Ad Placeholder Image

Sariawan Berlubang: Kenapa Muncul? Begini Solusinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Sariawan Berlubang? Ini Cara Mudah Mengatasinya

Sariawan Berlubang: Kenapa Muncul? Begini Solusinya!Sariawan Berlubang: Kenapa Muncul? Begini Solusinya!

Sariawan berlubang, atau sering juga disebut sebagai ulkus mulut, adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan signifikan di area mulut. Luka ini ditandai dengan adanya cekungan atau lubang kecil yang menyakitkan pada lapisan mukosa mulut, seperti di bibir bagian dalam, pipi, lidah, atau gusi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, sariawan berlubang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, dan berbicara.

Apa Itu Sariawan Berlubang?

Sariawan berlubang adalah jenis luka terbuka pada jaringan lunak di dalam mulut, yang seringkali berbentuk bulat atau oval dengan bagian tengah yang cekung dan berwarna putih kekuningan, dikelilingi oleh area merah meradang. Istilah medis untuk sariawan jenis ini adalah ulkus aftosa rekuren. Luka ini berbeda dengan luka akibat infeksi herpes.

Kondisi ini dapat muncul sebagai satu luka tunggal atau beberapa luka sekaligus. Meskipun ukurannya bervariasi, sariawan berlubang seringkali terasa sangat nyeri, terutama saat bersentuhan dengan makanan atau minuman tertentu. Proses penyembuhannya bisa memakan waktu satu hingga dua minggu, tergantung pada ukuran dan penyebabnya.

Gejala Sariawan Berlubang

Gejala utama sariawan berlubang adalah adanya luka di mulut yang terasa nyeri. Luka ini memiliki ciri khas berupa area cekung berwarna putih atau kekuningan di bagian tengah, dikelilingi oleh batas merah. Penderitanya mungkin merasakan sensasi perih atau terbakar sebelum luka muncul.

Selain nyeri, gejala lain yang mungkin menyertai sariawan bolong meliputi kesulitan saat mengunyah atau menelan, sensitivitas terhadap makanan pedas, asam, atau panas, serta pembengkakan kelenjar getah bening di leher pada kasus yang parah atau terkait infeksi. Pada beberapa orang, sariawan ini dapat menyebabkan demam ringan dan rasa tidak enak badan.

Penyebab Munculnya Sariawan Berlubang

Sariawan berlubang dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan mulut dan tubuh secara keseluruhan. Memahami pemicunya penting untuk penanganan dan pencegahan yang efektif.

Trauma Fisik

Cedera pada mulut adalah penyebab umum sariawan berlubang. Ini bisa terjadi akibat tergigit secara tidak sengaja saat makan, sikat gigi yang terlalu kasar dan melukai gusi atau pipi bagian dalam, atau karena gesekan dari gigi yang patah, tajam, atau tambalan gigi yang tidak rata. Penggunaan kawat gigi atau gigi palsu yang tidak pas juga dapat memicu trauma.

Kebersihan Mulut yang Buruk

Kurangnya menjaga kebersihan mulut dapat meningkatkan risiko terjadinya sariawan berlubang. Akumulasi bakteri di mulut akibat jarang menyikat gigi atau menggunakan obat kumur secara tidak teratur bisa memicu peradangan dan infeksi, yang kemudian berkembang menjadi sariawan.

Kekurangan Nutrisi

Asupan nutrisi yang tidak memadai, terutama kekurangan zat besi, vitamin B12, folat, dan seng, dapat melemahkan mukosa mulut dan membuatnya lebih rentan terhadap luka. Nutrisi ini esensial untuk regenerasi sel dan menjaga kekebalan tubuh.

Stres dan Perubahan Hormon

Stres fisik maupun emosional telah lama dikaitkan dengan munculnya sariawan. Perubahan hormon, seperti yang terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause, juga dapat menjadi pemicu pada beberapa individu.

Infeksi

Infeksi dari jamur, seperti Candida albicans (penyebab sariawan kandidiasis), atau virus, seperti virus herpes simpleks, dapat menyebabkan luka di mulut yang mirip dengan sariawan berlubang. Infeksi bakteri dari masalah gigi berlubang atau gigi yang tajam juga bisa menjadi penyebab luka.

Cara Mengatasi Sariawan Berlubang

Penanganan sariawan berlubang bertujuan untuk meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan. Beberapa langkah dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

Menjaga Kebersihan Mulut

Sangat penting untuk menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara lembut dua kali sehari menggunakan sikat gigi berbulu halus. Kumur-kumur dengan air garam hangat atau obat kumur antiseptik bebas alkohol dapat membantu membersihkan area luka dan mengurangi bakteri.

Menghindari Pemicu

Selama proses penyembuhan, hindari makanan yang pedas, asam, atau terlalu panas karena dapat mengiritasi sariawan dan memperparah nyeri. Makanan dengan tekstur keras juga sebaiknya dihindari untuk mencegah gesekan pada luka.

Kompres Dingin

Mengompres area sariawan dengan es batu yang dibungkus kain bersih selama beberapa menit dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan. Cara ini bisa diulang beberapa kali sehari.

Penggunaan Obat Sariawan

Berbagai produk bebas di apotek tersedia untuk sariawan, seperti gel, salep, atau semprotan yang mengandung antiseptik atau anestesi lokal. Produk ini membantu melindungi luka dan mengurangi rasa sakit sementara.

Penanganan Nyeri dengan

Jika nyeri akibat sariawan berlubang terasa sangat mengganggu, terutama pada anak-anak, pereda nyeri seperti paracetamol dapat membantu. Selalu ikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter.

Pencegahan Sariawan Berlubang

Pencegahan adalah kunci untuk menghindari kekambuhan sariawan berlubang. Langkah-langkah preventif meliputi:

  • Menerapkan kebersihan mulut yang optimal dengan menyikat gigi secara teratur dan menggunakan benang gigi.
  • Menghindari makanan atau minuman yang dapat memicu sariawan, seperti makanan asam, pedas, atau keras.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk memastikan asupan vitamin dan mineral yang cukup, terutama zat besi dan vitamin B.
  • Mengelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi atau aktivitas yang menyenangkan.
  • Memeriksakan gigi secara rutin ke dokter gigi untuk mengatasi masalah gigi berlubang atau gigi yang tajam.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar sariawan berlubang dapat sembuh sendiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika sariawan tidak membaik setelah dua minggu, nyeri sangat hebat dan tidak tertahankan meskipun sudah diobati, atau jika disertai demam tinggi dan pembengkakan kelenjar getah bening yang signifikan.

Selain itu, waspadai jika sariawan muncul secara berulang dan sering, ukurannya sangat besar, atau jika ada dugaan sariawan disebabkan oleh infeksi gigi yang lebih serius. Pemeriksaan oleh profesional medis diperlukan untuk diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

Kesimpulan: Rekomendasi Medis Halodoc

Sariawan berlubang merupakan kondisi umum yang dapat diatasi dengan perawatan mandiri dan menjaga kebersihan mulut. Pastikan untuk menghindari pemicu, menjaga asupan nutrisi, dan mengelola stres.

Apabila sariawan berlubang tidak kunjung membaik, menimbulkan nyeri hebat, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat mencari dan menghubungi dokter gigi atau dokter umum terpercaya untuk mendapatkan penanganan yang akurat dan sesuai.