
Seberapa Efektif Microneedling Mengatasi Jerawat?
“Microneedling dipercaya dapat meremajakan, menghilangkan jerawat, dan mengencangkan kulit dengan efek samping minimal dan masa henti yang tidak lama. Namun, hasil perawatan ini akan efektif jika prosedur dilakukan dengan benar.”

Halodoc, Jakarta – Belakangan ini, microneedling menjadi buah bibir di kalangan industri kecantikan. Metode ini adalah prosedur kosmetik yang digunakan dokter kulit untuk mendorong produksi kolagen dengan memanfaatkan respons penyembuhan alami tubuh.
Tindakan ini juga dikenal sebagai terapi induksi kolagen dan dilakukan membuat tusukan mikro di kulit menggunakan jarum mini yang disterilkan.
Jarum akan digunakan untuk menusuk kulit sehingga dapat menyebabkan darah. Meski mengeluarkan darah, perawatan ini dipercaya memiliki manfaat lebih besar daripada efek sampingnya. Namun, tidak sedikit orang yang mempertanyakan keamanan dan efektivitas metode ini.
Beberapa Kegunaan Microneedling
Microneedling dipercaya dapat meremajakan, menghilangkan jerawat, dan mengencangkan kulit dengan efek samping minimal dan masa henti yang tidak lama. Perawatan ini juga dapat disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan setiap orang.
Manfaat microneedling dapat meliputi:
- Mengurangi munculnya bekas luka, termasuk bekas jerawat.
- Mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan.
- Mengecilkan pori-pori yang membesar.
- Mengurangi munculnya hiperpigmentasi atau bintik hitam.
- Menghaluskan warna kulit yang tidak merata.
- Meningkatkan elastisitas kulit.
- Mengurangi munculnya stretch mark.
- Mengurangi munculnya bekas luka.
- Mempromosikan pertumbuhan rambut pada orang dengan alopecia.
Perawatan dengan jarum kecil ini juga jauh lebih murah daripada terapi laser dan mungkin bekerja lebih baik untuk beberapa orang. Sebab, perawatan menggunakan laser melibatkan penggunaan panas, yang dapat memengaruhi pigmentasi kulit orang tertentu.
Efektivitas Perawatan Microneedling
Microneedling juga dianggap aman untuk pemilik warna kulit yang lebih gelap jika dibanding dengan prosedur perawatan kulit lainnya seperti terapi laser. Hal ini karena lapisan luar kulit tidak dirusak atau dikelupas. Orang dengan kulit tipis dan halus juga dapat melakukan perawatan ini.
Perawatan ini telah digunakan oleh banyak orang karena efektif dan fleksibel. Bekas jerawat bisa membaik dengan sendirinya seiring waktu. Kamu juga melakukan aktivitas rutin seperti biasa dalam beberapa hari setelah mendapatkan perawatan. Risiko efek samping berupa noda gelap dan jaringan berparut juga lebih rendah.
Microneedling juga bisa digabungkan dengan beberapa perawatan lain agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Sebagai contoh, kamu bisa menghilangkan bekas jerawat menggunakan microneedling sekaligus chemical peeling untuk eksfoliasi atau penyayatan kulit.
Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Microneedling
Kembali lagi, hasil perawatan ini akan maksimal jika prosedur dilakukan dengan benar. Tak hanya itu, kamu juga perlu mengetahui beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dokter mungkin tidak merekomendasikan untuk perawatan ini jika kamu mengidap salah satu dari kondisi berikut.
- Jerawat yang meradang.
- Herpes.
- Kutil.
- Eksim atau psoriasis.
- Kecenderungan keloid yang parah.
- Pasien yang sedang melakukan terapi radiasi seperti kemoterapi.
- Pasien botox yang ingin melakukan microneedling di area yang sama dengan tempat suntikan botox.
Ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perawatan ini. Pastikan kamu tidak mengonsumsi ibuprofen atau krim jerawat sebelum prosedur. Selain itu, hindari juga penggunaan produk perawatan kulit retinoid dan exfoliating.
Itulah pembahasan mengenai efektivitas microneedling untuk perawatan wajah. Apabila kamu mengalami masalah kesehatan, segera periksakan ke dokter. Kamu bisa mengunjungi rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis. Segera download Halodoc sekarang juga!


