADANIS adalah langkah proaktif penting dalam menjaga kesehatan payudara. Dengan deteksi dini dan pemeriksaan rutin, potensi kanker payudara dapat diidentifikasi dan ditangani sejak dini, memberikan harapan kesembuhan yang lebih besar.