Ad Placeholder Image

Sakit Leukimia: Penjelasan Mudah Kanker Darah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Yuk Pahami Leukimia: Kanker Darah Sumsum Tulang

Sakit Leukimia: Penjelasan Mudah Kanker DarahSakit Leukimia: Penjelasan Mudah Kanker Darah

Apa Itu Sakit Leukemia? Memahami Kanker Darah yang Menyerang Sumsum Tulang

Leukemia adalah jenis kanker yang berasal dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang. Kondisi ini menyebabkan tubuh memproduksi sel darah putih abnormal dalam jumlah besar yang tidak berfungsi dengan baik. Sel-sel kanker ini kemudian mengganggu produksi sel darah normal lainnya, seperti sel darah merah dan keping darah, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh dan fungsi organ lainnya.

Apabila tidak ditangani, leukemia dapat berbahaya dan mengancam jiwa. Klasifikasi penyakit ini didasarkan pada jenis sel darah yang terkena, yaitu limfoid atau mieloid, serta kecepatan perkembangannya yang bisa akut atau kronis.

Apa yang Terjadi Saat Leukemia?

Saat seseorang mengidap leukemia, sumsum tulang akan memproduksi sel darah putih yang belum matang atau disebut sel leukemik secara berlebihan. Sel-sel kanker ini berkembang biak dengan cepat dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Akibatnya, sel kanker mengalahkan dan menghambat pertumbuhan sel darah sehat. Ini menyebabkan beberapa masalah serius pada tubuh, antara lain:

  • Kekurangan Sel Darah Merah (Anemia): Menurunnya jumlah sel darah merah sehat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, menimbulkan gejala seperti kelelahan dan pucat.
  • Kekurangan Trombosit (Pendarahan): Jumlah trombosit yang rendah mengganggu proses pembekuan darah, meningkatkan risiko pendarahan dan memar yang tidak biasa.
  • Kekurangan Sel Darah Putih Matang (Infeksi): Sel darah putih yang abnormal tidak mampu melawan infeksi secara efektif, membuat sistem kekebalan tubuh sangat rentan terhadap berbagai penyakit.

Mengenal Jenis-Jenis Leukemia

Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel darah yang terkena dan kecepatan perkembangannya. Pemahaman mengenai jenis leukemia penting untuk menentukan strategi penanganan yang tepat.

  • Leukemia Akut: Jenis ini berkembang dengan sangat cepat. Sel-sel darah abnormal yang belum matang, atau disebut blast, terus-menerus diproduksi dan mengganggu fungsi sel normal dengan cepat. Contoh leukemia akut meliputi Leukemia Limfoblastik Akut (ALL) dan Leukemia Mieloid Akut (AML).
  • Leukemia Kronis: Berbeda dengan leukemia akut, jenis kronis berkembang secara perlahan. Pada leukemia kronis, sel-sel darah abnormal masih dapat berfungsi hingga batas tertentu pada tahap awal penyakit. Contoh leukemia kronis antara lain Leukemia Limfositik Kronis (CLL) dan Leukemia Mieloid Kronis (CML).

Gejala Leukemia yang Perlu Diwaspadai

Gejala leukemia bisa bervariasi tergantung jenis dan tahap penyakitnya. Namun, beberapa tanda umum yang sering muncul meliputi:

  • Kelelahan ekstrem dan kelemahan yang tidak kunjung hilang.
  • Demam tanpa sebab yang jelas atau seringnya mengalami infeksi.
  • Penurunan berat badan yang drastis tanpa upaya diet.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, hati, atau limpa.
  • Mudah memar atau terjadi pendarahan, seperti mimisan atau gusi berdarah.
  • Bintik-bintik merah kecil di kulit (petekie).
  • Nyeri tulang atau sendi.
  • Keringat berlebihan di malam hari.

Gejala-gejala ini dapat mirip dengan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk diagnosis akurat.

Penyebab dan Faktor Risiko Leukemia

Penyebab pasti leukemia hingga saat ini belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa leukemia terjadi akibat mutasi atau perubahan genetik pada DNA sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang.

Meskipun demikian, ada beberapa faktor risiko yang diduga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita leukemia:

  • Paparan radiasi tinggi atau bahan kimia tertentu seperti benzena.
  • Riwayat kemoterapi atau radioterapi sebelumnya.
  • Kelainan genetik tertentu, seperti Down syndrome.
  • Riwayat keluarga dengan leukemia.
  • Merokok.

Pilihan Pengobatan Leukemia

Pengobatan leukemia sangat tergantung pada jenis leukemia, usia pasien, dan tingkat penyebaran penyakit. Beberapa metode pengobatan yang umum digunakan antara lain:

  • Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Ini adalah bentuk pengobatan yang paling umum.
  • Terapi Radiasi: Menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker atau meringankan nyeri akibat pembengkakan.
  • Terapi Target: Obat-obatan yang dirancang khusus untuk menyerang kerentanan spesifik dalam sel kanker.
  • Transplantasi Sel Punca: Mengganti sumsum tulang yang sakit dengan sumsum tulang sehat dari donor.
  • Imunoterapi: Membantu sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan kanker.

Pencegahan dan Rekomendasi Medis

Meskipun penyebab pasti leukemia belum diketahui, menjaga gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pencegahan spesifik untuk leukemia tidak selalu memungkinkan karena banyak faktor yang di luar kendali.

Namun, penting untuk:

  • Menghindari paparan bahan kimia berbahaya.
  • Tidak merokok.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama jika memiliki faktor risiko.

Jika mengalami gejala yang dicurigai sebagai leukemia, sangat penting untuk segera mencari pemeriksaan medis. Deteksi dini dan diagnosis yang tepat merupakan kunci untuk penanganan yang efektif.

Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi terkait gejala dan kondisi kesehatan, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter profesional siap memberikan panduan dan rekomendasi medis yang sesuai.