Ad Placeholder Image

Sakit Dada Sebelah Kanan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Sakit dada sebelah kanan adalah kondisi yang tidak bisa dianggap remeh.

Sakit Dada Sebelah Kanan, Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaSakit Dada Sebelah Kanan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Mengalami nyeri di dada kanan sering kali membuat siapa saja merasa panik dan cemas. Secara refleks, banyak orang langsung mengaitkan sensasi sakit di area dada dengan serangan jantung. Namun, penting untuk diketahui bahwa serangan jantung umumnya menimbulkan rasa nyeri yang menjalar di dada sebelah kiri atau bagian tengah dada. Lantas, apa sebenarnya arti dari nyeri yang muncul di sebelah kanan?

Nyeri dada kanan bisa berupa rasa sakit yang tumpul, tajam, menusuk, atau terasa seperti ditekan benda berat. Anatomi dada bagian kanan menampung berbagai organ vital selain jantung, seperti paru-paru kanan, sebagian organ hati, kantung empedu, serta struktur tulang rusuk, otot, dan pembuluh darah. Gangguan atau peradangan pada salah satu dari organ maupun jaringan tersebut dapat memicu rasa nyeri yang menjalar hingga ke dada.

Meskipun sebagian besar penyebab nyeri dada kanan tidak berhubungan dengan penyakit jantung koroner dan cenderung tidak mengancam jiwa, kondisi ini tetap tidak boleh diabaikan. Beberapa kondisi seperti infeksi paru-paru, gangguan pencernaan akut, hingga masalah pada otot memerlukan penanganan medis agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Memahami penyebab yang mendasarinya adalah langkah pertama yang paling krusial untuk menentukan perawatan yang tepat.

Jika kamu merasa ragu dengan gejala yang kamu alami atau rasa sakitnya semakin mengkhawatirkan, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter dapat memberikan diagnosis awal yang akurat berdasarkan keluhanmu. Selain itu, untuk penanganan gejala ringan di rumah, kamu juga bisa beli obat online di Halodoc, di mana produk yang ditawarkan 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan cepat.

Lalu, apa saja kemungkinan penyakit yang menyebabkan nyeri di dada sebelah kanan dan bagaimana cara yang paling efektif untuk mengatasinya? Mari simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

Penyebab Nyeri Dada Kanan yang Perlu Kamu Waspadai

Ada banyak sekali faktor dan kondisi medis yang bisa menjadi dalang di balik rasa sakit pada dada sebelah kanan. Secara medis, penyebab nyeri dada dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, mulai dari masalah muskuloskeletal (otot dan tulang), gangguan pernapasan, pencernaan, hingga masalah psikologis. Berikut adalah rincian selengkapnya:

1. Ketegangan Otot (Muscle Strain)

Ini adalah salah satu penyebab paling umum dari keluhan nyeri dada sebelah kanan. Aktivitas fisik yang terlalu berat, seperti mengangkat beban berat dengan postur yang salah, melakukan olahraga intens yang melibatkan bagian atas tubuh, atau bahkan batuk yang terlalu keras secara terus-menerus dapat menyebabkan otot-otot di sekitar dinding dada tertarik atau meradang. Rasa nyerinya biasanya akan semakin terasa saat kamu menekan area dada yang sakit, mengubah posisi tubuh, atau saat menarik napas dalam-dalam.

2. Costochondritis (Peradangan Tulang Rawan)

Costochondritis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada (sternum). Walaupun peradangan ini paling sering terjadi di sebelah kiri, sisi kanan juga bisa terdampak. Rasa sakit akibat costochondritis bisa terasa sangat tajam dan menusuk, yang terkadang disalahartikan sebagai serangan jantung. Gejalanya sering memburuk ketika kamu menarik napas panjang, batuk, atau saat dada ditekan.

3. Cedera atau Patah Tulang Rusuk

Trauma fisik pada area dada, seperti benturan akibat kecelakaan, terjatuh, atau cedera saat berolahraga, dapat menyebabkan memar hingga patah pada tulang rusuk. Jika tulang rusuk sebelah kanan yang mengalami cedera, secara otomatis kamu akan merasakan nyeri dada kanan yang sangat hebat. Rasa sakit ini bisa berlangsung berminggu-minggu dan sangat menyiksa ketika kamu mencoba batuk, tertawa, atau sekadar mengambil napas normal.

