Ad Placeholder Image

SDH: Pahami Hematoma Subdural, Penjelasan Mudah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Mengenal SDH: Hematoma Subdural, Penjelasan Mudah

SDH: Pahami Hematoma Subdural, Penjelasan MudahSDH: Pahami Hematoma Subdural, Penjelasan Mudah

Apa Itu SDH: Memahami Hematoma Subdural, Penumpukan Darah di Otak

Singkatan SDH dapat memiliki beberapa arti tergantung pada konteks penggunaannya. Dalam lingkup pendidikan, SDH mungkin merujuk pada Sekolah Dian Harapan, sebuah jaringan sekolah Kristen. Namun, dalam dunia medis, SDH adalah akronim untuk Hematoma Subdural, suatu kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Hematoma Subdural adalah kumpulan darah yang terjadi di antara dura mater, yaitu lapisan terluar dari selaput pelindung otak, dan arachnoid, lapisan tipis di bawahnya. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh cedera kepala yang memicu pecahnya pembuluh darah vena di permukaan otak.

Definisi Hematoma Subdural (SDH)

Hematoma Subdural (SDH) adalah penumpukan darah di ruang subdural, yaitu area antara dura mater dan arachnoid yang merupakan dua dari tiga lapisan selaput pelindung otak (meninges). Penumpukan darah ini menyebabkan tekanan pada otak, yang dapat mengganggu fungsi otak dan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen atau bahkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. SDH dapat bersifat akut, yang muncul segera setelah cedera, atau kronis, yang berkembang secara bertahap selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah cedera ringan.

Gejala Hematoma Subdural

Gejala Hematoma Subdural bervariasi tergantung pada ukuran hematoma, kecepatan penumpukan darah, dan area otak yang tertekan. Gejala SDH akut biasanya muncul dalam hitungan menit hingga jam setelah cedera kepala yang signifikan. Sementara itu, SDH kronis seringkali menunjukkan gejala yang lebih lambat dan tidak spesifik, yang kadang salah didiagnosis sebagai kondisi lain.

  • Sakit kepala yang hebat dan terus-menerus.
  • Mual dan muntah.
  • Kebingungan atau disorientasi.
  • Perubahan perilaku atau kepribadian.
  • Kesulitan berbicara atau memahami ucapan (afasia).
  • Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh.
  • Pupil mata yang tidak sama ukurannya.
  • Kejang.
  • Penurunan kesadaran atau koma.

Penyebab Hematoma Subdural

Penyebab utama Hematoma Subdural adalah cedera kepala. Cedera ini dapat bervariasi dari trauma langsung yang parah hingga benturan ringan yang tampaknya tidak signifikan. Cedera kepala menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena kecil yang melintasi ruang subdural. Pembuluh darah ini sangat rentan karena sifatnya yang tipis dan seringkali diregangkan oleh gerakan tiba-tiba pada otak.

  • Trauma kepala tumpul: Kecelakaan lalu lintas, jatuh, atau pukulan langsung ke kepala.
  • Trauma kepala tembus: Luka tembak atau tusuk pada kepala.
  • Cedera kepala ringan berulang: Lebih sering terjadi pada lansia atau penderita alkoholisme yang sering terjatuh.
  • Penggunaan obat pengencer darah: Meningkatkan risiko pendarahan setelah cedera minor.
  • Atrofi otak: Pada lansia, otak cenderung menyusut, membuat pembuluh darah vena lebih meregang dan rentan pecah.

Pengobatan Hematoma Subdural

Penanganan Hematoma Subdural memerlukan intervensi medis segera. Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien melalui pemeriksaan fisik dan pencitraan otak, seperti CT scan atau MRI, untuk menentukan lokasi, ukuran, dan jenis hematoma. Tujuan pengobatan adalah mengurangi tekanan pada otak dan menghentikan pendarahan.

  • Observasi: Untuk hematoma yang sangat kecil dan tidak menyebabkan gejala signifikan, dokter mungkin memilih untuk memantau kondisi pasien secara ketat.
  • Obat-obatan: Untuk mengontrol gejala seperti kejang atau pembengkakan otak.
  • Pembedahan:
    • Kraniotomi: Prosedur bedah di mana sebagian kecil tulang tengkorak diangkat untuk mengakses dan menghilangkan hematoma.
    • Burr Hole Trepanation: Pengeboran lubang kecil di tengkorak untuk mengalirkan darah, biasanya digunakan untuk SDH kronis atau hematoma yang lebih kecil.

Pencegahan Hematoma Subdural

Pencegahan Hematoma Subdural berpusat pada upaya mengurangi risiko cedera kepala. Mengambil langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat secara signifikan menurunkan kemungkinan terjadinya kondisi ini.

  • Selalu gunakan helm saat mengendarai sepeda motor, sepeda, atau saat berpartisipasi dalam olahraga kontak.
  • Gunakan sabuk pengaman saat berada di dalam kendaraan bermotor.
  • Hindari jatuh dengan menjaga lingkungan rumah aman, seperti memasang pegangan tangan di kamar mandi dan menyingkirkan karpet yang licin.
  • Kelola kondisi medis yang meningkatkan risiko jatuh, seperti vertigo atau masalah penglihatan.
  • Berhati-hati saat menggunakan obat pengencer darah dan ikuti petunjuk dokter.

Kesimpulan & Rekomendasi Medis Praktis

Hematoma Subdural (SDH) adalah kondisi neurologis serius yang membutuhkan diagnosis dan penanganan cepat. Memahami gejala dan faktor risikonya sangat penting. Jika ada dugaan cedera kepala atau muncul gejala neurologis yang mencurigakan, segera cari pertolongan medis darurat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan atau untuk berkonsultasi dengan dokter secara langsung, manfaatkan aplikasi Halodoc yang menyediakan layanan telekonsultasi dan informasi kesehatan terpercaya. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika memiliki kekhawatiran tentang kesehatan.