Sakit Gigi Bungsu Berapa Hari? Ini Durasi & Cara Atasinya!

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Sakit Gigi yang Ampuh
- Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?
- Studi Terkait Impaksi Gigi Bungsu
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Gigi bungsu atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai third molar, merupakan gigi geraham ketiga yang letaknya berada di bagian paling belakang rongga mulut. Biasanya, gigi bungsu ini baru akan tumbuh ketika seseorang memasuki usia dewasa muda, yakni di rentang usia 17 hingga 25 tahun. Karena tumbuh paling akhir, sering kali rahang sudah tidak memiliki ruang yang cukup untuk menampung gigi baru tersebut. Akibatnya, gigi bungsu sering tumbuh dalam posisi yang tidak normal, miring, atau bahkan terperangkap di dalam gusi dan tulang rahang, sebuah kondisi yang disebut sebagai impaksi gigi.
Kondisi impaksi inilah yang menjadi biang keladi munculnya rasa sakit yang luar biasa. Ketika gigi bungsu berusaha menembus gusi namun terhalang, hal ini memicu peradangan pada jaringan di sekitarnya (perikoronitis). Selain itu, posisi gigi yang miring dapat menekan gigi geraham di sebelahnya, merusak akar gigi lain, hingga memicu penumpukan sisa makanan dan bakteri yang berujung pada infeksi serta gigi berlubang. Rasa nyeri yang ditimbulkan bisa menjalar hingga ke rahang, telinga, leher, dan bahkan menyebabkan sakit kepala yang berdenyut hebat.
Bagi kamu yang sedang mengalaminya, pertanyaan utama yang pasti muncul di benak adalah berapa lama sakit gigi bungsu ini akan bertahan? Jawabannya sebenarnya sangat bervariasi tergantung pada penyebab nyerinya. Jika rasa sakit muncul karena proses erupsi (pertumbuhan) gigi normal yang menembus gusi tanpa adanya infeksi atau halangan, rasa sakit biasanya bersifat ringan dan akan mereda dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 7 hari seiring dengan berhasilnya gigi menembus gusi sepenuhnya.
Namun, jika nyeri disebabkan oleh impaksi parah atau infeksi (perikoronitis), rasa sakit bisa berlangsung berminggu-minggu, hilang timbul, atau bahkan tidak akan sembuh secara permanen sampai gigi bungsu tersebut dicabut melalui prosedur operasi (odontektomi). Sambil menunggu jadwal konsultasi ke dokter gigi atau untuk meredakan nyeri yang tak tertahankan di malam hari, kamu bisa menggunakan beberapa obat pereda nyeri yang aman.
Nah, mau tahu apa saja pilihan obat untuk meredakan sakit gigi bungsu yang efektif dan mudah didapatkan? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Obat Sakit Gigi yang Ampuh
Untuk membantu mengatasi rasa nyeri berdenyut dan peradangan akibat tumbuhnya gigi bungsu, terdapat beberapa pilihan obat medis dan antiseptik yang bisa kamu gunakan secara mandiri di rumah. Berikut adalah rekomendasinya:
1. Sanmol 500 mg 4 Tablet
Sanmol merupakan salah satu obat pereda nyeri (analgesik) dan penurun panas (antipiretik) yang sangat populer di Indonesia. Obat ini mengandung bahan aktif Paracetamol sebesar 500 mg dalam setiap tabletnya. Cara kerja Paracetamol adalah dengan mengurangi produksi prostaglandin di otak. Prostaglandin merupakan senyawa kimia yang diproduksi tubuh dan bertugas memberikan sinyal rasa sakit serta memicu demam saat tubuh mengalami peradangan, seperti saat gigi bungsu merobek gusi.
Manfaat utama dari Sanmol adalah untuk meredakan rasa sakit gigi tingkat ringan hingga sedang, serta menurunkan demam yang terkadang menyertai infeksi gigi bungsu. Keunggulan dari Paracetamol adalah sifatnya yang ramah di lambung, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita maag asalkan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
- Anak usia 6-12 tahun: 1/2 hingga 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
- Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Jangan melebihi 8 tablet dalam 24 jam.
Obat ini termasuk golongan obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep dokter.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Sanmol 500 mg 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Proris Triple Action 10 Kaplet
Jika rasa sakit gigi bungsu disertai dengan gusi yang bengkak kemerahan, Proris Triple Action bisa menjadi pilihan yang lebih kuat. Obat ini memiliki kandungan aktif Ibuprofen 200 mg. Ibuprofen termasuk dalam kelompok obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS). Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX) yang memproduksi prostaglandin di lokasi jaringan yang meradang (dalam hal ini, gusi di sekitar gigi bungsu).
