Ad Placeholder Image

Sariawan di Pipi Bagian Dalam, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Sariawan di pipi bagian dalam disebabkan oleh berbagai faktor seperti cedera atau stres.

Sariawan di Pipi Bagian Dalam, Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaSariawan di Pipi Bagian Dalam, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Sariawan di pipi bagian dalam, atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai stomatitis aphtosa, adalah luka kecil dangkal yang muncul pada jaringan lunak di dalam mulut. Meskipun ukurannya sering kali hanya beberapa milimeter, rasa perih yang ditimbulkannya bisa sangat mengganggu. Luka ini biasanya berbentuk bulat atau oval dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan dan tepi kemerahan yang meradang.

Kondisi ini sangat umum dialami oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa di Indonesia. Sariawan di area mukosa pipi (bukal) sering kali terjadi akibat trauma fisik ringan, seperti tidak sengaja tergigit saat mengunyah makanan, gesekan dari kawat gigi (behel), atau bulu sikat gigi yang terlalu keras. Selain itu, stres, kekurangan nutrisi, hingga perubahan hormonal juga berkontribusi besar terhadap munculnya luka yang menyakitkan ini.

Mengapa sariawan perlu segera ditangani? Meski sebagian besar sariawan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu, rasa sakitnya bisa menghambat aktivitas dasar seperti berbicara, menelan, dan mengunyah. Jika dibiarkan tanpa perawatan, pasien cenderung mengalami penurunan nafsu makan yang berisiko memicu masalah kekurangan nutrisi. Oleh karena itu, jika kamu mengalami sariawan berkepanjangan yang tak kunjung sembuh atau semakin meluas, penting untuk tidak mengabaikannya dan mencari tahu penyebab mendasarnya.

Untuk mempercepat proses penyembuhan dan meredakan rasa perih dengan cepat, ada berbagai produk kesehatan over-the-counter (OTC) yang aman digunakan secara mandiri. Sebagai apoteker, saya sangat menyarankan penggunaan obat topikal atau suplemen yang dapat membantu regenerasi jaringan mukosa mulut. Kamu bisa dengan mudah menemukan obat sariawan yang sesuai dengan kebutuhanmu untuk meredakan inflamasi.

Nah, mau tahu apa saja pilihan obat sariawan di pipi yang aman dan ampuh? Berikut ulasan lengkap beserta cara kerja dan dosisnya!

Rekomendasi Obat Sariawan yang Ampuh

Berbagai pilihan produk di bawah ini termasuk dalam kategori obat bebas, obat bebas terbatas, dan suplemen yang bisa kamu peroleh tanpa resep dokter. Pemilihan obat yang tepat akan sangat membantu menutup luka sariawan, membunuh kuman penyebab infeksi sekunder, dan mempercepat pemulihan jaringan di dalam pipi.

1. Aloclair Plus Gel 8 ml

Aloclair Plus Gel adalah produk pelindung mukosa mulut yang sangat direkomendasikan untuk mengatasi sariawan di pipi yang terasa sangat perih. Produk ini mengandung bahan aktif utama berupa Hyaluronic acid (asam hialuronat) dan ekstrak Aloe vera (lidah buaya). Cara kerjanya sangat unik; saat diaplikasikan, gel ini akan membentuk selaput pelindung mekanis yang menutupi luka sariawan.

Manfaat spesifik dari pelapisan ini adalah melindungi ujung saraf yang terekspos dari rangsangan luar, seperti makanan asam, pedas, atau sentuhan lidah. Hal ini memberikan efek pereda nyeri yang sangat cepat (pain relief). Selain itu, kandungan asam hialuronat mempromosikan hidrasi jaringan dan mempercepat proses penyembuhan luka secara alami, sementara lidah buaya memberikan efek menenangkan pada jaringan yang meradang.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: Oleskan 1-2 tetes gel langsung pada area sariawan 3-4 kali sehari, atau sesuai kebutuhan. Jangan menyentuh sariawan dengan lidah minimal 2 menit agar selaput pelindung dapat terbentuk sempurna.
  • Aturan dosis anak: Aman digunakan untuk anak-anak dengan dosis yang sama, namun pastikan pengaplikasian dibantu oleh orang dewasa agar tepat sasaran.

Produk ini tergolong bebas dan aman jika tertelan dalam jumlah wajar. Hindari makan dan minum selama 1 jam setelah pengaplikasian agar efektivitas gel tidak berkurang.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Aloclair Plus Gel 8 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Betadine Obat Kumur 190 ml

Betadine Obat Kumur merupakan antiseptik rongga mulut yang mengandung Povidone-Iodine 1%. Povidone-Iodine adalah agen antimikroba berspektrum luas yang efektif membasmi bakteri, virus, dan jamur di dalam rongga mulut. Sariawan di pipi rentan mengalami infeksi sekunder oleh bakteri mulut, yang dapat memperburuk rasa sakit dan menunda penyembuhan.

