Ad Placeholder Image

Sakit Mata Bagian Bawah: Kenali Penyebab dan Solusi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Sakit Mata Bagian Bawah: Penyebab Umum dan Cara Atasi

Sakit Mata Bagian Bawah: Kenali Penyebab dan SolusiSakit Mata Bagian Bawah: Kenali Penyebab dan Solusi

Sakit di bawah mata bisa menjadi keluhan yang mengganggu dan menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah ringan yang dapat diatasi secara mandiri hingga kondisi serius yang memerlukan penanganan medis profesional. Memahami penyebab dan gejala yang menyertai sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Pengertian Sakit Mata Bagian Bawah

Sakit mata bagian bawah merujuk pada rasa nyeri atau tidak nyaman yang muncul di area kelopak mata bawah atau di bawah bola mata. Sensasi ini bisa bervariasi, mulai dari nyeri tumpul, tajam, gatal, hingga rasa tertekan. Lokasi nyeri dapat meliputi kelopak mata, kulit di bawah mata, atau bahkan terasa menjalar dari area sekitar mata.

Kondisi ini dapat disertai dengan berbagai gejala lain seperti kemerahan, bengkak, mata berair, gatal, atau gangguan penglihatan. Penting untuk mengamati gejala-gejala penyerta agar dapat mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya dengan lebih akurat.

Penyebab Umum Sakit Mata Bagian Bawah

Banyak kondisi yang dapat menyebabkan rasa sakit di bawah mata. Beberapa penyebab paling umum meliputi:

Bintitan (Hordeolum)

Bintitan adalah infeksi bakteri pada kelenjar minyak di sekitar folikel bulu mata. Kondisi ini umumnya muncul sebagai benjolan merah yang nyeri, berisi nanah, dan terletak di tepi kelopak mata, termasuk bagian bawah. Infeksi sering terjadi akibat tangan kotor yang menyentuh mata atau kebersihan mata yang kurang terjaga.

Kalazion

Kalazion adalah benjolan kecil yang terbentuk di kelopak mata akibat penyumbatan kelenjar minyak Meibom. Berbeda dengan bintitan, kalazion biasanya tidak nyeri dan cenderung tumbuh lebih lambat. Benjolan ini bisa muncul di kelopak mata atas maupun bawah dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.

Alergi Mata

Reaksi alergi terhadap serbuk sari, debu, bulu hewan, atau iritan lainnya dapat menyebabkan mata gatal, merah, berair, dan bengkak, termasuk di area bawah mata. Rasa gatal yang intens seringkali memicu seseorang mengucek mata, memperparah iritasi dan nyeri.

Sinusitis

Inflamasi atau infeksi pada sinus (rongga di tulang wajah) dapat menyebabkan nyeri tekan di sekitar mata, hidung tersumbat, dan nyeri kepala. Rasa nyeri ini bisa menjalar ke area bawah mata karena kedekatan lokasi sinus dengan rongga mata.

Mata Lelah

Penggunaan gawai atau komputer dalam waktu lama, kurang tidur, atau membaca di pencahayaan redup dapat menyebabkan ketegangan pada otot mata. Kondisi ini sering disebut astenopia atau mata lelah, yang dapat menimbulkan rasa sakit, pegal, atau sensasi tertekan di sekitar mata, termasuk bagian bawah.

Cedera Mata

Benturan pada mata, masuknya benda asing, atau trauma lainnya dapat menyebabkan nyeri langsung di bawah mata. Tingkat keparahan nyeri akan bergantung pada jenis dan luasnya cedera yang dialami.

Gejala Lain yang Menyertai Sakit Mata Bagian Bawah

Selain nyeri, sakit mata bagian bawah dapat disertai beberapa gejala, seperti:

  • Mata merah atau iritasi.
  • Pembengkakan pada kelopak mata atau area di bawah mata.
  • Rasa gatal atau sensasi terbakar.
  • Mata berair secara berlebihan.
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
  • Keluarnya cairan, baik bening maupun nanah.
  • Pandangan kabur atau terganggu.
  • Demam atau sakit kepala (terutama jika berkaitan dengan infeksi).

Penanganan Awal Sakit Mata Bagian Bawah

Penanganan awal dapat membantu meredakan gejala sakit mata bagian bawah. Beberapa langkah yang bisa dicoba meliputi:

Kompres Hangat

Kompres hangat dapat membantu meredakan nyeri, mengurangi bengkak, dan melancarkan sumbatan pada kelenjar minyak, terutama untuk kasus bintitan atau kalazion. Lakukan selama 5-10 menit, 3-4 kali sehari.

Menjaga Kebersihan Mata

Hindari menyentuh atau mengucek mata dengan tangan kotor. Bersihkan area mata secara lembut menggunakan kapas atau kain bersih yang dibasahi air hangat. Ini penting untuk mencegah penyebaran infeksi.

Istirahat Cukup

Memberikan istirahat yang cukup untuk mata dapat membantu mengurangi ketegangan dan kelelahan mata. Hindari penggunaan gawai berlebihan dan pastikan mendapatkan tidur yang berkualitas.

Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri bebas seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi nyeri ringan. Ikuti dosis yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun banyak kasus sakit mata bagian bawah dapat diatasi dengan penanganan mandiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Seseorang dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami:

  • Nyeri hebat atau terus-menerus yang tidak membaik.
  • Pembengkakan parah atau kemerahan yang meluas.
  • Keluarnya nanah atau cairan kental dari mata.
  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau ganda.
  • Mata sangat sensitif terhadap cahaya.
  • Ada benda asing yang masuk ke mata.
  • Gejala yang disertai demam atau sakit kepala parah.
  • Kondisi tidak membaik setelah beberapa hari penanganan mandiri.

Pencegahan Sakit Mata Bagian Bawah

Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko sakit mata bagian bawah:

  • Mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum menyentuh mata.
  • Hindari berbagi kosmetik mata dengan orang lain.
  • Membersihkan riasan mata secara menyeluruh sebelum tidur.
  • Menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas yang berisiko cedera mata.
  • Mengatur pencahayaan yang cukup saat membaca atau menggunakan gawai.
  • Melakukan istirahat mata berkala saat bekerja di depan layar (aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).
  • Mengelola alergi dengan menghindari pemicu atau menggunakan obat antialergi sesuai anjuran dokter.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Sakit mata bagian bawah dapat disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari infeksi ringan seperti bintitan hingga kondisi yang lebih kompleks. Penanganan yang tepat memerlukan identifikasi penyebabnya. Apabila gejala tidak membaik, disertai nyeri parah, keluar nanah, atau mengganggu penglihatan, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis.

Melalui Halodoc, seseorang dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis mata secara praktis untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang sesuai. Dokter dapat memberikan resep obat, anjuran penanganan lebih lanjut, atau merujuk ke pemeriksaan spesialis jika diperlukan.