Ad Placeholder Image

Sakit Dada Sebelah Kanan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Juni 2026

Sakit dada sebelah kanan adalah kondisi yang tidak bisa dianggap remeh.

Sakit Dada Sebelah Kanan, Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaSakit Dada Sebelah Kanan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ringkasan: Dada terasa nyeri adalah sensasi rasa sakit, tertekan, atau tidak nyaman pada area antara leher hingga perut bagian atas. Kondisi ini dapat menjadi indikasi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari masalah otot ringan, gangguan pencernaan, hingga kondisi medis darurat seperti serangan jantung.

Apa Itu Dada Terasa Nyeri?

Dada terasa nyeri adalah kondisi klinis yang ditandai dengan munculnya rasa tidak nyaman pada rongga dada atau dinding dada. Fenomena ini sering dikaitkan dengan istilah medis chest pain yang mencakup berbagai spektrum rasa sakit dari ringan hingga berat. Kondisi ini diklasifikasikan dalam kode ICD-10 R07.9 sebagai nyeri dada yang tidak spesifik jika penyebab utamanya belum teridentifikasi secara pasti.

Nyeri dada merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering ditemukan di unit gawat darurat. Sensasi yang dirasakan penderita dapat berupa rasa tertusuk, terbakar, atau perasaan dada seperti terikat kencang. Penting untuk membedakan apakah rasa nyeri tersebut berasal dari organ jantung (kardiak) atau non-jantung (non-kardiak) guna menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Nyeri dada iskemik biasanya terjadi akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen otot jantung dan pasokan darah, yang sering menjadi tanda peringatan penyakit jantung koroner.” — WHO (World Health Organization), 2021

Gejala Dada Terasa Nyeri

Gejala dada terasa nyeri dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk tergantung pada penyebab dasar yang mendasarinya. Beberapa individu melaporkan rasa nyeri tajam yang terlokalisasi, sementara yang lain merasakan nyeri tumpul yang menyebar ke bagian tubuh lainnya. Identifikasi karakteristik gejala sangat krusial untuk membantu tenaga medis melakukan diagnosis awal yang akurat.

Berikut adalah beberapa pola gejala yang sering menyertai nyeri di area dada:

  • Sensasi dada terasa berat atau seperti tertindih beban yang sangat besar.
  • Rasa nyeri yang menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung.
  • Rasa panas seperti terbakar (heartburn) di belakang tulang dada yang meningkat saat berbaring.
  • Nyeri yang semakin memburuk saat melakukan aktivitas fisik dan membaik saat beristirahat.
  • Keringat dingin, mual, muntah, serta pusing atau perasaan seperti ingin pingsan.

Gejala tambahan seperti sesak napas atau dispnea (kesulitan bernapas) sering terjadi bersamaan dengan rasa nyeri. Jika nyeri disertai dengan batuk yang menghasilkan dahak berwarna atau berdarah, gangguan pada sistem pernapasan seperti pneumonia (radang paru-paru) mungkin menjadi penyebab utamanya.

Apa Penyebab Dada Terasa Nyeri?

Penyebab dada terasa nyeri sangat bervariasi dan dikelompokkan berdasarkan sistem organ yang terlibat di dalam rongga dada. Secara umum, penyebab ini dibagi menjadi kategori kardiak (jantung), pulmonal (paru-paru), gastrointestinal (pencernaan), dan muskuloskeletal (otot dan tulang). Memahami perbedaan penyebab ini membantu dalam menentukan tingkat urgensi kondisi medis tersebut.

1. Gangguan Kardiovaskular

Penyebab paling serius berkaitan dengan jantung, seperti penyakit jantung koroner (penyempitan pembuluh darah jantung). Angina pektoris (nyeri dada akibat kurangnya aliran darah ke jantung) dan infark miokard (serangan jantung) merupakan kondisi yang memerlukan penanganan segera. Perikarditis (peradangan pada kantong pembungkus jantung) juga dapat memicu nyeri tajam yang memburuk saat menarik napas dalam.

2. Masalah Pencernaan

Kondisi Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD (asam lambung naik ke kerongkongan) sering menyebabkan sensasi terbakar di dada. Penyakit ini sering kali disalahartikan sebagai serangan jantung karena kemiripan lokasi nyerinya. Selain itu, gangguan pada empedu atau pankreas juga dapat memicu nyeri yang terasa hingga ke area dada bagian bawah atau ulu hati.

3. Gangguan Paru-paru

Emboli paru (penyumbatan pembuluh darah di paru-paru) dan pleuritis (peradangan pada selaput paru) dapat menyebabkan dada terasa nyeri yang intens. Kondisi pneumotoraks (paru-paru kolaps akibat adanya udara di ruang antara paru dan dinding dada) juga ditandai dengan serangan nyeri dada yang tiba-tiba. Infeksi paru seperti bronkitis berat dapat memperparah rasa tidak nyaman saat penderita batuk.

4. Masalah Otot dan Tulang

Kostokondritis (peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada) adalah penyebab umum nyeri dada non-kardiak. Cedera otot dada akibat aktivitas fisik berlebihan atau benturan langsung juga sering menyebabkan rasa sakit. Ketegangan otot ini biasanya terasa nyeri saat area tersebut ditekan secara manual.

Bagaimana Diagnosis Dada Terasa Nyeri?

Diagnosis dada terasa nyeri dimulai dengan anamnesis (wawancara medis) mendalam mengenai riwayat kesehatan dan karakteristik nyeri yang dialami. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa tanda-tanda vital seperti tekanan darah, detak jantung, dan frekuensi pernapasan. Langkah diagnosis lanjutan diperlukan untuk mengesampingkan kondisi yang mengancam jiwa penderita.

