Ad Placeholder Image

Sakit Hernia: Gejala, Jenis, dan Cara Mengobati Turun Berok

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 Februari 2026

Sakit Hernia: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasinya

Sakit Hernia: Gejala, Jenis, dan Cara Mengobati Turun BerokSakit Hernia: Gejala, Jenis, dan Cara Mengobati Turun Berok

Apa Itu Sakit Hernia?

Hernia, atau yang lebih dikenal dengan istilah turun berok, adalah kondisi medis yang terjadi ketika organ internal tubuh, umumnya usus, menonjol melalui celah atau titik lemah pada dinding otot atau jaringan ikat di sekitarnya. Penonjolan ini seringkali muncul sebagai benjolan yang terlihat atau teraba di area perut atau selangkangan.

Kondisi hernia dapat menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman, terutama saat melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan pada perut, seperti berdiri lama, batuk, atau mengangkat beban berat. Penting untuk dipahami bahwa hernia tidak dapat sembuh dengan sendirinya dan memerlukan penanganan medis yang tepat.

Gejala Hernia yang Perlu Diwaspadai

Gejala hernia dapat bervariasi tergantung pada jenis dan lokasi hernia. Namun, beberapa gejala umum yang seringkali muncul meliputi:

  • Timbul benjolan yang dapat hilang timbul di area perut atau selangkangan. Benjolan ini mungkin lebih terlihat saat berdiri, batuk, atau mengejan, dan bisa menghilang saat berbaring.
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman di area sekitar benjolan. Nyeri ini bisa berupa rasa sakit tumpul, rasa berat, atau sensasi terbakar.
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri saat membungkuk, mengangkat benda berat, atau melakukan aktivitas fisik lainnya.
  • Pada pria, dapat terjadi pembengkakan dan rasa tidak nyaman di sekitar testis jika hernia terjadi di area selangkangan (hernia inguinalis).

Penyebab Terjadinya Hernia

Hernia umumnya disebabkan oleh kombinasi antara kelemahan pada dinding otot atau jaringan ikat dengan peningkatan tekanan di dalam perut. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko terjadinya hernia meliputi:

  • Kelemahan otot bawaan sejak lahir.
  • Faktor usia yang menyebabkan otot dan jaringan ikat menjadi lebih lemah.
  • Riwayat operasi di area perut yang dapat meninggalkan bekas luka dan melemahkan dinding otot.
  • Mengangkat beban berat secara tidak benar atau terlalu sering.
  • Batuk kronis atau bersin yang terus-menerus.
  • Konstipasi atau kesulitan buang air besar yang menyebabkan mengejan berlebihan.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Kehamilan.

Jenis-Jenis Hernia yang Umum Ditemui

Terdapat beberapa jenis hernia yang umum terjadi, di antaranya:

  • Hernia Inguinalis: Jenis hernia yang paling umum, terjadi ketika usus menonjol melalui dinding perut di area selangkangan.
  • Hernia Femoralis: Terjadi ketika usus menonjol melalui saluran femoralis di paha bagian atas, lebih sering terjadi pada wanita.
  • Hernia Umbilikalis: Terjadi ketika usus menonjol melalui otot di sekitar pusar, sering terjadi pada bayi dan wanita hamil.
  • Hernia Insisional: Terjadi pada bekas luka operasi di perut, akibat melemahnya jaringan di area tersebut.

Penanganan dan Pengobatan Hernia

Penanganan utama untuk hernia adalah melalui tindakan operasi. Operasi bertujuan untuk mengembalikan organ yang menonjol ke posisi semula dan memperkuat dinding otot yang lemah. Terdapat dua jenis operasi hernia, yaitu:

  • Operasi Terbuka: Melibatkan sayatan besar untuk memperbaiki hernia.
  • Operasi Laparoskopi: Menggunakan sayatan kecil dan alat khusus (laparoskop) untuk memperbaiki hernia.

Jenis operasi yang dipilih akan tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi hernia, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Selain operasi, dokter mungkin juga merekomendasikan penggunaan penyangga hernia (hernia truss) untuk membantu menahan benjolan hernia dan mengurangi rasa tidak nyaman. Namun, penyangga hernia bukanlah solusi permanen dan hanya digunakan sebagai tindakan sementara sebelum operasi.

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala hernia yang disertai dengan:

  • Nyeri hebat dan mendadak di area benjolan.
  • Benjolan terasa keras dan tidak dapat didorong masuk.
  • Mual, muntah, dan demam.
  • Tidak bisa buang air besar atau buang angin.

Gejala-gejala ini dapat mengindikasikan terjadinya strangulasi hernia, yaitu kondisi serius di mana aliran darah ke organ yang terjebak terputus, yang memerlukan penanganan medis segera.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Hernia adalah kondisi medis yang memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat. Jika mengalami gejala yang mengarah pada hernia, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai. Penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup.