Ad Placeholder Image

Scurvy: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakitnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Scurvy: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Defisiensi Vitamin C

Scurvy: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati PenyakitnyaScurvy: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakitnya

DAFTAR ISI


Tahukah kamu bahwa penyakit scurvy atau yang dalam bahasa medis Indonesia sering disebut dengan skorbut merupakan salah satu penyakit defisiensi nutrisi tertua yang pernah tercatat dalam sejarah? Scurvy adalah kondisi medis yang terjadi akibat tubuh mengalami kekurangan vitamin C (asam askorbat) dalam tingkat yang sangat parah dan berkelanjutan. Pada masa lalu, kondisi ini sangat populer sebagai “penyakit pelaut” karena para pelaut sering kali tidak mendapatkan akses ke buah-buahan segar selama berbulan-bulan di lautan.

Vitamin C memiliki peran yang sangat vital dalam sintesis kolagen, yaitu protein struktural utama yang menyusun jaringan ikat, pembuluh darah, kulit, tulang, dan tulang rawan. Secara farmakologis, asam askorbat bertindak sebagai kofaktor esensial untuk enzim prolyl hydroxylase dan lysyl hydroxylase. Tanpa vitamin C, proses hidroksilasi prolin dan lisin pada prokolagen akan terhenti. Akibatnya, struktur triple helix kolagen menjadi tidak stabil dan rapuh. Hal inilah yang menjadi akar penyebab mengapa pasien scurvy mengalami gusi berdarah, gigi tanggal, luka yang tidak kunjung sembuh, hingga perdarahan di bawah kulit (petechiae).

Meski di era modern ini kasus scurvy sudah relatif jarang berkat melimpahnya pasokan makanan, namun penyakit ini tidak serta merta hilang. Beberapa kelompok masyarakat masih memiliki risiko yang cukup tinggi, terutama mereka yang menjalankan diet sangat ketat (fad diets), memiliki gangguan makan seperti anoreksia nervosa, penderita alkoholisme kronis, hingga lansia yang tinggal sendirian dan tidak mengonsumsi makanan bergizi. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berdampak fatal hingga menyebabkan gagal jantung koroner akibat kelemahan struktural pada dinding pembuluh darah.

Kabar baiknya, pengobatan scurvy tergolong sangat sederhana, efektif, dan memberikan respons yang cepat. Terapi utama dari kondisi ini adalah suplementasi asam askorbat untuk menggantikan defisit di dalam tubuh. Gejala-gejala ringan sering kali membaik hanya dalam waktu beberapa hari setelah terapi dimulai. Nah, mau tahu apa saja pilihan suplemen vitamin C yang efektif dan aman untuk mengatasi serta mencegah penyakit ini? Berikut ulasan lengkapnya dari sudut pandang farmakologis!

Rekomendasi Suplemen Vitamin C untuk Mencegah Scurvy

Kebutuhan harian vitamin C untuk orang dewasa sehat berkisar antara 75-90 mg. Namun, pada kasus defisiensi ringan hingga berat, dokter biasanya akan menyarankan dosis terapeutik yang lebih tinggi untuk mengisi kembali cadangan vitamin C dalam tubuh. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk suplemen vitamin C bebas (OTC) dari brand terpercaya yang dapat membantu memenuhi kebutuhan harianmu:

1. Enervon-C Multivitamin 30 Tablet

Enervon-C adalah salah satu suplemen multivitamin yang sudah sangat dikenal luas di Indonesia. Suplemen ini memiliki kandungan utama Vitamin C (Asam Askorbat) sebesar 500 mg, yang dikombinasikan dengan Niacinamide, Kalsium Pantotenat, serta Vitamin B kompleks (B1, B2, B6, B12). Kombinasi ini sangat ideal tidak hanya untuk mengatasi defisiensi vitamin C, tetapi juga mengembalikan energi pasien yang sering kali merasa sangat lelah dan lemas (malaise) saat mengalami gejala awal scurvy.