Beberapa metode pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan meliputi:

  • Elektrokardiogram (EKG): Untuk merekam aktivitas listrik jantung dan mendeteksi adanya gangguan irama atau tanda serangan jantung.
  • Tes Darah: Untuk memeriksa kadar enzim jantung (seperti troponin) yang meningkat saat terjadi kerusakan otot jantung.
  • Rontgen Dada: Untuk memvisualisasikan kondisi paru-paru, jantung, dan tulang rusuk di dalam rongga dada.
  • Ekokardiografi: Menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur dan fungsi pemompaan jantung secara real-time.
  • CT Scan Thorax: Memberikan gambaran detail mengenai pembuluh darah besar dan jaringan paru-paru.

Pemeriksaan endoskopi (prosedur melihat saluran pencernaan dengan kamera kecil) mungkin disarankan jika dokter mencurigai nyeri disebabkan oleh masalah lambung. Diagnosis yang tepat adalah kunci agar penderita mendapatkan terapi yang sesuai dengan sumber masalah kesehatannya.

Bagaimana Cara Mengobati Dada Terasa Nyeri?

Pengobatan dada terasa nyeri bersifat individual dan sangat tergantung pada hasil diagnosis medis yang telah ditetapkan oleh dokter. Fokus utama pengobatan adalah meredakan nyeri dan mengatasi penyebab dasar guna mencegah komplikasi lebih lanjut. Terapi dapat melibatkan penggunaan obat-obatan, perubahan gaya hidup, atau prosedur pembedahan dalam kasus tertentu.

Untuk penyebab yang berkaitan dengan jantung, dokter biasanya meresepkan nitrogliserin (obat untuk melebarkan pembuluh darah jantung) atau obat pengencer darah. Jika penyebabnya adalah GERD, penggunaan antasida atau penghambat pompa proton (PPI) efektif untuk menetralkan asam lambung. Sedangkan untuk nyeri akibat peradangan otot, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) sering diberikan untuk mengurangi rasa sakit.

“Penanganan nyeri dada yang cepat dan tepat pada kasus sindrom koroner akut dapat menurunkan risiko mortalitas secara signifikan dalam 24 jam pertama.” — PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), 2022

Tindakan medis invasif seperti angioplasti (pemasangan balon atau ring jantung) dilakukan jika ditemukan penyumbatan signifikan pada pembuluh darah koroner. Pada kasus pneumotoraks yang luas, pemasangan selang dada (chest tube) diperlukan untuk mengeluarkan udara yang terjebak. Penting bagi penderita untuk tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa saran medis profesional.

Pencegahan Dada Terasa Nyeri

Pencegahan dada terasa nyeri berfokus pada pengendalian faktor risiko, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit kronis. Menjaga kesehatan sistem kardiovaskular dan pencernaan merupakan langkah utama dalam menghindari munculnya keluhan nyeri dada. Pola hidup sehat yang diterapkan secara konsisten terbukti efektif menurunkan frekuensi serangan nyeri dada non-traumatis.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang rendah lemak jenuh dan tinggi serat dari sayuran serta buah-buahan.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur, minimal 150 menit per minggu dengan intensitas moderat.
  • Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan.
  • Mengelola berat badan ideal untuk mencegah tekanan berlebih pada organ dalam dan diafragma.
  • Melakukan kontrol rutin untuk memantau tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah.

Bagi penderita gangguan lambung, disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun sering dan menghindari tidur segera setelah makan. Manajemen stres yang baik melalui meditasi atau teknik relaksasi juga membantu mencegah nyeri dada psikogenik yang disebabkan oleh serangan panik (panic attack).

Kapan Harus ke Dokter?

Kapan harus ke dokter menjadi pertanyaan penting karena keterlambatan penanganan pada nyeri dada tertentu dapat berakibat fatal. Meskipun tidak semua nyeri dada berbahaya, penderita harus waspada terhadap “bendera merah” (red flags) yang menunjukkan kegawatdaruratan medis. Segera cari bantuan medis jika nyeri muncul secara mendadak dengan intensitas yang sangat kuat.

Segera hubungi layanan darurat atau kunjungi rumah sakit jika mengalami kondisi berikut:

  • Nyeri dada yang terasa seperti diremas atau ditekan sangat berat selama lebih dari 15 menit.
  • Nyeri yang disertai dengan kesulitan bernapas yang parah atau rasa sesak.
  • Nyeri yang menjalar hingga ke area lengan kiri, leher, atau rahang bawah.
  • Penderita mengalami penurunan kesadaran atau merasa sangat lemas secara tiba-tiba.
  • Nyeri disertai dengan detak jantung yang sangat cepat, tidak teratur, atau palpitasi.

Penanganan dini di fasilitas kesehatan dapat memberikan peluang kesembuhan yang lebih tinggi. Jangan menunggu hingga gejala memburuk atau mencoba mendiagnosis diri sendiri melalui informasi yang tidak terverifikasi secara medis.

Kesimpulan

Dada terasa nyeri merupakan keluhan medis yang kompleks dengan spektrum penyebab yang sangat luas, mulai dari masalah otot hingga penyakit jantung koroner. Diagnosis yang akurat melalui pemeriksaan fisik dan penunjang sangat diperlukan untuk menentukan terapi yang tepat bagi penderita. Mengabaikan keluhan ini dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan serius yang mengancam keselamatan jiwa. konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan evaluasi medis profesional. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.