Ad Placeholder Image

Sel Sentriol, Ini Pengertian, Ciri-Ciri, dan Fungsinya

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Setiap sel hewan biasanya memiliki sepasang sentriol yang tersusun secara tegak lurus satu sama lain.

Sel Sentriol, Ini Pengertian, Ciri-Ciri, dan FungsinyaSel Sentriol, Ini Pengertian, Ciri-Ciri, dan Fungsinya

DAFTAR ISI


Setiap makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, maupun tumbuhan, dapat tumbuh besar dan memperbaiki jaringan tubuhnya yang rusak berkat adanya proses pembelahan sel. Pembelahan sel adalah mekanisme biologis yang sangat krusial, di mana satu sel induk membelah diri menjadi dua atau lebih sel anakan. Dalam pelajaran biologi, kamu mungkin sering mendengar istilah mitosis dan meiosis, serta organel-organel sel yang berperan di dalamnya.

Salah satu organel yang paling sering dibahas ketika mempelajari pembelahan sel adalah sentriol. Organel berbentuk tabung ini memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur benang-benang spindel yang akan menarik kromosom saat sel membelah. Namun, ada satu fakta menarik yang sering memicu rasa penasaran. Sentriol diketahui hanya dimiliki oleh sel hewan, sedangkan sel tumbuhan tingkat tinggi tidak memilikinya.

Hal ini sering kali menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pelajar maupun mereka yang menyukai sains. Banyak yang bertanya, jika sentriol hanya terdapat di sel hewan bagaimana sel tumbuhan membelah diri? Ternyata, alam memiliki mekanisme yang luar biasa unik. Tumbuhan memiliki cara tersendiri untuk mengorganisasi pembelahan materi genetik dan membelah selnya tanpa memerlukan kehadiran sentriol sama sekali.

Nah, mau tahu apa saja rahasia di balik mekanisme pembelahan sel tumbuhan dan bagaimana perbedaannya dengan sel hewan secara mendalam? Berikut ulasan lengkap dan ilmiah mengenai proses tersebut yang perlu kamu ketahui!

Pengantar Pembelahan Sel: Mitosis dan Meiosis

Sebelum kita masuk ke perbedaan spesifik mengenai sentriol, sangat penting untuk memahami dasar dari pembelahan sel itu sendiri. Secara umum, pembelahan sel pada organisme eukariotik (organisme yang memiliki membran inti sel) dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu mitosis dan meiosis.

Mitosis adalah proses pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik). Tujuannya adalah untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan yang rusak, dan regenerasi sel. Hasil dari mitosis adalah dua sel anakan yang memiliki jumlah kromosom persis sama dengan sel induknya (diploid). Sementara itu, meiosis terjadi secara khusus pada sel kelamin (gamet) untuk tujuan reproduksi. Meiosis menghasilkan empat sel anakan dengan jumlah kromosom setengah dari sel induknya (haploid).

Baik mitosis maupun meiosis melalui tahapan-tahapan yang serupa, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Pada fase-fase inilah pergerakan kromosom harus diatur dengan sangat presisi agar sel anakan mendapatkan materi genetik yang utuh dan tidak cacat. Di sinilah peran organel pengatur benang spindel menjadi sangat vital.

Peran Sentriol dalam Sel Hewan

Pada sel hewan, organel yang bertanggung jawab sebagai pusat pengaturan mikrotubulus atau Microtubule Organizing Center (MTOC) adalah sentrosom. Di dalam satu sentrosom, terdapat sepasang sentriol yang saling tegak lurus satu sama lain. Sentriol ini tersusun atas sembilan set mikrotubulus triplet yang membentuk struktur seperti silinder atau tong.

Saat sel hewan bersiap untuk membelah (pada fase S di siklus sel), sentriol akan menduplikasi dirinya. Kemudian, saat memasuki fase profase, dua pasang sentriol ini akan bergerak menjauh menuju kutub-kutub sel yang berlawanan. Dari sentriol inilah memancar benang-benang spindel (serat mikrotubulus) yang membentuk struktur seperti bintang, yang sering disebut sebagai aster.

Benang-benang spindel ini kemudian akan mengikat kromosom pada bagian sentromernya (tepatnya di struktur protein bernama kinetokor). Pada fase anafase, benang spindel akan memendek dan menarik kromatid saudara ke kutub yang berlawanan. Tarikan mekanis inilah yang memastikan materi genetik terbagi rata ke dua calon sel baru. Tanpa sentriol, sel hewan akan kesulitan mengorganisasi benang spindel secara efisien, yang bisa berujung pada kelainan jumlah kromosom pada sel anakan.