Cara kerja obat ini adalah melepaskan iodium secara perlahan saat berkumur, yang kemudian merusak sel-sel mikroorganisme patogen di sekitar area luka. Manfaatnya tidak hanya mempercepat penyembuhan sariawan dengan menjaga kebersihan rongga mulut, tetapi juga sangat efektif untuk mengatasi gusi bengkak, sakit tenggorokan, dan bau mulut (halitosis).

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: Tuangkan 15 ml (sekitar 1 tutup botol) obat kumur. Kumur-kumur di dalam mulut dan pastikan mengenai area sariawan selama 30-60 detik. Lakukan 3-5 kali sehari.
  • Aturan dosis anak: Tidak disarankan untuk anak di bawah usia 6 tahun atau yang belum pandai meludah, kecuali atas petunjuk dokter.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Jangan ditelan. Jika tidak sengaja tertelan dalam jumlah banyak, segera minum air putih dan hentikan penggunaan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Betadine Obat Kumur 190 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Sariawan yang Sering Diabaikan
  1. Pasta gigi mengandung SLS: Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang menghasilkan busa pada pasta gigi dapat mengikis lapisan pelindung mulut, memicu sariawan bagi sebagian orang.
  2. Diet rendah vitamin: Kekurangan Vitamin B12, zat besi, zinc, dan asam folat melemahkan regenerasi sel di mulut.
  3. Perubahan hormon: Banyak wanita mengalami sariawan di pipi menjelang siklus menstruasi akibat fluktuasi hormon progesteron.

3. Kuldon Sariawan 4 Tablet

Bagi kamu yang lebih menyukai pengobatan dari dalam menggunakan bahan herbal, Kuldon Sariawan adalah pilihan yang sangat tepat. Tablet herbal ini diformulasikan dari ekstrak daun saga (Abri folium), herba timi (Thymi herba), akar manis (Glycyrrhiza glabra), dan bunga krisan (Chrysanthemum indicum).

Daun saga dan akar manis memiliki sifat antiinflamasi alami dan efek mendinginkan (cooling effect) yang sangat baik untuk meredakan panas dalam yang sering kali bermanifestasi sebagai sariawan di pipi, bibir pecah-pecah, dan tenggorokan kering. Bunga krisan bekerja secara sinergis untuk mengurangi peradangan sistemik di dalam tubuh. Manfaat utamanya adalah meredakan nyeri dari dalam dan menekan proses peradangan secara alami.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: 2 tablet, diminum 3 kali sehari. Tablet dapat dikunyah terlebih dahulu atau langsung ditelan dengan bantuan air putih.
  • Aturan dosis anak: 1 tablet, diminum 3 kali sehari. (Hanya untuk anak yang sudah bisa mengunyah atau menelan tablet, umumnya di atas 6 tahun).

Produk ini adalah obat tradisional yang aman dikonsumsi harian saat gejala muncul. Pastikan untuk memperbanyak minum air putih selama mengonsumsi obat ini untuk hasil yang maksimal.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Kuldon Sariawan 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Efisol-C 10 Lozenges

Efisol-C hadir dalam bentuk lozenges (tablet isap) yang praktis dibawa kemana saja. Obat ini menggabungkan kekuatan antiseptik lokal, yaitu Dequalinium chloride (0.25 mg), dengan Vitamin C (asam askorbat 50 mg). Kombinasi ini sangat ideal untuk menangani sariawan sekaligus menjaga imunitas mukosa mulut.

Dequalinium chloride bertindak dengan cara membunuh bakteri dan jamur yang dapat memperparah luka sariawan di pipi. Sementara itu, kandungan Vitamin C memiliki peran krusial dalam sintesis kolagen, yang sangat dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan mukosa pipi yang rusak akibat ulkus. Hisapan perlahan pada tablet ini memungkinkan zat aktif bekerja langsung membasahi area mulut secara bertahap.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa: Isap 1 tablet secara perlahan hingga larut di dalam mulut setiap 3-4 jam. Maksimal penggunaan adalah 8 tablet sehari.
  • Aturan dosis anak (di atas 6 tahun): Isap 1 tablet perlahan, dapat diberikan 2-3 kali sehari atau sesuai anjuran tenaga medis.