Berbeda dengan Paracetamol yang hanya meredakan nyeri dan demam, Ibuprofen memiliki manfaat triple action, yaitu meredakan nyeri, menurunkan demam, sekaligus mengurangi pembengkakan atau inflamasi pada gusi yang meradang akibat tekanan dari gigi bungsu yang impaksi.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 1 kaplet (200 mg), diminum 3-4 kali sehari.
- Jika nyeri sangat hebat, dosis dewasa bisa ditingkatkan hingga maksimal 2 kaplet (400 mg) sekali minum, namun tidak boleh melebihi 1200 mg per hari.
- Sangat disarankan untuk meminum obat ini setelah makan untuk mencegah iritasi pada dinding lambung.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan hindari penggunaan jika kamu memiliki riwayat tukak lambung akut atau alergi terhadap obat OAINS lainnya.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Proris Triple Action 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Perawatan Mandiri untuk Meredakan Nyeri Gigi Bungsu
- Kompres Dingin: Tempelkan es batu yang dibalut handuk kecil di area pipi luar tempat gigi bungsu terasa sakit selama 15-20 menit. Suhu dingin akan membantu mengecilkan pembuluh darah, sehingga mengurangi pembengkakan dan memberikan efek kebas sementara.
- Kumur Air Garam Hangat: Campurkan setengah sendok teh garam dapur ke dalam segelas air hangat. Gunakan untuk berkumur selama 30 detik. Garam bersifat antibakteri alami yang dapat membantu membersihkan area gusi yang meradang dari sisa makanan.
- Jaga Kebersihan Mulut: Tetap sikat gigi secara rutin dua kali sehari. Gunakan sikat gigi berbulu sangat lembut agar tidak semakin melukai gusi yang sedang bengkak di area belakang.
3. Betadine Obat Kumur 190 ml
Sering kali, sakit pada gigi bungsu diperparah oleh infeksi bakteri yang bersarang di lipatan gusi yang sebagian menutupi mahkota gigi (operkulum). Untuk mengatasi bakteri ini, penggunaan antiseptik lokal sangat disarankan. Betadine Obat Kumur mengandung zat aktif Povidone Iodine 1%.
Cara kerja Povidone Iodine adalah dengan melepaskan yodium secara perlahan yang ampuh membunuh bakteri, virus, maupun jamur di dalam rongga mulut. Manfaat dari rutin menggunakan obat kumur ini saat sakit gigi bungsu adalah untuk mencegah terjadinya perikoronitis (infeksi gusi akut), menghilangkan bau mulut akibat bakteri (halitosis), serta mempercepat proses penyembuhan jaringan gusi yang terluka atau radang.
Dosis dan aturan pakai:
- Tuangkan sebanyak 15 ml (sekitar 1 tutup botol) ke dalam cangkir takar.
- Kumur-kumur di area belakang mulut secara merata selama 30 hingga 60 detik, pastikan cairan menjangkau area gigi bungsu.
- Buang cairan, jangan ditelan. Ulangi penggunaan 3-5 kali sehari, terutama setelah makan dan sebelum tidur.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hanya untuk dikumur dan jangan ditelan. Tidak disarankan untuk penderita gangguan tiroid tanpa anjuran dokter.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Betadine Obat Kumur 190 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?
Meskipun obat-obatan di atas sangat efektif untuk meredakan nyeri sementara, kamu harus menyadari bahwa meminum obat pereda nyeri bukanlah solusi permanen untuk kasus impaksi gigi bungsu. Obat hanya menutupi gejala, sementara akar masalahnya—yakni posisi gigi yang salah atau rahang yang sempit—tetap ada. Kamu diwajibkan untuk segera mengunjungi dokter gigi spesialis bedah mulut jika mengalami tanda-tanda bahaya berikut ini:
1. Pembengkakan Parah Hingga ke Leher atau Pipi Luar
Jika gusi yang bengkak sudah membuat pipimu terlihat asimetris atau bengkaknya menyebar hingga ke area bawah rahang dan leher, ini adalah tanda abses (kumpulan nanah) atau infeksi serius yang bisa menyebar ke saluran pernapasan bagian atas.