Vitamin C dalam produk ini bekerja secara langsung dalam re-sintesis kolagen dan memperbaiki integritas endotel pembuluh darah yang rusak. Sementara itu, vitamin B kompleks berperan sebagai koenzim dalam metabolisme energi seluler. Suplemen ini direkomendasikan bagi individu yang membutuhkan pemulihan cepat setelah sakit, atau mereka yang memiliki pola makan kurang seimbang.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet sehari, diminum setelah makan untuk menghindari potensi iritasi lambung akibat asam askorbat.

Obat ini termasuk golongan obat bebas (label hijau). Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan hindari penggunaan melebihi dosis anjuran karena vitamin C dosis tinggi diekskresikan melalui urine dan dapat meningkatkan risiko batu ginjal oksalat pada individu yang rentan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Enervon-C Multivitamin 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Vitalong C 30 Kapsul

Bagi penderita yang memiliki saluran pencernaan sensitif namun membutuhkan asupan vitamin C tinggi untuk memperbaiki defisiensi, Vitalong C merupakan salah satu pilihan terbaik. Produk ini diformulasikan dengan teknologi Time Release (pelepasan lambat), mengandung Asam Askorbat sebesar 500 mg di setiap kapsulnya.

Secara farmakokinetik, teknologi time release memungkinkan vitamin C dilepaskan secara perlahan di dalam saluran cerna selama kurang lebih 12 jam. Hal ini memiliki dua manfaat klinis utama: pertama, mencegah lonjakan mendadak konsentrasi asam di lambung sehingga mengurangi risiko nyeri ulu hati; kedua, menjaga kadar vitamin C dalam plasma darah tetap stabil sepanjang hari, sehingga meminimalisir terbuangnya vitamin C melalui urine.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kapsul sehari, diminum secara utuh dengan segelas air. Jangan dikunyah atau digerus karena akan merusak matriks pelepasan lambatnya.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Konsumsi dengan cukup air putih sangat disarankan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vitalong C 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

3. Holisticare Ester C 30 Tablet

Holisticare Ester C menghadirkan inovasi bentuk vitamin C yang berbeda, yaitu Kalsium Askorbat (Ester-C) dengan kandungan metabolit alami seperti asam treonat. Dalam dunia farmasi, bentuk ini dikenal bersifat non-acidic (pH netral). Berbeda dengan asam askorbat murni yang ber-pH rendah, Kalsium Askorbat sangat aman dan ramah di lambung, sehingga sangat cocok untuk penderita penyakit asam lambung (GERD) atau tukak lambung yang butuh asupan vitamin C.

Adanya metabolit asam treonat dalam Ester-C terbukti secara klinis dapat meningkatkan absorpsi vitamin C oleh leukosit (sel darah putih) dan membuatnya bertahan lebih lama di dalam sel dibandingkan vitamin C biasa. Ini berarti, proses perbaikan jaringan ikat yang rusak akibat scurvy dapat berjalan lebih optimal.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet sehari, dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan karena sifatnya yang netral.
  • Dapat ditingkatkan menjadi 2-3 tablet sehari pada masa penyembuhan atau defisiensi berat, sesuai dengan saran tenaga medis profesional.

Obat ini termasuk golongan obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Holisticare Ester C 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tahapan Gejala Scurvy Berdasarkan Keparahan:
  1. Fase Awal (1-3 bulan defisiensi): Rasa lelah yang luar biasa (malaise), nyeri sendi dan otot (mialgia), serta penurunan nafsu makan yang signifikan.
  2. Fase Lanjut: Peradangan pada gusi (gingivitis), gusi membengkak dan mudah berdarah, gigi mulai goyang, serta munculnya bintik-bintik merah di kulit (petechiae).
  3. Fase Parah: Luka yang lama atau tidak bisa sembuh, memar luas tanpa benturan, pertumbuhan rambut ikal yang abnormal (corkscrew hairs), hingga komplikasi saraf dan jantung koroner.

