Sakit di Bawah Telinga: Ini Penyebab dan Cara Atasinya

Sakit di Bawah Telinga: Mengenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Nyeri atau rasa tidak nyaman di area bawah telinga seringkali memicu kekhawatiran. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi ringan hingga masalah yang lebih serius pada organ di sekitarnya. Memahami penyebab dan gejala yang menyertai dapat membantu menentukan langkah penanganan yang tepat, baik secara mandiri di rumah maupun dengan bantuan medis.
Sakit di bawah telinga umumnya terjadi karena peradangan, infeksi, atau gangguan pada struktur di sekitar area tersebut. Ini bisa melibatkan kelenjar getah bening, kelenjar air liur, sendi rahang, atau bahkan gigi dan tulang mastoid. Gejala yang muncul bervariasi tergantung pada penyebab dasarnya.
Penyebab Umum Sakit di Bawah Telinga
Beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan munculnya rasa sakit di bawah telinga. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya agar penanganan bisa lebih efektif. Berikut adalah beberapa penyebab yang sering ditemui:
- Infeksi Kelenjar Getah Bening (Limfadenitis)
Kelenjar getah bening yang terletak di bawah telinga dapat membengkak saat tubuh melawan infeksi. Pembengkakan ini umumnya terjadi akibat infeksi bakteri atau virus, seperti radang tenggorokan, flu, atau infeksi telinga. Area yang membengkak biasanya terasa nyeri saat disentuh. - Gondongan (Mumps)
Gondongan adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar air liur, terutama kelenjar parotid yang berada di bawah telinga. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan yang signifikan di satu atau kedua sisi wajah, seringkali menjalar ke leher dan pipi, disertai demam dan nyeri. - Masalah Gigi dan Mulut
Infeksi pada gigi, seperti sakit gigi berlubang, abses gigi, atau radang gusi (gingivitis), dapat menjalar dan menyebabkan nyeri di area rahang hingga ke bawah telinga. Gigi bungsu yang tumbuh miring (impaksi) juga seringkali menjadi pemicu nyeri serupa. - Gangguan Sendi Rahang (Temporomandibular Joint/TMJ)
Sendi temporomandibular adalah sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak. Masalah pada sendi ini, seperti dislokasi, radang sendi, atau ketegangan otot, dapat menimbulkan nyeri yang menyebar ke bawah telinga, disertai kesulitan mengunyah atau membuka mulut. - Mastoiditis
Mastoiditis adalah infeksi bakteri pada tulang mastoid, yaitu tulang menonjol yang berada tepat di belakang telinga. Kondisi ini seringkali merupakan komplikasi dari infeksi telinga tengah yang tidak diobati. Gejalanya meliputi nyeri hebat di belakang dan di bawah telinga, kemerahan, bengkak, serta demam. - Bisul (Furunkel) atau Kista
Benjolan berisi nanah (bisul) atau kantung berisi cairan (kista) yang tumbuh di area bawah telinga dapat menyebabkan peradangan dan nyeri. Kondisi ini bisa muncul karena infeksi bakteri pada folikel rambut atau penyumbatan kelenjar minyak. - Otot Tegang
Ketegangan otot leher atau bahu akibat aktivitas fisik berlebihan, posisi tidur yang salah, atau stres juga bisa menjalar menjadi nyeri di bawah telinga. Nyeri biasanya terasa tumpul dan dapat membaik dengan istirahat.
Cara Mengatasi Sakit di Bawah Telinga di Rumah (Sementara)
Untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamanan ringan di bawah telinga, beberapa langkah penanganan di rumah dapat dilakukan:
- Kompres
Gunakan kompres dingin untuk membantu mengurangi pembengkakan, terutama jika ada benjolan. Kompres hangat dapat membantu meredakan nyeri otot atau ketegangan. Aplikasikan kompres selama 15-20 menit beberapa kali sehari. - Cukupi Cairan dan Nutrisi
Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan minum air putih yang cukup. Konsumsi makanan bergizi juga penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi. - Istirahat Cukup
Berikan tubuh waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri. Hindari aktivitas berat yang dapat memperparah nyeri. - Hindari Pemicu
Kurangi konsumsi makanan keras atau lengket jika nyeri berhubungan dengan masalah rahang. Hindari memencet benjolan atau area yang nyeri. Kelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi. - Obat Pereda Nyeri Bebas
Paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Selalu ikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan.
Kapan Harus ke Dokter untuk Sakit di Bawah Telinga?
Meskipun beberapa kasus sakit di bawah telinga dapat diatasi dengan perawatan rumahan, ada kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis segera. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami:
- Nyeri parah atau tidak membaik dalam beberapa hari setelah perawatan di rumah.
- Muncul benjolan yang berwarna merah, terasa hangat saat disentuh, atau berisi nanah.
- Disertai demam tinggi yang tidak kunjung reda.
- Sulit menelan atau merasakan nyeri saat menelan.
- Pembengkakan di bawah telinga yang terus membesar atau menyebar.
- Kesulitan membuka mulut atau mengunyah.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan mungkin merekomendasikan tes penunjang seperti tes darah atau USG untuk menentukan diagnosis yang akurat. Penanganan lebih lanjut akan disesuaikan dengan penyebab yang ditemukan.
Rekomendasi Medis dari Halodoc
Apabila merasakan sakit di bawah telinga yang tidak kunjung membaik atau disertai gejala mengkhawatirkan, penting untuk tidak menunda pemeriksaan medis. Melakukan diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi lebih lanjut. Jika membutuhkan konsultasi lebih lanjut terkait kondisi ini atau memiliki pertanyaan kesehatan lainnya, fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc dapat menjadi solusi praktis untuk mendapatkan saran medis dari ahli. Halodoc menyediakan layanan kesehatan yang terpercaya dan mudah diakses untuk membantu menjaga kesehatan.



