Ad Placeholder Image

Satu Dekade Menyederhanakan Layanan Kesehatan: Halodoc Perkuat Ekosistem Digital dari Hulu ke Hilir

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Mei 2026

Mulai dari Menghadirkan Halodoc on WhatsApp dan fitur Family Care bagi pasien, hingga tingkatkan kualitas layanan medis tenaga kesehatan

Satu Dekade Menyederhanakan Layanan Kesehatan: Halodoc Perkuat Ekosistem Digital dari Hulu ke HilirSatu Dekade Menyederhanakan Layanan Kesehatan: Halodoc Perkuat Ekosistem Digital dari Hulu ke Hilir

Jakarta, 25 Mei 2026Halodoc, ekosistem layanan kesehatan digital terlengkap di Indonesia, tahun ini merayakan satu dekade perjalanannya dalam menyederhanakan akses kesehatan bagi masyarakat dengan dukungan teknologi. Dalam acara peringatan ulang tahun ke-10 yang digelar di Jakarta, Halodoc mempertegas komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem kesehatan digital dari hulu ke hilir, menghubungkan tiga pilar utama kesehatan: pasien, tenaga kesehatan, dan mitra ekosistem, melalui rangkaian inovasi teknologi terbaru.

Sejak didirikan pada 2016, Halodoc telah berevolusi dari platform telekonsultasi menjadi ekosistem kesehatan digital terintegrasi yang menghubungkan jutaan masyarakat Indonesia dengan tenaga kesehatan berlisensi, apotek, laboratorium, fasilitas kesehatan dan mitra industri kesehatan lainnya. Memasuki dekade berikutnya, Halodoc memperkenalkan inovasi besar dalam ekosistem kesehatan yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang juga terus berkembang: HILDA sebagai asisten digital yang kini berkembang menjadi Halodoc on WhatsApp, dan layanan Family Care.

“Sepuluh tahun lalu, kami memulai Halodoc dari pertanyaan sederhana: mengapa akses layanan kesehatan belum merata bagi banyak orang Indonesia? Hari ini, kami bersyukur dapat melayani jutaan masyarakat Indonesia, mulai dari konsultasi dokter, pembelian obat, layanan laboratorium, hingga pemantauan kesehatan keluarga. Milestone terbesar kami bukanlah peluncuran produk, melainkan momen-momen ketika teknologi benar-benar membantu kehidupan masyarakat, termasuk saat pandemi COVID-19. Memasuki dekade berikutnya, kami fokus membangun layanan kesehatan yang tidak hanya digital, tetapi semakin proaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah seiring berjalannya waktu”, ungkap Alfonsius Timboel, Chief Operating Officer Halodoc.

Mendekatkan Layanan Kesehatan ke Pasien dan Keluarga

Dalam kurun waktu singkat setelah diluncurkan pada 2025, HILDA mencatatkan hingga saat ini lebih dari 2 juta sesi interaksi pengguna, antara lain mencari bantuan untuk menavigasi layanan Halodoc seperti dokter spesialis yang sesuai, bertanya mengenai informasi kesehatan sehari-hari, serta informasi obat dan vitamin. Pola tersebut menunjukkan bahwa masyarakat siap untuk pengalaman kesehatan digital yang lebih proaktif. Menjawab kebutuhan ini, Halodoc menghadirkan HILDA di WhatsApp, platform yang telah menjadi bagian dari keseharian 91% pengguna internet Indonesia, atau setara dengan estimasi 185–190 juta pengguna, untuk memastikan akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan menjangkau lebih banyak masyarakat. (We Are Social, 2025)(1)

Melalui Halodoc on WhatsApp, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan, melakukan pembelian obat, hingga mendapatkan rekomendasi layanan medis dengan empat keunggulan utama: tanpa perlu mengunduh aplikasi, tanpa perlu login, jaminan 100% produk asli, dan pengiriman obat dalam waktu satu jam. Halodoc on WhatsApp juga sudah memfasilitasi pembelian obat, dan akan terus diperluas agar pengguna dapat mengakses lebih banyak layanan kesehatan secara langsung melalui kanal komunikasi yang sudah menjadi kebiasaan komunikasi masyarakat sehari-hari. 