Biarkan tablet larut dengan sendirinya di dalam mulut; jangan dikunyah atau langsung ditelan utuh agar efek antiseptik lokalnya bekerja optimal pada luka sariawan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Efisol-C 10 Lozenges di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab dan Cara Alami Mengatasi Sariawan di Pipi

Selain menggunakan produk medis dari apotek, memahami penyebab dan menerapkan perawatan rumahan bisa mencegah kondisi ini datang kembali.

1. Identifikasi Penyebab Trauma Mekanis

Penyebab paling dominan dari sariawan di pipi bagian dalam adalah tergigit secara tidak sengaja saat makan terburu-buru atau berbicara. Gesekan kawat gigi (ortodontik) atau gigi palsu yang tidak pas juga sering melukai jaringan lunak. Jika ini terjadi, gunakan orthodontic wax (lilin gigi) pada bagian kawat yang tajam untuk mencegah gesekan lanjutan ke pipi.

2. Rutin Berkumur dengan Air Garam Hangat

Larutan air garam adalah antiseptik alami tertua yang terbukti secara klinis. Garam meningkatkan pH mulut dan menciptakan lingkungan basa yang tidak disukai oleh bakteri. Campurkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, lalu kumur selama 30 detik. Cara alami ini efektif mengurangi pembengkakan jaringan dan mempercepat pengeringan sariawan tanpa efek perih yang berlebihan.

3. Kelola Stres dan Pola Makan

Stres fisik maupun emosional dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang berdampak pada melemahnya respon imun lokal di rongga mulut. Selain itu, hindari sementara makanan yang bersifat abrasif, terlalu pedas, atau asam (seperti nanas, jeruk, dan tomat) karena asam alami dari buah-buahan tersebut dapat mengiritasi mukosa pipi yang sedang terluka dan memperlambat epitelisasi jaringan.

Studi Terkait Sariawan dan Pengobatannya

Journal of Clinical and Experimental Dentistry menerbitkan studi di tahun 2014 yang menjelaskan bahwa penggunaan preparat topikal berbasis Asam Hialuronat (Hyaluronic acid) secara signifikan mengurangi tingkat rasa sakit dan ukuran ulkus pada penderita Recurrent Aphthous Stomatitis (sariawan berulang).

Studi ini relevan dengan rekomendasi produk gel pelindung rongga mulut. Peneliti menyimpulkan bahwa pengobatan topikal tidak hanya memberikan pereda nyeri yang cepat melalui pembentukan lapisan barier, tetapi juga memfasilitasi hidrasi sel yang krusial untuk penutupan luka yang lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak mendapatkan terapi lokal.

Konsultasi dengan Dokter Gigi via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Gigi terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika sariawan yang kamu alami memiliki ukuran yang tidak wajar (lebih dari 1 cm), jumlahnya sangat banyak, bertahan lebih dari tiga minggu, atau disertai dengan demam tinggi, sebaiknya segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan ragu mencari bantuan profesional.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Canker sore – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Canker Sores (Aphthous Ulcers).
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Efficacy of topical hyaluronic acid in the management of oral ulcers.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sariawan.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Oral Health.

FAQ

1. Apa penyebab utama sariawan di pipi bagian dalam?

Penyebab paling umum adalah trauma fisik, seperti pipi tidak sengaja tergigit saat mengunyah makanan, sikat gigi yang terlalu keras, atau gesekan dari kawat gigi. Selain itu, stres, kelelahan, dan kekurangan vitamin seperti B12 dan zat besi juga dapat menjadi pemicu utamanya.

2. Apakah sariawan di pipi bisa menular ke orang lain?

Tidak, sariawan (stomatitis aphtosa) bukanlah kondisi yang menular. Berbeda dengan herpes mulut (cold sores) yang disebabkan oleh virus HSV dan bisa menular lewat ciuman atau berbagi alat makan, sariawan murni akibat peradangan pada jaringan lokal tubuh itu sendiri.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar sariawan di pipi sembuh?

Sariawan ringan umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari. Namun, menggunakan obat topikal atau obat kumur antiseptik dapat mempercepat penyembuhan menjadi 3 hingga 5 hari dan sangat membantu mengurangi rasa perih secara signifikan saat makan.

4. Kapan saya harus pergi ke dokter karena sariawan?

Kamu harus segera ke dokter jika sariawan berukuran sangat besar (lebih dari 1 cm), terus menyebar, tidak sembuh setelah 3 minggu, menimbulkan rasa sakit hebat yang tidak mereda dengan obat bebas, atau disertai dengan demam tinggi dan kesulitan minum air yang menyebabkan dehidrasi.