Sakit di Infus: Kenali Penyebab dan Cara Atasinya

DAFTAR ISI
- Mengapa Pemasangan Infus Terasa Sakit?
- Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Rasa Sakit
- Berbagai Sensasi yang Muncul Saat Di Infus
- Tips Mengurangi Rasa Sakit Saat Prosedur
- Kapan Nyeri Infus Harus Diwaspadai?
- Studi Terkait
- FAQ
Pertanyaan mengenai apakah di infus itu sakit seringkali menjadi kekhawatiran utama bagi pasien yang akan menjalani perawatan medis di rumah sakit. Bagi sebagian orang, melihat jarum suntik saja sudah memicu rasa cemas, apalagi jika harus dipasang di pembuluh darah dalam jangka waktu tertentu. Infus atau terapi intravena (IV) adalah prosedur medis yang sangat umum digunakan untuk memasukkan cairan, obat-obatan, atau nutrisi langsung ke dalam aliran darah.
Penting untuk dipahami bahwa meskipun ada sensasi tidak nyaman, prosedur ini dirancang untuk memberikan penanganan yang paling efisien bagi tubuh kamu. Mengatasi rasa takut akan jarum dan memahami proses pemasangan infus dapat membantu kamu merasa lebih tenang dan kooperatif selama prosedur berlangsung. Dalam banyak kasus, rasa sakit yang dirasakan sebenarnya bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis maupun fisik.
Memahami alasan di balik rasa sakit tersebut dan mengetahui cara meminimalisirnya adalah langkah awal yang baik. Dengan edukasi yang tepat, kamu tidak perlu lagi merasa was-was berlebihan saat tenaga medis mendekat dengan peralatan infus. Penanganan medis yang tepat seringkali memerlukan akses intravena ini agar pemulihan kamu berjalan lebih cepat dan optimal.
Nah, mau tahu apa saja penjelasan lengkap mengenai rasa sakit saat di infus dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya!
Mengapa Pemasangan Infus Terasa Sakit?
Secara anatomis, kulit manusia adalah organ yang kaya akan ujung saraf sensorik yang disebut nosiseptor. Tugas utama saraf ini adalah mendeteksi rangsangan yang berpotensi merusak, seperti tusukan benda tajam. Ketika perawat atau dokter menusukkan jarum infus (abocath) menembus lapisan dermis menuju vena, saraf-saraf ini akan mengirimkan sinyal ke otak yang kemudian diterjemahkan sebagai rasa sakit.
Rasa sakit primer biasanya terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah saat jarum menembus kulit, yang sering digambarkan seperti gigitan semut atau cubitan tajam yang singkat. Tahap kedua adalah saat kanula (tabung plastik kecil) didorong masuk ke dalam pembuluh darah setelah jarum pemandu ditarik keluar. Sensasi ini biasanya terasa seperti tekanan atau rasa “ganjal” di dalam pembuluh darah.
Selain faktor mekanis jarum, komposisi kimia dari cairan yang diinfuskan juga bisa memicu rasa sakit. Beberapa jenis obat-obatan memiliki tingkat keasaman (pH) atau osmolaritas yang berbeda dengan darah, sehingga dapat mengiritasi dinding pembuluh darah dari dalam. Inilah sebabnya mengapa beberapa pasien mengeluhkan rasa perih atau panas saat cairan infus mulai mengalir masuk ke dalam tubuh.
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Rasa Sakit
Tingkat nyeri yang dirasakan setiap individu saat ditanya apakah di infus itu sakit bisa sangat bervariasi. Berikut adalah beberapa faktor penentunya:
1. Ukuran Jarum (Gauge)
Semakin kecil angka gauge jarum, semakin besar diameter jarum tersebut. Jarum berukuran besar biasanya digunakan dalam situasi gawat darurat atau transfusi darah, yang tentu memberikan rasa nyeri lebih tinggi dibandingkan jarum kecil untuk infus cairan biasa.
2. Lokasi Pemasangan
Area dengan kulit yang tipis atau dekat dengan persendian, seperti pergelangan tangan atau punggung tangan, cenderung lebih sensitif terhadap nyeri. Vena di lipatan siku (fossa cubiti) biasanya kurang menyakitkan tetapi membatasi pergerakan tangan kamu.
3. Kondisi Hidrasi Pasien
Jika kamu dalam kondisi dehidrasi parah, pembuluh darah vena cenderung “kempes” atau kolaps. Hal ini membuat tenaga medis sulit menemukan target dan mungkin memerlukan beberapa kali tusukan, yang tentu menambah rasa sakit.
4. Keterampilan Tenaga Medis
Pengalaman perawat dalam melakukan penusukan sangat berpengaruh. Perawat yang terampil biasanya dapat melakukan penusukan sekali jadi dengan teknik yang cepat sehingga nyeri hanya berlangsung dalam hitungan detik.
Tips Mempermudah Pemasangan Infus
- Pastikan kamu cukup minum air putih sebelum prosedur (jika tidak sedang puasa).
- Lakukan teknik pernapasan dalam untuk merelaksasi otot-otot di sekitar lengan.
- Jangan melihat ke arah jarum jika kamu memiliki fobia atau rasa cemas berlebih.