Fakta Menarik tentang Sel Hewan vs Sel Tumbuhan
  1. Dinding Sel: Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang kaku dari selulosa, sementara sel hewan hanya dilapisi membran plasma yang fleksibel.
  2. Vakuola: Sel tumbuhan memiliki satu vakuola pusat yang sangat besar, sedangkan sel hewan memiliki vakuola kecil atau tidak ada sama sekali.
  3. Kloroplas: Hanya sel tumbuhan yang memiliki kloroplas untuk fotosintesis.
  4. Sentriol: Sel hewan memiliki sentriol, sel tumbuhan (tingkat tinggi) tidak memilikinya.

Bagaimana Sel Tumbuhan Membelah Diri Tanpa Sentriol?

Ini adalah inti dari misteri biologi yang sering dipertanyakan. Sel tumbuhan tingkat tinggi (seperti Angiospermae dan Gymnospermae) tidak memiliki sentrosom maupun sentriol. Lantas, bagaimana mereka bisa menarik kromosom ke kutub sel?

1. MTOC Tanpa Sentriol (Acentriolar MTOC)

Meskipun sel tumbuhan tidak memiliki sentriol, mereka tetap memiliki wilayah pusat pengaturan mikrotubulus atau MTOC. Pada sel tumbuhan, fungsi MTOC diambil alih oleh selubung inti (membran nukleus) dan korteks sel (bagian sitoplasma tepat di bawah membran sel).

2. Peran Gamma-Tubulin

Sama seperti sel hewan, sel tumbuhan menggunakan protein khusus bernama gamma-tubulin untuk memulai pembentukan (nukleasi) mikrotubulus. Bedanya, jika pada hewan gamma-tubulin terkonsentrasi di sentrosom/sentriol, pada tumbuhan kompleks gamma-tubulin ini tersebar di beberapa titik di sekitar selubung inti. Ketika sel tumbuhan memasuki fase profase, mikrotubulus akan merakit diri dari titik-titik penyebaran ini dan membentuk benang-benang spindel yang fungsional.

3. Pembentukan Spindel Anastral

Karena sel tumbuhan tidak memiliki sentriol, benang spindel yang terbentuk tidak memancar dari satu titik fokus yang tajam di kutub sel, melainkan membentuk struktur yang lebih lebar dan datar di bagian kutubnya. Spindel semacam ini disebut spindel anastral (spindel tanpa aster). Walaupun bentuk kutubnya berbeda, benang spindel pada sel tumbuhan tetap mampu mengikat kinetokor kromosom dan menariknya dengan sangat kuat dan presisi saat fase anafase.

Perbedaan Sitokinesis Hewan dan Tumbuhan

Selain perbedaan pada tahap pembagian kromosom, perbedaan paling mencolok antara sel hewan dan tumbuhan terjadi pada tahap akhir pembelahan sel, yaitu sitokinesis (pembelahan sitoplasma).

Pada sel hewan, membran sel sangat fleksibel karena tidak terhalang oleh dinding sel yang keras. Oleh karena itu, sitokinesis pada sel hewan dilakukan dengan membentuk cincin kontraktil yang terbuat dari filamen aktin dan miosin. Cincin ini akan mencekik bagian ekuator (tengah) sel secara perlahan hingga sel terbelah dua. Proses ini sering disebut sebagai pembentukan lekukan pembelahan (cleavage furrow).

Sel tumbuhan tidak bisa mencekik dirinya sendiri karena adanya dinding sel selulosa yang sangat keras dan kaku. Sebagai gantinya, sel tumbuhan membentuk sekat baru dari dalam ke luar. Prosesnya melibatkan struktur yang disebut fragmoplas.

Fragmoplas adalah kumpulan sisa-sisa benang spindel dan vesikel yang dihasilkan oleh badan Golgi. Vesikel-vesikel ini bergerak menuju bagian tengah sel (ekuator) dan membawa materi pembentuk dinding sel, seperti pektin dan selulosa. Vesikel-vesikel ini kemudian melebur menjadi satu membentuk struktur pipih yang disebut lempeng sel (cell plate). Lempeng sel akan terus tumbuh melebar ke arah luar hingga menyatu dengan membran sel dan dinding sel induk. Setelah menyatu, terbentuklah dua sel tumbuhan anakan yang utuh, masing-masing dengan membran dan dinding selnya sendiri.