4. Vicee 500 mg Rasa Jeruk 2 Tablet

Untuk preferensi konsumsi yang lebih praktis, Vicee 500 mg menawarkan sediaan tablet hisap dengan rasa jeruk yang menyegarkan. Tiap tabletnya mengandung komposisi ganda, yaitu Asam Askorbat 250 mg dan Natrium Askorbat 281,25 mg (yang setara dengan asam askorbat 250 mg), sehingga total pasokan vitamin C per tablet adalah 500 mg.

Keuntungan dari sediaan tablet hisap adalah absorpsi yang mulai terjadi secara sublingual (di bawah lidah) dan mukosa mulut, sebelum akhirnya ditelan dan diabsorpsi sepenuhnya di usus halus. Penggunaan natrium askorbat juga bertujuan sebagai penyangga (buffer) untuk mengurangi tingkat keasaman produk, sehingga rasa di mulut menjadi lebih nyaman tanpa merusak enamel gigi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 tablet hisap per hari.
  • Biarkan tablet melarut perlahan di dalam mulut, tidak perlu ditelan utuh atau menggunakan air.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan, serta disarankan untuk penderita diabetes agar memperhatikan kandungan pemanis yang mungkin ada dalam eksipien tablet hisap.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vicee 500 mg Rasa Jeruk 2 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Redoxon Double Action Jeruk 10 Tablet Effervescent

Redoxon Double Action diformulasikan dengan menggabungkan Vitamin C dosis tinggi (1000 mg) dan Zinc (10 mg) dalam bentuk sediaan effervescent (tablet larut air). Zinc merupakan mineral esensial yang sangat penting untuk fungsi epitel, sintesis DNA, serta mendukung kerja vitamin C dalam memelihara kesehatan sel jaringan.

Bentuk sediaan effervescent memberikan bioavailabilitas (ketersediaan hayati) yang sangat baik. Begitu tablet dilarutkan ke dalam air, vitamin C sudah berada dalam bentuk solusio (larutan homogen) yang langsung siap diserap oleh mukosa gastrointestinal tanpa perlu proses disintegrasi di lambung. Ini sangat menguntungkan bagi pasien yang sedang dehidrasi atau memiliki kesulitan menelan tablet besar (disfagia).

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet effervescent per hari.
  • Cara pakai: Larutkan 1 tablet ke dalam segelas air putih (sekitar 200 ml). Tunggu hingga larut sepenuhnya dan segera minum.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Karena mengandung dosis vitamin C yang tinggi (1000 mg), pastikan kamu mengonsumsi banyak air putih. Tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang sangat panjang tanpa indikasi medis yang jelas, demi mencegah terbentuknya batu saluran kemih.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Redoxon Double Action Jeruk 10 Tablet Effervescent di Toko Kesehatan Halodoc

Tanda dan Gejala Scurvy

1. Gangguan pada Gusi dan Gigi

Salah satu tanda paling klasik dari scurvy adalah gusi yang bengkak, berubah warna menjadi merah keunguan, dan sangat mudah berdarah hanya dengan sentuhan ringan. Jika berlanjut, gigi bisa menjadi longgar dan tanggal akibat melemahnya ligamen periodontal.

2. Perdarahan Subkutan dan Memar

Karena kolagen bertugas menjaga dinding pembuluh darah, kekurangannya akan membuat kapiler sangat rapuh. Pasien akan mudah mengalami memar (ekimosis) dan bintik-bintik merah kecil akibat pendarahan di bawah kulit (petechiae), terutama di area kaki.

3. Penyembuhan Luka yang Buruk

Bahkan luka goresan kecil akan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sembuh. Pada kasus ekstrem, luka lama yang sudah sembuh bisa terbuka kembali karena jaringan parut di bawahnya melemah.

Penyebab dan Faktor Risiko Scurvy

1. Asupan Makanan yang Buruk

Scurvy murni disebabkan oleh kurangnya vitamin C dalam makanan sehari-hari. Tubuh manusia, tidak seperti beberapa mamalia lain, kekurangan enzim L-gulonolactone oxidase sehingga tidak bisa mensintesis vitamin C sendiri. Semua asupan harus datang dari luar.

