Ad Placeholder Image

Sariawan di Mata Bagian Dalam: Bukan Sariawan Biasa?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Sariawan di Mata Bagian Dalam? Ini Bintitan Kelopak!

Sariawan di Mata Bagian Dalam: Bukan Sariawan Biasa?Sariawan di Mata Bagian Dalam: Bukan Sariawan Biasa?

Mengenal Sariawan di Mata Bagian Dalam: Bintitan dan Kalazion

Istilah “sariawan di mata bagian dalam” sering digunakan untuk menggambarkan benjolan atau iritasi pada kelopak mata bagian dalam. Namun, kondisi ini berbeda dengan sariawan mulut dan umumnya merujuk pada kondisi medis seperti bintitan internal (hordeolum) atau kalazion. Kedua kondisi ini melibatkan kelenjar minyak di dalam kelopak mata yang mengalami infeksi atau penyumbatan, menimbulkan gejala yang seringkali menimbulkan ketidaknyamanan.

Apa Itu Bintitan dan Kalazion?

Bintitan internal dan kalazion adalah dua kondisi umum yang menyebabkan benjolan di kelopak mata. Meskipun seringkali disamakan dengan “sariawan di mata bagian dalam”, keduanya memiliki karakteristik dan penyebab yang spesifik.

  • Bintitan Internal (Hordeolum): Ini adalah infeksi bakteri akut pada kelenjar minyak Meibomian yang terletak di dalam kelopak mata. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Bintitan internal ditandai dengan benjolan merah, nyeri, dan bengkak yang seringkali berisi nanah.
  • Kalazion: Kondisi ini mirip dengan bintitan tetapi seringkali tidak nyeri. Kalazion terjadi karena penyumbatan pada salah satu kelenjar minyak di kelopak mata yang tidak terinfeksi. Sumbatan ini menyebabkan minyak menumpuk dan membentuk benjolan keras yang bisa berkembang secara perlahan. Kalazion kadang bisa timbul setelah bintitan internal yang tidak sembuh sempurna.

Gejala Benjolan di Kelopak Mata

Gejala yang muncul akibat bintitan internal atau kalazion dapat bervariasi, namun ada beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan. Memahami gejala membantu membedakan kedua kondisi ini dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

  • Benjolan Merah dan Bengkak: Munculnya benjolan yang terlihat jelas di kelopak mata bagian dalam atau luar.
  • Nyeri atau Sensitivitas: Bintitan internal biasanya sangat nyeri saat disentuh, sementara kalazion cenderung tidak nyeri atau hanya sedikit nyeri.
  • Mata Berair: Kelopak mata yang meradang bisa menyebabkan mata lebih sering berair.
  • Rasa Tidak Nyaman: Sensasi seperti ada benda asing di mata atau iritasi.
  • Peka Terhadap Cahaya (Fotofobia): Pada beberapa kasus, mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya terang.

Penyebab Utama Benjolan di Mata

Penyebab utama dari bintitan internal dan kalazion berpusat pada masalah kelenjar minyak di kelopak mata. Kelenjar ini berperan penting dalam menjaga kelembapan mata.

  • Infeksi Bakteri: Bintitan internal sebagian besar disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus, yang masuk ke kelenjar minyak Meibomian. Bakteri ini biasanya hidup di kulit dan bisa masuk ke kelenjar mata jika kebersihan tidak terjaga.
  • Penyumbatan Kelenjar Minyak: Kalazion terjadi ketika saluran keluar kelenjar minyak Meibomian tersumbat. Minyak yang seharusnya keluar untuk melumasi mata menjadi terperangkap, menumpuk, dan mengeras membentuk benjolan.
  • Faktor Risiko Lain: Kondisi seperti blefaritis (radang kelopak mata), rosacea, dan dermatitis seboroik dapat meningkatkan risiko terjadinya bintitan atau kalazion. Kebersihan mata yang buruk, penggunaan kosmetik mata yang kadaluarsa, atau tidak melepas lensa kontak saat tidur juga bisa menjadi pemicu.

Pengobatan dan Penanganan Bintitan dan Kalazion

Sebagian besar bintitan dan kalazion dapat sembuh sendiri dengan perawatan rumahan. Namun, beberapa kasus mungkin memerlukan intervensi medis.

  • Kompres Hangat: Aplikasikan kompres hangat pada kelopak mata yang terkena selama 10-15 menit, 3-4 kali sehari. Panas dapat membantu membuka sumbatan dan mempercepat drainase nanah atau minyak.
  • Menjaga Kebersihan Mata: Hindari menggosok mata. Bersihkan kelopak mata dengan lembut menggunakan kapas yang dibasahi air hangat atau sabun bayi yang tidak pedih di mata.
  • Hindari Riasan Mata dan Lensa Kontak: Selama masa penyembuhan, sebaiknya hindari penggunaan kosmetik mata dan lensa kontak untuk mencegah iritasi lebih lanjut atau penyebaran infeksi.
  • Konsultasi Medis: Jika benjolan tidak kunjung sembuh setelah beberapa hari, bertambah parah, sangat nyeri, atau memengaruhi penglihatan, segera periksakan ke dokter. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik (untuk bintitan) atau melakukan prosedur drainase kecil untuk kalazion yang membandel.

Pencegahan Munculnya Benjolan di Kelopak Mata

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana dapat mengurangi risiko munculnya bintitan dan kalazion.

  • Jaga Kebersihan Tangan dan Mata: Selalu cuci tangan sebelum menyentuh area mata. Hindari menggosok mata dengan tangan yang kotor.
  • Bersihkan Riasan Mata: Selalu bersihkan riasan mata secara menyeluruh sebelum tidur. Buang kosmetik mata yang sudah kadaluarsa (biasanya setelah 3-6 bulan).
  • Perawatan Lensa Kontak: Ikuti prosedur kebersihan yang ketat untuk lensa kontak, termasuk mencuci tangan sebelum memegang lensa dan membersihkan lensa secara rutin.
  • Atasi Kondisi Kulit: Jika memiliki kondisi seperti blefaritis, rosacea, atau dermatitis seboroik, konsultasikan dengan dokter untuk manajemen yang tepat guna mengurangi risiko komplikasi pada mata.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Meskipun sebagian besar benjolan di kelopak mata dapat sembuh dengan perawatan rumahan, penting untuk tidak mengabaikan gejala yang memburuk atau persisten. Jika mengalami nyeri hebat, pembengkakan yang meluas, perubahan penglihatan, atau benjolan tidak mengecil setelah beberapa hari kompres hangat, segera cari bantuan medis profesional.

Untuk diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, konsultasikan kondisi mata melalui aplikasi Halodoc. Dokter ahli akan memberikan saran dan rekomendasi terbaik sesuai dengan kebutuhan kesehatan.