Ad Placeholder Image

Scurvy: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakitnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Scurvy: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Defisiensi Vitamin C

Scurvy: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati PenyakitnyaScurvy: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakitnya

Berikut adalah blog content tentang scurvy:

Scurvy: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Scurvy adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C (asam askorbat) dalam jangka panjang. Kondisi ini penting untuk sintesis kolagen, yang mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.

Definisi Scurvy

Scurvy adalah penyakit yang muncul akibat kekurangan vitamin C yang parah dan berlangsung lama. Vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen, protein yang mendukung struktur berbagai jaringan tubuh, termasuk kulit, gusi, tulang, dan pembuluh darah. Kekurangan vitamin C mengganggu proses ini dan menyebabkan berbagai gejala.

Gejala Scurvy

Gejala scurvy berkembang secara bertahap setelah tubuh kekurangan vitamin C selama beberapa minggu atau bulan.

Gejala awal meliputi:

  • Kelelahan ekstrim
  • Lesu
  • Kelemahan
  • Nyeri pada anggota badan

Seiring perkembangan penyakit, gejala yang lebih spesifik muncul, meliputi:

* **Masalah pada Mulut dan Gusi:** Gusi bengkak, lunak, berwarna ungu, dan mudah berdarah. Gigi juga bisa menjadi goyang atau tanggal. (visual examples: “scurvy gingivitis”)
* **Masalah pada Kulit dan Rambut:** Muncul bintik-bintik merah-biru kecil (petechiae), memar (ekimosis), rambut berbentuk spiral (corkscrew hair), dan perdarahan di bawah kulit. (visual examples: “petechiae,” “corkscrew hair”)
* **Kelemahan Fisik:** Pembengkakan pada kaki, nyeri sendi (arthralgia), anemia (kurang darah), dan penyembuhan luka yang buruk.

Pada kasus yang parah, scurvy dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, penyakit kuning, demam, dan bahkan kematian jika tidak diobati.

Penyebab dan Faktor Risiko Scurvy

Penyebab utama scurvy adalah kekurangan asupan vitamin C dari makanan sehari-hari dalam jangka waktu yang lama.

Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena scurvy meliputi:

  • **Diet yang Buruk:** Kurangnya konsumsi buah-buahan dan sayuran segar yang kaya vitamin C.
  • **Kelompok Rentan:** Lansia dengan nutrisi buruk, pecandu alkohol, dan orang dengan diet terbatas.
  • **Kondisi Medis:** Gangguan penyerapan nutrisi (malabsorpsi) atau, jarang terjadi, pada bayi yang diberi makanan khusus.

Gejala scurvy umumnya muncul setelah setidaknya tiga bulan mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Pengobatan Scurvy

Scurvy sangat bisa diobati dan biasanya membaik dengan cepat setelah suplementasi vitamin C.

Langkah-langkah pengobatan meliputi:

  • **Suplemen Vitamin C:** Konsumsi harian vitamin C oral (biasanya 500-1000 mg) selama beberapa hari atau minggu.
  • **Perubahan Diet:** Meningkatkan konsumsi buah-buahan sitrus, tomat, kentang, dan brokoli.

Sebagian besar gejala, seperti kelelahan dan nyeri, membaik dalam 24 hingga 48 jam setelah memulai pengobatan. Pendarahan gusi biasanya berhenti dalam waktu seminggu.

Mencegah Scurvy

Scurvy sepenuhnya dapat dicegah dengan memastikan asupan vitamin C yang cukup melalui diet seimbang yang kaya buah-buahan dan sayuran. Sumber makanan yang baik termasuk jeruk, stroberi, kiwi, jambu biji, paprika, brokoli, dan bayam.

Jika sulit mendapatkan cukup vitamin C dari makanan, suplemen vitamin C dapat membantu, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi mengalami kekurangan.

Scurvy adalah kondisi yang serius tetapi dapat diobati dengan mudah jika terdiagnosis dini dan diobati dengan benar. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Download aplikasi Halodoc sekarang juga!