4. Pleuritis (Radang Selaput Paru)

Pleuritis adalah kondisi di mana pleura (selaput tipis yang membungkus paru-paru dan melapisi rongga dada) mengalami peradangan. Ketika pleura meradang, kedua lapisan selaput ini akan bergesekan satu sama lain setiap kali paru-paru mengembang saat bernapas. Hal ini memicu rasa nyeri tajam yang luar biasa di dada. Jika peradangan terjadi di paru-paru kanan, maka nyeri dada kanan akan timbul, terutama saat inspirasi (menarik napas), batuk, atau bersin.

5. Pneumonia (Paru-paru Basah)

Pneumonia adalah infeksi yang memicu inflamasi pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Jika infeksi akibat bakteri, virus, atau jamur ini menyerang paru-paru sebelah kanan, penderita akan mengalami nyeri dada kanan yang tajam. Gejala nyeri ini biasanya disertai dengan keluhan sistemik lainnya seperti demam tinggi, menggigil, keringat dingin, dan batuk berdahak yang berwarna kuning, hijau, atau berdarah.

6. Asam Lambung Naik (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah penyakit saluran pencernaan di mana asam dari lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Iritasi pada dinding kerongkongan akibat asam ini menyebabkan sensasi perih dan panas (heartburn) yang bisa menjalar dari perut atas hingga ke dada bagian tengah dan kadang terasa hingga ke sebelah kanan. Nyeri biasanya memburuk setelah makan porsi besar, makan makanan pedas atau berlemak, dan saat berbaring setelah makan.

7. Masalah Kantung Empedu atau Hati

Organ hati dan kantung empedu terletak di perut bagian kanan atas, tepat di bawah tulang rusuk. Kondisi seperti batu empedu (kolelitiasis), peradangan kantung empedu (kolesistitis), atau infeksi pada organ hati (hepatitis) dapat menyebabkan rasa sakit yang sangat hebat di perut kanan atas. Melalui mekanisme yang disebut referred pain (nyeri alih), rasa sakit dari organ-organ ini dapat menjalar naik dan dirasakan seolah-olah berasal dari dada sebelah kanan atau bahu kanan.

8. Gangguan Kecemasan dan Serangan Panik

Nyeri dada tidak selalu berakar dari masalah fisik; faktor psikologis memiliki peran yang sangat besar. Seseorang yang mengalami stres berat, gangguan kecemasan (anxiety), atau serangan panik (panic attack) sering kali merasakan gejala fisik yang nyata, termasuk sesak napas, jantung berdebar kencang (palpitasi), dan nyeri di dada, baik kiri maupun kanan. Ketegangan otot akibat stres ekstrem dan hiperventilasi (bernapas terlalu cepat) menjadi pemicu utamanya.

Faktor Pemicu Nyeri Dada Kanan Berdasarkan Gaya Hidup
  1. Merokok: Paparan asap rokok secara terus-menerus merusak sel-sel paru-paru, meningkatkan risiko bronkitis, pneumonia, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang dapat memicu nyeri dada.
  2. Pola Makan Buruk: Konsumsi tinggi lemak jenuh, makanan pedas, dan asam secara berlebihan dapat memicu penyakit asam lambung (GERD) dan meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.
  3. Postur Tubuh Menunduk: Terlalu sering membungkuk saat bekerja di depan komputer dapat menekan otot dada dan tulang rusuk, memicu ketegangan otot kronis (muscle strain) di area dada.
  4. Stres yang Tidak Terkelola: Tingkat hormon kortisol yang tinggi dapat memicu serangan panik dan ketegangan pada seluruh otot tubuh, termasuk dinding dada.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Nyeri Dada Kanan?

Karena nyeri dada bisa menandakan kondisi ringan hingga gawat darurat, dokter akan melakukan serangkaian evaluasi medis untuk memastikan penyebab pastinya. Proses diagnosis biasanya diawali dengan anamnesis (tanya jawab medis mengenai gejala, durasi, dan riwayat kesehatan), dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik.