2. Trismus (Kesulitan Membuka Mulut) dan Sulit Menelan
Infeksi yang berat pada gigi bungsu bawah dapat menyebabkan otot pengunyah mengalami kejang yang disebut trismus. Kondisi ini membuat kamu kesulitan membuka mulut lebar-lebar, tidak bisa mengunyah makanan, bahkan merasa sakit saat menelan ludah.
3. Demam Tinggi yang Tidak Kunjung Turun
Demam merupakan indikasi jelas bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bertarung melawan infeksi bakteri yang cukup masif di area gigi bungsu. Jika demam menyertai sakit gigi, perawatan medis seperti pemberian antibiotik resep dan tindakan pembersihan sangat diperlukan.
Studi Terkait Impaksi Gigi Bungsu
The Journal of the American Dental Association (JADA) menerbitkan studi komprehensif yang menjelaskan bahwa mempertahankan gigi bungsu yang mengalami impaksi asimptomatik (tidak bergejala awal) sering kali berujung pada patologi di kemudian hari, seperti karies pada gigi sebelah, kista rahang, hingga perikoronitis akut.
Studi ini menegaskan bahwa intervensi bedah (pencabutan gigi bungsu) lebih awal, terutama pada rentang usia 18 hingga 25 tahun, memiliki tingkat pemulihan yang jauh lebih cepat dan risiko komplikasi bedah yang lebih rendah dibandingkan jika dibiarkan hingga bertahun-tahun kemudian saat tulang rahang sudah semakin padat dan kaku.
Jika rasa nyeri tidak tertahankan, sangat disarankan agar kamu segera mengonsultasikan kondisi ini agar dokter dapat mengambil tindakan yang tepat, seperti rontgen panoramik untuk melihat posisi pasti gigi bungsu tersebut. Sementara itu, untuk mengatasi nyerinya di rumah, kamu bisa mendapatkan obat-obatan pereda nyeri dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.
Selain membeli obat, kamu juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter gigi melalui chat atau video call di aplikasi Halodoc untuk mendapatkan arahan pertolongan pertama sebelum datang langsung ke klinik atau rumah sakit terdekat.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Wisdom tooth extraction.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Impacted Wisdom Teeth: Symptoms, Causes & Treatment.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2024. Wisdom tooth removal.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Impaksi Gigi Bungsu, Kapan Harus Dicabut?
PubMed Central. Diakses pada 2024. Pericoronitis: Treatment and a clinical dilemma.
FAQ
1. Sebenarnya berapa lama sakit gigi bungsu berlangsung sebelum akhirnya sembuh total?
Jika sakit disebabkan oleh proses gigi menembus gusi secara normal, nyeri ringan biasanya mereda dalam 3 sampai 7 hari. Namun, jika gigi tumbuh miring (impaksi) dan menyebabkan infeksi, rasa sakit bisa datang dan pergi selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan tidak akan sembuh total sampai gigi tersebut dicabut oleh dokter bedah mulut.
2. Apakah semua gigi bungsu yang sakit wajib dioperasi atau dicabut?
Tidak selalu. Jika dokter gigi melihat bahwa rahangmu cukup besar dan posisi gigi bungsu tumbuh tegak lurus sempurna, rasa sakit yang muncul hanya sementara karena robekan gusi. Dalam kasus ini, gigi tidak perlu dicabut. Namun, jika dari hasil rontgen terlihat gigi menabrak gigi depannya atau tidak bisa keluar sepenuhnya, maka operasi pencabutan (odontektomi) adalah prosedur yang wajib dilakukan.
3. Bolehkah minum air es atau makan es krim saat gigi bungsu sedang bengkak?
Suhu dingin seperti es krim atau air es sebenarnya dapat membantu memberikan efek kebas sementara pada saraf di area gusi yang meradang, sehingga bisa sedikit meredakan nyeri dan mengecilkan pembengkakan pembuluh darah. Namun, hindari minuman manis yang berlebihan karena sisa gula bisa memicu pertumbuhan bakteri lebih cepat di lipatan gusi.
4. Apa efek samping jika sakit gigi bungsu dibiarkan dan hanya diobati dengan antinyeri terus-menerus?
Mengandalkan obat antinyeri secara terus-menerus sangat berbahaya bagi organ hati dan lambung. Selain itu, membiarkan impaksi gigi bungsu tanpa penanganan medis dapat menyebabkan infeksi menyebar ke aliran darah (sepsis), merusak struktur gigi geraham sehat di sebelahnya hingga keropos, serta berisiko memicu terbentuknya kista atau tumor jinak di dalam tulang rahang.



