Ad Placeholder Image

Salpingo Oophorectomy: Ini Alasan, Prosedur, dan Dampak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 April 2026

Salpingo Oophorectomy: Pengertian dan Prosedurnya

Salpingo Oophorectomy: Ini Alasan, Prosedur, dan DampakSalpingo Oophorectomy: Ini Alasan, Prosedur, dan Dampak

Salpingo Oophorectomy Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Dampaknya

Salpingo oophorectomy adalah prosedur bedah untuk mengangkat satu atau kedua ovarium (indung telur) dan tuba fallopi (saluran telur). Operasi ini penting untuk penanganan berbagai kondisi kesehatan wanita, mulai dari kanker hingga penyakit jinak yang memengaruhi sistem reproduksi. Pemahaman yang akurat mengenai prosedur ini sangat krusial bagi individu yang akan menjalaninya atau mereka yang mencari informasi detail.

Apa Itu Salpingo Oophorectomy?

Salpingo oophorectomy adalah tindakan pembedahan yang melibatkan pengangkatan ovarium dan tuba fallopi. Ovarium adalah organ reproduksi wanita yang memproduksi sel telur dan hormon, sementara tuba fallopi adalah saluran yang menghubungkan ovarium ke rahim. Prosedur ini sering kali menjadi pilihan saat ada indikasi medis yang serius.

Operasi ini dapat dilakukan pada satu sisi tubuh (unilateral) atau kedua sisi (bilateral), tergantung pada kondisi pasien. Keputusan untuk melakukan salpingo oophorectomy didasarkan pada diagnosis dan riwayat kesehatan individu. Prosedur ini dapat memiliki dampak signifikan terhadap kesuburan dan keseimbangan hormonal wanita.

Jenis-Jenis Salpingo Oophorectomy

Ada beberapa jenis salpingo oophorectomy yang ditentukan berdasarkan jumlah organ yang diangkat dan apakah ada prosedur tambahan. Pemilihan jenis operasi ini disesuaikan dengan kebutuhan medis dan kondisi pasien.

  • Unilateral Salpingo-Oophorectomy: Pengangkatan satu tuba fallopi dan satu ovarium. Prosedur ini biasanya dilakukan jika masalah hanya terjadi pada satu sisi.
  • Bilateral Salpingo-Oophorectomy: Pengangkatan kedua tuba fallopi dan kedua ovarium. Jenis ini sering direkomendasikan untuk kondisi yang lebih serius atau sebagai tindakan pencegahan.
  • Histerektomi dengan Salpingo-Oophorectomy: Prosedur ini dilakukan bersamaan dengan pengangkatan rahim (histerektomi). Kombinasi operasi ini umum dilakukan ketika ada kebutuhan untuk mengangkat seluruh organ reproduksi wanita.

Tujuan dan Indikasi Medis Salpingo Oophorectomy

Salpingo oophorectomy dilakukan untuk berbagai tujuan medis, mulai dari pengobatan hingga pencegahan penyakit. Setiap indikasi memiliki alasan yang kuat untuk dilakukannya prosedur ini.

  • Kanker Ovarium: Prosedur ini menjadi bagian penting dalam pengobatan kanker ovarium, serta untuk mencegah kekambuhan penyakit. Pengangkatan organ yang terkena membantu menghentikan penyebaran sel kanker.
  • Pencegahan Kanker: Pada pasien dengan risiko tinggi terkena kanker ovarium atau kanker payudara, seperti mereka dengan mutasi genetik BRCA1 atau BRCA2, salpingo oophorectomy dapat dilakukan sebagai tindakan profilaksis. Ini bertujuan mengurangi risiko kanker secara signifikan.
  • Kondisi Jinak: Beberapa kondisi non-kanker juga memerlukan operasi ini. Ini termasuk kista ovarium besar yang menimbulkan gejala, endometriosis berat yang tidak responsif terhadap pengobatan lain, abses tubo-ovarium, atau torsi adneksa (ovarium terpelintir) yang menyebabkan nyeri akut dan kerusakan jaringan.

Metode Operasi Salpingo Oophorectomy

Prosedur salpingo oophorectomy dapat dilakukan dengan dua metode utama, yaitu laparoskopi atau laparotomi. Pilihan metode bergantung pada kondisi pasien, tingkat keparahan penyakit, dan pertimbangan dokter bedah.

Metode laparoskopi melibatkan sayatan kecil pada perut, di mana dokter memasukkan alat khusus dan kamera untuk melakukan operasi. Teknik ini sering disebut sebagai operasi lubang kunci, dengan keunggulan pemulihan yang lebih cepat dan bekas luka yang minimal. Sebaliknya, laparotomi adalah operasi terbuka yang memerlukan sayatan lebih besar pada perut untuk memberikan akses langsung ke organ. Metode ini mungkin diperlukan untuk kasus yang lebih kompleks atau ketika ada kecurigaan kanker yang luas.

Dampak dan Pemulihan Setelah Salpingo Oophorectomy

Salpingo oophorectomy dapat memiliki dampak signifikan pada tubuh wanita, terutama jika kedua ovarium diangkat. Pemulihan setelah prosedur juga memerlukan perhatian khusus.

Jika kedua ovarium diangkat (bilateral salpingo-oophorectomy), tubuh akan berhenti memproduksi hormon estrogen dan progesteron secara tiba-tiba. Hal ini memicu menopause instan atau dini, dengan gejala seperti hot flashes (sensasi panas), vagina kering, perubahan suasana hati, dan gangguan tidur. Selain itu, pasien tidak lagi dapat hamil secara alami karena ovarium yang menghasilkan sel telur telah diangkat, menyebabkan infertilitas permanen.

Untuk mengatasi gejala menopause dini, pasien sering kali memerlukan terapi pengganti hormon (HRT). Terapi ini membantu mengganti hormon yang hilang dan meredakan ketidaknyamanan. Pemulihan fisik setelah operasi bervariasi tergantung pada metode yang digunakan dan kondisi kesehatan umum pasien, namun umumnya memerlukan waktu beberapa minggu untuk kembali beraktivitas normal.

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai salpingo oophorectomy atau kondisi kesehatan lainnya, konsultasikan dengan dokter ahli melalui Halodoc.