2. Faktor Penyakit dan Gaya Hidup

Penyakit inflamasi usus (seperti penyakit Crohn) dapat menghambat penyerapan vitamin. Selain itu, pecandu alkohol kronis berisiko tinggi karena alkohol merusak dinding lambung dan mengurangi absorpsi nutrisi esensial.

Cara Mengobati dan Mencegah Scurvy

1. Suplementasi Farmakologis

Pengobatan lini pertama adalah mengembalikan kadar vitamin C secara cepat. Dokter mungkin akan memberikan dosis tinggi (sekitar 1000 mg per hari) di awal masa pengobatan, yang kemudian diturunkan perlahan ke dosis pemeliharaan seiring meredanya gejala klinis.

2. Diet Kaya Vitamin C

Langkah pencegahan utama adalah memasukkan bahan segar ke dalam menu harian. Buah sitrus (jeruk, lemon, jeruk nipis), stroberi, kiwi, jambu biji, brokoli, paprika merah, dan tomat adalah sumber alami terbaik. Ingatlah bahwa pemanasan dan pemasakan yang terlalu lama dapat merusak molekul vitamin C pada makanan tersebut.

Studi Terkait Defisiensi Asam Askorbat

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah studi literatur yang menjelaskan korelasi langsung antara penurunan kadar vitamin C dengan integritas endotel vaskular.

Dalam laporan tersebut diungkapkan bahwa pasien dengan kadar vitamin C plasma di bawah 0.2 mg/dL (11 µmol/L) secara konsisten mulai menunjukkan manifestasi klinis scurvy. Studi tersebut menekankan bahwa pengobatan profilaksis menggunakan suplemen asam askorbat sangat krusial, terutama pada pasien-pasien rawat inap, lansia, dan pasien yang menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis) yang berisiko kehilangan vitamin C secara signifikan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala perdarahan gusi, mudah memar, dan kelelahan ekstrem secara bersamaan, sangat disarankan untuk tidak mendiagnosis diri sendiri. Konsultasikan segera dengan dokter umum atau spesialis gizi klinik jika gejala berlanjut setelah pemberian suplemen.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan dan suplemen vitamin C di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja!


Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Scurvy and its prevention and control in major emergencies.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Vitamin C: Overview, Dosing, and Precautions.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Vitamin C Fact Sheet for Health Professionals.
StatPearls, NCBI. Diakses pada 2024. Scurvy: Pathophysiology and Treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Vitamin C Deficiency (Scurvy): Symptoms, Causes & Treatment.

FAQ

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari scurvy?

Dengan intervensi pemberian suplementasi vitamin C dosis terapeutik yang tepat, sebagian besar gejala awal seperti lemas, letih, dan nyeri sendi biasanya mulai membaik secara signifikan dalam waktu 24 hingga 48 jam saja.

2. Apakah scurvy bisa mematikan jika tidak diobati?

Ya, meskipun saat ini kasusnya jarang, scurvy yang dibiarkan tanpa penanganan medis dapat menyebabkan infeksi parah, pendarahan internal akibat rapuhnya pembuluh darah, dan komplikasi jantung yang bisa berakibat fatal.

3. Apakah anak-anak bisa terkena penyakit scurvy?

Bisa. Anak-anak yang sangat pemilih terhadap makanan (picky eater), terutama yang sama sekali menolak buah dan sayuran, memiliki risiko defisiensi vitamin C. Orang tua perlu waspada jika anak sering mengeluh nyeri tulang atau mudah memar.

4. Apakah aman meminum suplemen vitamin C dosis tinggi setiap hari untuk pencegahan?

Secara umum vitamin C larut dalam air sehingga kelebihannya dibuang melalui urine. Namun, mengonsumsi dosis sangat tinggi (lebih dari 2000 mg/hari) secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, mual, diare, dan memicu pembentukan batu ginjal oksalat.