Beberapa tes penunjang yang umum dilakukan dokter antara lain:

  • Elektrokardiogram (EKG): Meskipun nyeri berada di sebelah kanan, EKG tetap diperlukan untuk memastikan dan menyingkirkan adanya masalah pada aktivitas listrik jantung.
  • Rontgen Dada (Chest X-ray): Pemindaian ini sangat efektif untuk memeriksa kondisi paru-paru, mendeteksi infeksi seperti pneumonia, melihat adanya cairan (efusi pleura), atau mengecek apakah ada tulang rusuk yang patah.
  • CT Scan: Digunakan jika dokter mencurigai adanya masalah yang lebih spesifik di dalam rongga dada, seperti emboli paru atau kelainan struktur pembuluh darah.
  • Endoskopi: Jika dicurigai nyeri berasal dari saluran cerna kronis seperti GERD atau tukak lambung.
  • USG Perut (Abdominal Ultrasound): Tindakan ini sering digunakan untuk memeriksa kondisi kantung empedu dan hati, memastikan ada tidaknya batu empedu atau peradangan.

Cara Mengatasi Nyeri Dada Kanan Secara Alami di Rumah

Jika nyeri dada kanan yang kamu rasakan sudah dipastikan oleh dokter bukan berasal dari kondisi medis darurat (seperti masalah jantung akut atau paru-paru parah), kamu bisa melakukan beberapa perawatan rumahan untuk meredakan gejalanya. Namun, ingatlah bahwa cara-cara ini bertujuan untuk meringankan rasa sakit akibat ketegangan otot ringan atau asam lambung.

1. Kompres Dingin atau Hangat

Untuk nyeri dada yang disebabkan oleh cedera ringan, benturan, atau ketegangan otot setelah berolahraga, mengaplikasikan kompres dingin (es yang dibalut handuk) pada area dada sebelah kanan selama 15-20 menit dapat mengurangi pembengkakan dan meredakan peradangan. Setelah 48 jam pertama, kamu bisa menggantinya dengan kompres hangat untuk melancarkan sirkulasi darah dan merelaksasi otot dada yang kaku.

2. Istirahat dan Modifikasi Posisi Tidur

Tubuh memerlukan waktu untuk memperbaiki jaringan otot yang rusak. Hindari mengangkat beban berat, gerakan memutar yang ekstrem, atau olahraga berat selama beberapa hari. Jika nyeri disebabkan oleh asam lambung yang naik (GERD), perbaiki posisi tidurmu. Gunakan bantal tambahan sehingga posisi kepala lebih tinggi sekitar 15-20 cm dari perut. Hal ini memanfaatkan gravitasi untuk mencegah asam lambung mengalir balik ke kerongkongan saat kamu tertidur.

3. Mengatur Pola Makan Sehat

Kurangi atau hindari sama sekali konsumsi makanan pedas, asam, makanan bersantan tebal, gorengan, serta minuman berkafein dan beralkohol. Makanan-makanan ini merupakan pemicu utama produksi asam lambung berlebih dan memicu peradangan pada saluran pencernaan bagian atas.

4. Latihan Relaksasi dan Pernapasan

Bagi kamu yang mengalami nyeri dada akibat serangan kecemasan atau stres, melatih pernapasan diafragma (pernapasan perut) bisa sangat membantu. Ambil napas dalam-dalam melalui hidung selama 4 detik, tahan selama 4 detik, dan hembuskan perlahan melalui mulut selama 6 detik. Lakukan ini di ruangan yang tenang untuk menurunkan detak jantung dan melemaskan ketegangan otot dada.

Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?

Meskipun mayoritas penyebab sakit dada kanan bersifat non-kardiak (bukan karena jantung), ada beberapa tanda bahaya atau red flags yang pantang untuk diabaikan. Kondisi-kondisi tertentu, seperti emboli paru (penyumbatan pembuluh darah di paru-paru) atau pneumothorax (paru-paru kolaps), membutuhkan tindakan medis segera karena bisa mengancam nyawa.

