Ad Placeholder Image

Schistosomiasis: Gejala, Pengobatan, dan Cara Pencegahan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Februari 2026

Schistosomiasis: Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan Efektif

Schistosomiasis: Gejala, Pengobatan, dan Cara PencegahanSchistosomiasis: Gejala, Pengobatan, dan Cara Pencegahan

Schistosomiasis: Definisi, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Schistosomiasis, juga dikenal sebagai bilharzia atau demam siput, adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing pipih dari genus Schistosoma. Penyakit ini menyebar melalui larva infektif yang dilepaskan oleh siput air tawar. Larva ini menembus kulit manusia saat kontak dengan air yang terkontaminasi.

Infeksi schistosomiasis dapat menyebabkan masalah kesehatan akut dan kronis. Gejala awal mungkin berupa ruam dan demam. Namun, infeksi jangka panjang dapat merusak organ tubuh seperti hati, ginjal, dan kandung kemih. Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur cacing dalam sampel tinja atau urine. Pengobatan utama adalah dengan obat praziquantel.

Penyebab dan Penularan Schistosomiasis

Schistosomiasis disebabkan oleh infeksi cacing parasit dari genus Schistosoma. Spesies utama yang menyebabkan penyakit ini pada manusia adalah S. japonicum, S. mansoni, dan S. haematobium.

Penularan terjadi ketika larva (cercariae) dilepaskan dari siput air tawar ke dalam air. Manusia terinfeksi saat kulit mereka bersentuhan dengan air yang terkontaminasi selama aktivitas seperti berenang, mandi, atau mencuci. Larva menembus kulit dan berkembang biak di dalam pembuluh darah tubuh.

Gejala Schistosomiasis

Gejala schistosomiasis bervariasi tergantung pada tahap infeksi:

  • Akut (Demam Katayama): Gejala muncul 2-10 minggu setelah infeksi. Meliputi gatal-gatal, ruam (swimmer’s itch), demam, batuk, nyeri otot, kelelahan, sakit perut, dan diare.
  • Kronis: Gejala bervariasi tergantung pada organ yang terpengaruh. Beberapa gejala umum meliputi:
    • BAB berdarah atau urine berdarah
    • Sakit perut
    • Kesulitan buang air kecil
    • Anemia
    • Kerusakan hati atau ginjal
    • Kanker kandung kemih
    • Infertilitas
    • Pada anak-anak, pertumbuhan terhambat

Komplikasi Schistosomiasis

Jika tidak diobati, schistosomiasis dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  • Kerusakan hati dan sirosis
  • Gagal ginjal
  • Kanker kandung kemih
  • Obstruksi usus
  • Infertilitas
  • Masalah neurologis (misalnya, kelumpuhan, kejang)

Pengobatan Schistosomiasis

Praziquantel adalah obat utama untuk mengobati schistosomiasis. Obat ini membunuh cacing dewasa dan larva yang sedang berkembang. Dosis dapat diulang untuk memastikan semua cacing telah tereliminasi.

Pencegahan Schistosomiasis

Pencegahan schistosomiasis berfokus pada menghindari kontak dengan air tawar yang terkontaminasi dan meningkatkan kebersihan:

  • Hindari berenang, mandi, atau mencuci di air tawar yang mungkin terkontaminasi.
  • Minum air yang aman dan telah diolah.
  • Keringkan kulit dengan baik setelah kontak dengan air.
  • Program pengobatan massal (kemoterapi preventif) dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit di masyarakat.

Wilayah Endemik Schistosomiasis

Schistosomiasis umum terjadi di daerah tropis dan subtropis, termasuk:

  • Afrika
  • Asia (termasuk Sulawesi Tengah di Indonesia)
  • Timur Tengah
  • Amerika Selatan

Rekomendasi Halodoc

Jika mengalami gejala schistosomiasis atau memiliki risiko terpapar penyakit ini, segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius. Gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter, membuat janji temu, atau memesan obat. Upayakan selalu untuk menjaga kebersihan dan berhati-hati terhadap sumber air yang digunakan, terutama saat berada di daerah endemik schistosomiasis.