Ad Placeholder Image

Sakit Saat Kencing? Ini Disuria: Gejala dan Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Disuria: Anyang-Anyangan Perih Saat Kencing? Pahami!

Sakit Saat Kencing? Ini Disuria: Gejala dan PenyebabnyaSakit Saat Kencing? Ini Disuria: Gejala dan Penyebabnya

Disuria adalah istilah medis yang menggambarkan sensasi nyeri, perih, atau tidak nyaman saat buang air kecil. Kondisi ini sering digambarkan seperti rasa terbakar atau menyengat di area uretra, saluran yang membawa urine keluar dari tubuh. Penting untuk diketahui bahwa disuria bukanlah penyakit itu sendiri, melainkan merupakan gejala dari masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

Kondisi ini umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, dari segala usia. Disuria sering kali menjadi pertanda adanya gangguan pada saluran kemih atau organ terkait lainnya.

Apa Itu Disuria?

Disuria berasal dari bahasa Yunani yang berarti “buang air kecil yang sulit atau menyakitkan”. Sensasi nyeri yang muncul dapat bervariasi, mulai dari rasa tidak nyaman yang ringan hingga nyeri hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa sakit ini umumnya terlokalisasi di area uretra, kandung kemih, atau area genital sekitarnya.

Kondisi ini bisa bersifat akut (muncul tiba-tiba) atau kronis (berlangsung lama). Karena disuria adalah gejala, identifikasi penyebab utamanya sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat.

Gejala Disuria Lainnya yang Mungkin Menyertai

Selain nyeri saat buang air kecil, disuria seringkali disertai dengan gejala lain yang dapat memberikan petunjuk mengenai penyebabnya. Gejala-gejala ini mungkin termasuk:

  • Sering buang air kecil atau keinginan mendesak untuk buang air kecil (frekuensi dan urgensi).
  • Sulit menahan buang air kecil.
  • Perubahan warna urine, seperti keruh atau kemerahan (disertai darah).
  • Bau urine yang menyengat atau tidak biasa.
  • Demam atau menggigil.
  • Nyeri di punggung bagian bawah atau perut bagian bawah.
  • Pada pria, nyeri di area testis atau penis.
  • Pada wanita, nyeri panggul atau sensasi gatal pada area kewanitaan.

Penyebab Umum Disuria

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan disuria. Mengenali penyebabnya adalah langkah pertama untuk mengatasi nyeri saat buang air kecil. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum:

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Ini adalah penyebab disuria yang paling sering, terutama pada wanita. ISK terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak di saluran kemih, termasuk uretra, kandung kemih, atau bahkan ginjal. Gejala ISK seringkali meliputi nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, dan urine keruh atau berbau menyengat.
  • Penyakit Menular Seksual (PMS): Infeksi seperti klamidia, gonore, atau herpes genital dapat menyebabkan peradangan pada uretra dan area genital, yang mengakibatkan disuria.
  • Batu Saluran Kemih: Batu yang terbentuk di ginjal, ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih), atau kandung kemih dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil, terutama jika batu tersebut bergerak atau mengiritasi saluran kemih.
  • Masalah Prostat pada Pria: Pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia/BPH) atau peradangan prostat (prostatitis) dapat menekan uretra, menyebabkan nyeri dan kesulitan saat buang air kecil.
  • Vaginitis atau Iritasi Vagina: Pada wanita, peradangan vagina akibat infeksi jamur, bakteri, atau iritasi dari sabun/produk kebersihan dapat menyebabkan rasa terbakar saat urine melewati area yang meradang.
  • Uretritis non-infeksi: Peradangan pada uretra yang tidak disebabkan oleh infeksi, misalnya akibat gesekan, cedera, atau paparan bahan kimia tertentu.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika mengalami disuria, terutama jika disertai demam, nyeri punggung, atau darah dalam urine, sangat disarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Diagnosis Disuria

Dokter akan melakukan wawancara medis mendetail mengenai riwayat kesehatan dan gejala yang dialami. Pemeriksaan fisik mungkin diperlukan, diikuti dengan tes urine untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi atau masalah lain. Dalam beberapa kasus, tes pencitraan atau prosedur lain mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab yang lebih kompleks.

Pengobatan Disuria

Pengobatan disuria sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh Infeksi Saluran Kemih (ISK), antibiotik biasanya diresepkan. Untuk PMS, pengobatan spesifik sesuai jenis infeksinya akan diberikan. Jika penyebabnya adalah batu saluran kemih, penanganan bisa bervariasi mulai dari minum banyak cairan hingga prosedur medis untuk mengeluarkan batu.

Penting untuk mengikuti anjuran dokter dan tidak mengonsumsi obat tanpa resep, karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri.

Pencegahan Disuria

Meskipun tidak semua penyebab disuria dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko, terutama untuk ISK:

  • Minum air putih yang cukup untuk membantu membersihkan saluran kemih.
  • Jangan menunda buang air kecil.
  • Pada wanita, bersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air besar untuk mencegah bakteri masuk ke uretra.
  • Hindari penggunaan produk kebersihan kewanitaan yang mengandung pewangi atau bahan kimia iritatif.
  • Buang air kecil setelah berhubungan intim.

Disuria adalah gejala yang memerlukan perhatian medis untuk mengidentifikasi dan mengatasi penyebabnya. Mengabaikan disuria dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai disuria dan mendapatkan penanganan yang tepat, sangat direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis atau mendapatkan rekomendasi obat yang sesuai dengan resep dokter.