Segera cari bantuan medis darurat di unit gawat darurat (UGD) terdekat jika nyeri dada kanan disertai dengan gejala berikut ini:

  • Rasa sakit terasa sangat tajam, tiba-tiba, dan memburuk dengan cepat.
  • Nyeri menjalar ke area bahu kiri, rahang, leher, atau tembus ke punggung belakang.
  • Sensasi dada terasa sangat sesak, tertekan seolah ditimpa benda berat, atau seperti diremas.
  • Kesulitan bernapas kronis atau napas menjadi sangat pendek secara tiba-tiba.
  • Mengeluarkan keringat dingin yang berlebihan tanpa sebab (keringat jagung).
  • Kepala terasa pusing hebat, berkunang-kunang, hingga kehilangan kesadaran atau pingsan.
  • Bibir atau ujung kuku tampak kebiruan, yang menandakan kurangnya pasokan oksigen dalam darah.
  • Batuk yang terus-menerus dan mengeluarkan darah segar.

Studi Terkait Nyeri Dada Non-Kardiak

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi di tahun 2022 yang menjelaskan bahwa Non-Cardiac Chest Pain (NCCP) atau nyeri dada non-kardiak memengaruhi sebagian besar pasien yang datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan nyeri dada.

Studi tersebut menemukan bahwa gangguan gastrointestinal (seperti GERD) mendominasi sebagai penyebab utama nyeri dada bagian kanan atau tengah, diikuti oleh gangguan muskuloskeletal dan psikologis. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi klinis yang komprehensif, tidak hanya fokus pada kesehatan jantung, melainkan juga meninjau riwayat asam lambung, tingkat stres, serta aktivitas fisik pasien, agar pengobatan yang diberikan menjadi tepat sasaran.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Kesehatan dada adalah hal yang tidak boleh dikompromikan. Jika keluhan berlanjut, hindari melakukan diagnosis mandiri. Memeriksakan diri lebih awal ke dokter jauh lebih bijak daripada menunggu gejala memburuk. Kamu bisa mendapatkan informasi kesehatan lebih lanjut dengan praktis dan cepat melalui aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung terkait masalah kesehatan yang sedang dialami dan tebus resep obat kapan pun dibutuhkan tanpa harus keluar rumah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Chest pain – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Chest Pain: Causes and What It Feels Like.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Cardiovascular diseases (CVDs).
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Diakses pada 2024. Waspadai Nyeri Dada, Kenali Gejala dan Penyebabnya.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Epidemiology and Management of Noncardiac Chest Pain.

FAQ

1. Apakah nyeri di dada kanan bisa menjadi tanda serangan jantung?

Meski sebagian besar serangan jantung menyebabkan nyeri di dada kiri atau tengah, rasa sakit jantung yang menjalar ke kanan bisa saja terjadi, meski sangat jarang. Biasanya kondisi ini terkait dengan komplikasi otot jantung, sehingga dokter tetap perlu melakukan EKG untuk memastikannya.

2. Apa perbedaan nyeri dada akibat otot tertarik dan nyeri paru-paru?

Nyeri dada karena otot yang tertarik biasanya hanya terasa sakit di titik tertentu (nyeri lokal) dan memburuk saat kamu menekan area tersebut atau meregangkan badan. Sementara nyeri paru-paru (seperti pleuritis) memburuk setiap kali kamu menarik napas dalam, disertai gejala penyerta seperti batuk atau demam.

3. Bagaimana cara membedakan sakit dada kanan karena GERD dan penyakit lain?

Nyeri dada kanan karena GERD biasanya disertai dengan sensasi panas yang menjalar dari perut (heartburn), mulut terasa pahit atau asam, perut kembung, dan sering bersendawa. Gejalanya juga cenderung muncul setelah makan besar atau saat berbaring langsung usai makan.

4. Apakah masuk angin bisa menyebabkan dada kanan terasa sakit?

Dalam dunia medis, tidak ada istilah masuk angin. Keluhan dada sakit, kembung, dan pegal yang sering dikaitkan dengan “masuk angin” biasanya merujuk pada gejala dispepsia (sindrom sakit maag/asam lambung) atau ketegangan otot ringan akibat kelelahan dan paparan suhu dingin secara ekstrem.