Kaitan Pembelahan Sel dengan Kesehatan Manusia

1. Pemahaman tentang Kanker

Meskipun kita membahas sel tumbuhan, prinsip dasar pembelahan sel dan fungsi mikrotubulus memiliki dampak besar bagi dunia medis manusia. Kanker pada dasarnya adalah sel yang membelah secara tidak terkendali. Dengan memahami bagaimana mikrotubulus (benang spindel) bekerja baik pada hewan maupun tumbuhan, para ilmuwan dapat menciptakan obat yang menghentikan proses tersebut.

2. Obat Kemoterapi dari Tumbuhan

Banyak obat antikanker (kemoterapi) yang beredar saat ini justru berasal dari senyawa kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Misalnya, Paclitaxel (dikenal dengan merek Taxol), yang diisolasi dari kulit pohon yew Pasifik. Obat ini bekerja dengan cara mengikat mikrotubulus dan mencegahnya memendek. Akibatnya, benang spindel tidak bisa menarik kromosom, dan sel kanker pun gagal membelah dan akhirnya mati. Ini adalah contoh nyata bagaimana pemahaman botani dan biologi seluler menyelamatkan jutaan nyawa manusia.

Studi Terkait Biologi Sel

Jurnal Plant Cell menerbitkan studi komprehensif mengenai peran MTOC pada tumbuhan, di mana para peneliti menemukan bahwa penyebaran protein kompleks gamma-tubulin di seluruh permukaan inti sel tumbuhan sangat efektif dalam mengorganisasi mikrotubulus tanpa kehadiran sentriol.

Studi ini memberikan wawasan mendalam bahwa ketiadaan sentriol pada tumbuhan bukanlah sebuah kecacatan evolusi, melainkan bentuk adaptasi struktural. Tumbuhan tidak perlu bergerak layaknya hewan, dan dinding sel mereka yang kaku membutuhkan mekanisme sitokinesis (pembentukan lempeng sel) yang justru difasilitasi dengan baik oleh perakitan mikrotubulus berbasis kortikal, bukan sentrosomal.

Kesehatan sel-sel tubuh kita sangat bergantung pada asupan nutrisi yang cukup, seperti vitamin, protein, dan mineral, agar proses regenerasi dan pembelahan sel-sel kulit, darah, maupun organ tubuh dapat berjalan optimal. Untuk itu, penuhi selalu kebutuhan nutrisimu setiap hari. Jika kamu butuh suplemen tambahan atau obat-obatan, kamu bisa mendapatkannya dengan mudah melalui layanan Toko Kesehatan Halodoc yang praktis, cepat, dan 100% asli.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Alberts, B., et al. (2014). Molecular Biology of the Cell. 6th Edition. Garland Science. Diakses pada 2024.
Campbell, N. A., & Reece, J. B. (2020). Biology. 12th Edition. Pearson. Diakses pada 2024.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. The Plant Cytoskeleton.
Nature Reviews Molecular Cell Biology. Diakses pada 2024. Plant cell division: mechanisms and molecules.

FAQ

1. Apakah benar sel tumbuhan sama sekali tidak memiliki sentriol?

Sel tumbuhan tingkat tinggi (seperti tumbuhan berbunga dan pohon berbiji) memang tidak memiliki sentriol. Namun, tumbuhan tingkat rendah seperti lumut dan paku masih memiliki sentriol khusus untuk membentuk flagela pada sel sperma mereka yang butuh berenang saat reproduksi.

2. Apa pengganti sentriol pada sel tumbuhan?

Sel tumbuhan menggunakan Microtubule Organizing Center (MTOC) yang tersebar di area selubung inti sel (membran nukleus) dan korteks sel. MTOC ini mengandung protein kompleks bernama gamma-tubulin yang bertugas merakit benang spindel.

3. Apa yang dimaksud dengan lempeng sel atau cell plate?

Lempeng sel adalah struktur yang terbentuk di tengah sel tumbuhan pada akhir tahap pembelahan (sitokinesis). Lempeng ini dibentuk oleh tumpukan vesikel dari badan Golgi yang membawa selulosa dan pektin, yang pada akhirnya akan mengeras menjadi dinding sel baru yang memisahkan dua sel anakan.

4. Kenapa sel hewan membelah dengan cara mencekik, bukan membentuk lempeng sel?

Sel hewan tidak memiliki dinding sel yang keras, sehingga membran luarnya sangat lentur. Hal ini memungkinkan protein aktin dan miosin untuk membuat cincin kontraktil yang mengencang dan mencekik sel hingga terbelah dua. Mekanisme ini jauh lebih efisien untuk sel hewan namun tidak mungkin dilakukan oleh sel tumbuhan yang dilindungi cangkang selulosa kaku.