• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit saat Berhubungan Intim? Bisa Jadi Mengidap Penyakit Ini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit saat Berhubungan Intim? Bisa Jadi Mengidap Penyakit Ini

Sakit saat Berhubungan Intim? Bisa Jadi Mengidap Penyakit Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 22 Juni 2018
Sakit saat Berhubungan Intim? Bisa Jadi Mengidap Penyakit IniSakit saat Berhubungan Intim? Bisa Jadi Mengidap Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta – Rasa sakit saat berhubungan intim jangan dianggap remeh, karena bisa jadi ini adalah tanda kalau kamu sedang mengidap penyakit tertentu. Permasalahan rasa sakit saat berhubungan intim pada wanita tidak hanya dikarenakan kurangnya produksi pelumas pada Miss V saja, tetapi bisa jadi ada banyak faktor. Baca juga: Disebut Sebagai Orientasi Seksual Baru, apa Itu Panseksual?

  1. Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual bisa menjadi penyebab umum rasa sakit saat berhubungan intim. Gairah yang menurun, tidak ada keinginan untuk berhubungan intim padahal sudah menerima rangsangan dari pasangan, serta tidak bisa orgasme kemudian timbul rasa sakit saat penetrasi, bisa jadi seorang wanita sedang mengalami disfungsi seksual.

  1. Infeksi Jamur pada Miss V

Infeksi jamur pada organ genital wanita bisa jadi penyebab sakit saat berhubungan intim. Infeksi jamur bisa mengurangi produksi pelumas pada Miss V, sehingga menciptakan rasa sakit saat terjadi penetrasi. Infeksi jamur bisa terjadi karena beberapa hal, mulai dari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat, minum antibiotik tertentu, sedang hamil, dan mengidap diabetes. Baca juga: 6 Cara Membaca Gestur Seseorang Jika Berbohong

  1. Penyakit Kelamin

Mengidap penyakit kelamin tertentu bisa menjadi penyebab rasa sakit saat berhubungan intim. Herpes genital, gonore, klamidia, sampai pada kista ovarium dan peradangan panggul. Penyakit kelamin yang menimbulkan infeksi seperti herpes memang biasa mengakibatkan rasa sakit saat penetrasi karena pergesekan area infeksi tersebut.

Mengalami ketidaknyamanan saat berhubungan intim tidak hanya terjadi pada wanita saja, melainkan juga pada pria. Rasa nyeri tersebut bisa disebabkan karena penyakit kelamin dan juga penyakit yang lebih spesifik seperti prostatis di mana terjadi pembengkakan pada kelenjar prostat yang mengakibatkan rasa nyeri di bagian belakang batang Mr P, peyronie yaitu disfungsi ereksi ketika kondisi Mr P menekuk saat mengalami ereksi, masalah pada kulit kulup seperti struktur abnormal pada kulup, hipospadia yaitu kondisi Mr P di mana bukaan saluran berkemih tidak berada di bagian depan melainkan bawah, dan priapismus yaitu kondisi ereksi permanen yang bisa memakan waktu sampai empat jam.

Penyebab Lain Sakit saat Berhubungan Intim

Selain mengidap penyakit tertentu, rasa sakit saat berhubungan intim bisa disebabkan hal-hal lain seperti faktor psikologi di mana salah satu pasangan mengalami pelecehan seksual atau ketidaknyamanan karena hubungan intim yang dipaksakan. Bisa saja pasangan saat itu sedang tidak mood tapi memaksakan diri untuk berhubungan, sehingga menyebabkan rasa sakit.

Salah posisi saat penetrasi juga bisa menyebabkan rasa nyeri saat berhubungan intim. Bisa jadi kamu menyenangi posisi tertentu, sedangkan bagi pasangan gaya tersebut tidak nyaman. Karena memaksakan diri mengakibatkan rasa sakit saat berhubungan intim. Biasanya posisi women on top dengan membelakangi pasangan rentan mencederai Mr P bila posisi gerakan salah. Selain itu, bisa saja untuk sebagian wanita, doggy style sangat tidak nyaman. Baca juga: Susah BAB Saat Bepergian? Ini Alasannya!

Sejatinya masing-masing orang mempunyai sensitivitas serta kenyamanannya sendiri dalam berhubungan intim. Hal inilah sebaiknya perlu kamu diskusikan dengan pasangan. Apalagi kalau ternyata rasa nyeri saat berubungan intim tersebut disebabkan oleh penyakit kelamin. Ada baiknya kamu menghentikan sementara hubungan intim supaya tidak terinfeksi penyakit menular seksual.

Cari tahu informasi lebih banyak mengenai penyebab rasa sakit saat berhubungan intim dengan cara menanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.