Berbagai Sensasi yang Muncul Saat Di Infus
Penting untuk mengenali perbedaan antara nyeri normal dan nyeri yang menandakan adanya masalah. Berikut adalah sensasi yang umum dirasakan pasien:
- Cubitan Tajam: Terjadi tepat saat jarum menembus kulit. Ini adalah hal yang normal dan paling sering dikeluhkan.
- Rasa Pegal: Muncul ketika cairan infus sudah mulai mengalir. Biasanya disebabkan oleh volume cairan yang meregangkan pembuluh darah.
- Sensasi Dingin: Terjadi karena suhu cairan infus biasanya lebih rendah daripada suhu tubuh internal manusia.
- Rasa Terbakar: Bisa terjadi pada pemberian obat tertentu seperti antibiotik atau kalium. Jika rasa terbakar sangat hebat, segera lapor ke perawat.
Jika kamu merasakan nyeri yang tak kunjung hilang atau disertai pembengkakan di area infus, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penjelasan medis lebih lanjut mengenai kondisi tersebut.
Tips Mengurangi Rasa Sakit Saat Prosedur
Ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi persepsi nyeri saat pemasangan infus. Pertama, gunakan teknik distraksi. Cobalah untuk mengajak bicara perawat, mendengarkan musik, atau fokus pada objek lain di ruangan tersebut. Memalingkan wajah dari area penusukan terbukti secara psikologis menurunkan tingkat kecemasan.
Kedua, jaga agar tubuh tetap hangat. Suhu yang dingin menyebabkan pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi), yang membuat vena sulit ditemukan. Menggunakan selimut atau menghangatkan lengan sebelum infus dapat membantu vena lebih menonjol dan memudahkan proses penusukan.
Ketiga, komunikasikan riwayat medis kamu. Jika kamu tahu vena mana yang biasanya paling mudah ditusuk berdasarkan pengalaman sebelumnya, jangan ragu untuk memberi tahu perawat. Kerja sama yang baik antara pasien dan petugas medis adalah kunci prosedur yang minim trauma.
Kapan Nyeri Infus Harus Diwaspadai?
Meskipun rasa sakit ringan adalah wajar, ada beberapa kondisi terkait infus yang memerlukan penanganan segera. Phlebitis (peradangan vena) atau infiltrasi (cairan infus keluar ke jaringan sekitar) bisa menyebabkan nyeri hebat, bengkak, dan kemerahan.
Jika area infus terasa keras, sangat panas, atau keluar nanah, ini bisa menjadi tanda infeksi. Dalam kondisi pemulihan di rumah pasca rawat inap, jika kamu menemukan bekas infus yang membengkak tidak wajar, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk perawatan luka atau kompres sesuai anjuran tenaga ahli.
Studi Mengenai Persepsi Nyeri pada Prosedur Intravena
Journal of Clinical Nursing menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kecemasan pra-prosedur berkorelasi signifikan dengan intensitas nyeri yang dirasakan pasien saat pemasangan kateter intravena.
Studi tersebut menemukan bahwa intervensi non-farmakologis, seperti penggunaan kompres hangat dan teknik relaksasi, efektif menurunkan skor nyeri hingga 30-40%. Hal ini membuktikan bahwa faktor mental memegang peranan besar dalam menjawab apakah di infus itu sakit atau tidak bagi seorang individu.
Rasa nyeri saat di infus adalah pengalaman yang lazim namun dapat dikelola dengan pemahaman yang benar. Jangan membiarkan rasa takut menghalangi kamu mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Jika gejala nyeri di area bekas infus berlanjut atau memburuk, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang akurat.
FAQ
1. Apakah di infus itu sakit bagi anak-anak?
Anak-anak cenderung lebih sensitif secara emosional terhadap jarum. Rasa sakit fisiknya sama dengan orang dewasa, namun persepsi takutnya lebih tinggi, sehingga dibutuhkan pendekatan khusus seperti penggunaan krim anestesi topikal sebelum prosedur.
2. Berapa lama rasa sakit setelah di infus akan hilang?
Nyeri ringan biasanya hilang dalam hitungan menit setelah jarum terpasang. Namun, rasa pegal mungkin bertahan selama infus terpasang. Bekas tusukan biasanya akan sembuh total dalam 2-3 hari.
3. Mengapa tangan terasa bengkak setelah di infus?
Pembengkakan bisa terjadi karena infiltrasi, yaitu cairan infus merembes ke jaringan di sekitar vena. Jika ini terjadi, infus harus segera dihentikan dan dipindahkan ke lokasi lain.
4. Bolehkah kita bergerak saat sedang di infus?
Tentu boleh, asalkan gerakan tidak terlalu ekstrem yang dapat menyebabkan jarum atau kanula bergeser dan menusuk dinding vena. Hindari menekuk area sendi tempat infus terpasang.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Intravenous (IV) therapy: What to expect.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. IV Infiltration and Phlebitis Management.
Healthline. Diakses pada 2026. Why Do IVs Hurt? Causes and Tips for Relief.
PubMed – National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Pain management during intravenous cannulation.
Punya Keluhan Pasca Infus atau Masalah Kesehatan Lain? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau masih ragu mengenai prosedur medis yang akan dijalani? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



