Ad Placeholder Image

Sakit Kepala di Belakang Mata? Jangan Panik, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Sakit Kepala di Belakang Mata: Ini Penyebab dan Solusi.

Sakit Kepala di Belakang Mata? Jangan Panik, Ini SebabnyaSakit Kepala di Belakang Mata? Jangan Panik, Ini Sebabnya

Sakit Kepala di Belakang Mata: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala di belakang mata adalah keluhan umum yang sering membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Nyeri ini bisa terasa tumpul, tajam, berdenyut, atau seperti tekanan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian serius. Memahami penyebabnya penting untuk menemukan penanganan yang tepat dan efektif.

Apa itu Sakit Kepala di Belakang Mata?

Sakit kepala di belakang mata merujuk pada rasa nyeri atau tekanan yang dirasakan pada area sekitar bola mata atau di bagian belakang kepala yang menjalar ke area mata. Keluhan ini seringkali disertai gejala lain seperti pandangan kabur, mata berair, atau sensitivitas terhadap cahaya. Karakteristik nyeri bisa bervariasi, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Gejala Sakit Kepala di Belakang Mata

Selain nyeri utama di belakang mata, ada beberapa gejala lain yang mungkin menyertai kondisi ini. Gejala-gejala ini dapat membantu dalam menentukan kemungkinan penyebabnya. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Nyeri berdenyut atau menusuk di sekitar mata.
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
  • Mata merah atau berair.
  • Pandangan kabur atau ganda.
  • Pusing atau mual.
  • Hidung tersumbat atau keluarnya cairan dari hidung.
  • Nyeri pada area wajah atau dahi.

Penyebab Sakit Kepala di Belakang Mata

Penyebab sakit kepala di belakang mata sangat beragam, mulai dari kondisi umum yang bisa diatasi dengan istirahat, hingga penyakit serius yang memerlukan penanganan medis. Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui:

Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala parah yang seringkali berdenyut dan biasanya terjadi di satu sisi kepala, namun bisa juga dirasakan di belakang mata. Migrain sering disertai gejala lain seperti mual, muntah, dan sensitivitas tinggi terhadap cahaya dan suara.

Sakit Kepala Tegang (Tension Headache)

Sakit kepala tegang umumnya menyebabkan nyeri tumpul yang terasa seperti ada ikatan di sekitar kepala. Nyeri ini bisa menjalar ke belakang mata, leher, dan bahu. Stres dan kelelahan adalah pemicu utama sakit kepala tegang.

Sinusitis

Peradangan pada rongga sinus, terutama sinus sphenoid atau etmoid yang terletak di belakang mata, dapat menyebabkan tekanan dan nyeri di area tersebut. Gejala lain yang menyertai sinusitis antara lain hidung tersumbat, nyeri wajah, dan demam.

Kelelahan Mata (Eye Strain)

Penggunaan gadget atau membaca dalam waktu lama tanpa istirahat dapat menyebabkan mata lelah. Kondisi ini bisa memicu sakit kepala di belakang mata, mata kering, dan penglihatan kabur.

Gangguan Refraksi

Masalah penglihatan seperti mata minus (miopi), mata plus (hipermetropi), atau silinder (astigmatisme) yang tidak terkoreksi dapat menyebabkan mata bekerja lebih keras. Usaha berlebihan ini memicu sakit kepala di belakang mata.

Neuritis Optik

Ini adalah peradangan pada saraf optik, yang menghubungkan mata ke otak. Neuritis optik dapat menyebabkan nyeri di belakang mata, terutama saat menggerakkan mata, dan sering disertai penurunan ketajaman penglihatan.

Glaucoma

Glaucoma adalah kondisi serius yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam mata. Glaucoma akut dapat menyebabkan nyeri parah di belakang mata, pandangan kabur, mata merah, dan mual.

Stres dan Kurang Istirahat

Faktor gaya hidup seperti stres berlebihan dan kurang tidur juga merupakan pemicu umum sakit kepala, termasuk nyeri yang terlokalisasi di belakang mata.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sakit kepala di belakang mata seringkali tidak berbahaya, ada beberapa tanda bahaya yang menunjukkan perlunya pemeriksaan medis segera. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami:

  • Nyeri parah dan tiba-tiba.
  • Nyeri yang disertai pandangan kabur, ganda, atau kehilangan penglihatan.
  • Mata merah atau bengkak.
  • Demam tinggi, leher kaku, atau ruam.
  • Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh.
  • Sakit kepala yang memburuk setelah cedera kepala.
  • Sakit kepala yang tidak membaik dengan istirahat atau obat pereda nyeri.

Cara Meredakan Sementara Sakit Kepala di Belakang Mata

Untuk meredakan sakit kepala di belakang mata secara sementara, beberapa langkah berikut dapat dicoba:

  • Istirahat Cukup: Tidur yang berkualitas membantu mengurangi ketegangan dan kelelahan.
  • Kompres Dingin atau Hangat: Tempelkan kompres dingin di dahi atau kompres hangat di area leher belakang.
  • Kelola Stres: Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.
  • Batasi Penggunaan Gadget: Istirahatkan mata secara berkala saat menatap layar.
  • Pijat Ringan: Pijat lembut area pelipis, dahi, atau belakang leher.

Pengobatan Sakit Kepala di Belakang Mata

Pengobatan sakit kepala di belakang mata sangat tergantung pada penyebabnya. Dokter akan melakukan diagnosis untuk menentukan kondisi yang mendasari dan meresepkan penanganan yang sesuai. Untuk nyeri yang ringan hingga sedang, obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan gejala.

Namun, penggunaan obat harus sesuai dosis yang dianjurkan dan tidak boleh menggantikan konsultasi medis untuk diagnosis yang tepat.

Jika penyebabnya adalah migrain, dokter mungkin meresepkan obat antimigrain khusus. Untuk sinusitis, mungkin diperlukan antibiotik atau dekongestan. Koreksi penglihatan dengan kacamata atau lensa kontak akan disarankan jika masalahnya berasal dari gangguan refraksi.

Pencegahan Sakit Kepala di Belakang Mata

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah proaktif dapat membantu mengurangi risiko sakit kepala di belakang mata:

  • Tidur teratur dan cukup.
  • Kelola stres dengan baik melalui aktivitas relaksasi.
  • Istirahatkan mata setiap 20-30 menit saat bekerja di depan layar (aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).
  • Periksa mata secara rutin untuk memastikan resep kacamata atau lensa kontak sudah tepat.
  • Konsumsi makanan bergizi dan minum air putih yang cukup.
  • Hindari pemicu sakit kepala yang diketahui, seperti makanan tertentu atau kurang tidur.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

Sakit kepala di belakang mata adalah keluhan yang umum, namun bisa menjadi indikator kondisi yang lebih serius. Penting untuk tidak mengabaikan gejala dan mencari bantuan medis profesional jika nyeri berlanjut, memburuk, atau disertai gejala mengkhawatirkan lainnya. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Jika memiliki kekhawatiran terkait sakit kepala di belakang mata atau memerlukan saran medis lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Halodoc siap menjadi mitra kesehatan.