Halodoc juga meluncurkan Family Care, fitur terintegrasi yang dirancang khusus untuk para caregiver keluarga. Data internal Halodoc menunjukkan bahwa 65% penggunanya adalah caregiver yang didominasi oleh para ibu, dan temuan di Indonesia Health Insights Report 2025 mengungkap bahwa 74% ibu di Indonesia mengelola kesehatan tiga anggota keluarga atau lebih, sementara hanya 17% dari waktu mereka dialokasikan untuk kesehatan diri sendiri (Indonesia Health Insights Report, 2025 – Wellness Warrior in Silence). (2)

Fitur Family Care memungkinkan pengguna menambahkan profil terpisah untuk setiap anggota keluarga, dengan rekam medis, riwayat kesehatan, jadwal, dan perawatan preventif masing-masing yang terdokumentasi dalam satu tampilan terintegrasi, sehingga dapat memudahkan ibu dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

“Misi Halodoc untuk menyederhanakan layanan kesehatan berarti menyederhanakan untuk semua orang dari berbagai lapisan masyarakat. Termasuk mereka yang selalu di depan layar maupun yang lebih nyaman dengan WhatsApp sehari-hari, dari generasi lansia, pekerja harian, hingga para caregiver yang didominasi oleh ibu, yang menjaga kesehatan keluarga. Halodoc on Whatsapp dan Family Care dirancang untuk hadir di titik di mana masyarakat sudah berada, sehingga kebutuhan kesehatan keluarga bisa dikelola di sela-sela aktivitas sehari-hari, tanpa memberikan beban tambahan bagi mereka,” ujar Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc.

Memperkuat Ekosistem Tenaga Kesehatan dan Kualitas Layanan 

Dari sisi penyedia layanan, Halodoc berupaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan, termasuk dokter, apoteker, bidan, dan lainnya. Salah satunya melalui Halodoc Academy, yang merupakan wadah pembelajaran terakreditasi Kementerian Kesehatan dan menyediakan program peningkatan kompetensi sekaligus perolehan Satuan Kredit Profesi (SKP), yang terbuka untuk dokter, apoteker, bidan, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Hingga saat ini, Halodoc Academy telah diikuti oleh lebih dari 123.000 peserta dan menggelar 180 pelatihan bagi tenaga kesehatan. Saat ini, kami memperbarui Halodoc Academy dan platform Halodoc Doctors menjadi terintegrasi, melalui fitur Learn sebagai wadah edukasi. Dengan begitu, akses pembelajaran memungkinkan tenaga kesehatan mengikuti berbagai program edukasi serta peningkatan kompetensi secara lebih mudah dan terstruktur.

Selain itu, seluruh inovasi Halodoc yang dikembangkan di bawah pengawasan klinis Board of Medical Excellence (BoME), yang memastikan standar kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi tetap terjaga di setiap aspek ekosistem, termasuk dalam pengembangan layanan berbasis AI seperti HILDA dan Halodoc on WhatsApp.

“Halodoc tumbuh bersama tenaga kesehatan sejak hari pertama. Kualitas layanan dan kepatuhan regulasi menjadi standar yang kami bangun sejak awal, dan BoME memastikan setiap inovasi tetap berpijak pada prinsip clinical safety. Tidak ada bagian dari inovasi kami yang dirancang untuk menggantikan peran tenaga kesehatan — sebaliknya, teknologi dan inovasi ini hadir untuk memperkuat layanan yang mereka berikan, dan harapannya dapat mempermudah perjalanan medis, baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan,” jelas dr. Irwan Heriyanto, MARS, Chief Medical Officer, Halodoc.

Dengan rangkaian inovasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir, Halodoc menegaskan komitmennya untuk memastikan akses layanan kesehatan di Indonesia tidak berhenti di klik pertama, melainkan berujung pada tindakan kesehatan yang tepat, di waktu yang tepat, untuk semua masyarakat Indonesia. Halodoc akan terus berinovasi, berkolaborasi dengan tenaga kesehatan, dan penguatan ekosistem untuk Indonesia yang lebih sehat.

Sumber:
(1) https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia
(2) https://health.halodoc.com/indonesia-health-insights-2025/