Ad Placeholder Image

Sariawan Anak Sebabkan Demam? Simak Penjelasan Ini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Sariawan Anak Bikin Demam? Simak Faktanya!

Sariawan Anak Sebabkan Demam? Simak Penjelasan IniSariawan Anak Sebabkan Demam? Simak Penjelasan Ini

Mengungkap Fakta: Apakah Sariawan pada Anak Bisa Menyebabkan Demam?

Banyak orang tua sering bertanya-tanya apakah sariawan pada anak bisa menyebabkan demam. Faktanya, sariawan pada anak memang bisa menyebabkan demam, terutama jika kondisi sariawan tergolong parah atau merupakan gejala dari infeksi virus tertentu.

Demam yang menyertai sariawan menandakan adanya respons peradangan yang lebih luas dalam tubuh. Hal ini bisa menjadi indikasi infeksi yang lebih serius atau peradangan berat yang memerlukan perhatian medis.

Apa Itu Sariawan pada Anak?

Sariawan atau stomatitis aftosa adalah luka terbuka kecil yang muncul di dalam mulut, seperti di lidah, bibir bagian dalam, pipi, atau gusi. Sariawan umumnya terasa nyeri dan bisa membuat anak sulit makan atau minum.

Penyebab sariawan bervariasi, mulai dari cedera kecil akibat tergigit, kekurangan nutrisi, alergi makanan, hingga respons terhadap stres. Pada kebanyakan kasus, sariawan biasa tidak disertai demam.

Kapan Sariawan pada Anak Bisa Menyebabkan Demam?

Sariawan yang disertai demam pada anak seringkali merupakan tanda adanya infeksi yang mendasari. Ini bukan karena sariawan itu sendiri yang menyebabkan demam, melainkan respons tubuh terhadap infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan timbulnya sariawan.

Demam adalah mekanisme pertahanan alami tubuh untuk melawan infeksi. Jika anak mengalami sariawan parah disertai demam tinggi, ada beberapa kemungkinan penyebab yang perlu diwaspadai:

  • **Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura:** Infeksi virus yang ditandai dengan sariawan di mulut, ruam atau bintik merah di tangan, kaki, dan terkadang di area bokong. HFMD sering disertai demam tinggi, sakit tenggorokan, dan nyeri saat menelan.
  • **Herpetic Gingivostomatitis:** Ini adalah infeksi virus herpes simpleks yang umum terjadi pada anak-anak. Gejalanya meliputi sariawan yang menyebar luas di gusi dan bagian dalam mulut, gusi bengkak dan merah, serta demam tinggi. Anak juga mungkin mengalami iritabilitas dan kehilangan nafsu makan.
  • **Radang Tenggorokan atau Tonsilitis:** Infeksi bakteri atau virus pada tenggorokan dan amandel dapat menyebabkan sariawan di area mulut, kesulitan menelan, dan demam. Amandel bisa tampak merah dan bengkak, terkadang disertai bercak putih.
  • **Infeksi Virus Lainnya:** Beberapa infeksi virus lain seperti flu biasa atau infeksi pernapasan atas juga bisa memicu sariawan sebagai salah satu gejala, terutama jika sistem kekebalan tubuh anak sedang lemah.

Apabila sariawan pada anak disertai demam, ini menjadi indikator bahwa tubuh sedang berjuang melawan infeksi. Kondisi ini memerlukan pemantauan lebih serius dan mungkin intervensi medis.

Gejala Sariawan pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Orang tua perlu mewaspadai sariawan pada anak jika disertai gejala berikut:

  • Demam tinggi (di atas 38,5°C) yang tidak kunjung reda.
  • Sariawan sangat banyak, besar, atau menyebar luas di seluruh area mulut.
  • Kesulitan makan dan minum yang parah, berpotensi menyebabkan dehidrasi.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
  • Lemas dan rewel yang tidak biasa.
  • Munculnya ruam atau bintik merah di bagian tubuh lain (tangan, kaki, bokong).
  • Sariawan tidak membaik setelah satu minggu atau justru memburuk.

Penanganan Sariawan dan Demam pada Anak

Jika sariawan pada anak disertai demam, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang tepat akan bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Namun, ada beberapa langkah umum yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala:

  • **Pastikan Asupan Cairan Cukup:** Dorong anak untuk minum air putih, jus buah tanpa asam, atau kaldu bening untuk mencegah dehidrasi. Hindari minuman asam atau bersoda yang dapat memperburuk nyeri sariawan.
  • **Makanan Lembut dan Dingin:** Berikan makanan bertekstur lembut dan mudah ditelan seperti bubur, yoghurt, es krim, atau puding. Makanan dingin dapat membantu meredakan nyeri.
  • **Obat Penurun Demam:** Berikan parasetamol atau ibuprofen khusus anak sesuai dosis anjuran dokter untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri.
  • **Jaga Kebersihan Mulut:** Meskipun sulit, ajarkan anak untuk berkumur dengan air garam hangat (untuk anak yang lebih besar) atau bersihkan mulut dengan lembut menggunakan kain kasa basah.

Pencegahan Sariawan pada Anak

Beberapa upaya pencegahan dapat membantu mengurangi risiko sariawan pada anak:

  • **Jaga Kebersihan Mulut:** Biasakan anak menyikat gigi dua kali sehari dengan sikat gigi berbulu lembut.
  • **Nutrisi Seimbang:** Pastikan anak mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang cukup, terutama vitamin B dan zat besi.
  • **Hindari Cedera Mulut:** Pantau kebiasaan anak yang bisa menyebabkan luka di mulut, seperti menggigit pipi bagian dalam.
  • **Cuci Tangan Teratur:** Ajarkan anak mencuci tangan secara teratur untuk mencegah penyebaran infeksi virus.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila sariawan pada anak disertai demam, segera konsultasikan dengan dokter. Hal ini penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai.

Jangan menunda pemeriksaan jika anak menunjukkan gejala dehidrasi, demam tinggi yang tidak turun, atau sariawan yang sangat parah dan menyakitkan. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran medis dan arahan penanganan yang tepat.