• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Selain COVID-19, Ini 5 Penyebab Indra Penciuman dan Perasa Hilang
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Selain COVID-19, Ini 5 Penyebab Indra Penciuman dan Perasa Hilang

Selain COVID-19, Ini 5 Penyebab Indra Penciuman dan Perasa Hilang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 Agustus 2021
Selain COVID-19, Ini 5 Penyebab Indra Penciuman dan Perasa Hilang

“Indra penciuman dan perasa yang hilang menjadi salah satu gejala dari COVID-19. Namun, ketahui perbedaan anosmia yang disebabkan oleh COVID-19 dan penyebab lainnya. Ada berbagai gangguan kesehatan yang memicu indra penciuman dan perasa hilang, seperti alergi, hidung tersumbat, iritasi pada lidah, hingga polip hidung.”

Halodoc, Jakarta – Berbagai gejala dapat dialami oleh seseorang yang terinfeksi COVID-19. Mulai dari demam, gangguan pernapasan, hingga penurunan fungsi indra penciuman dan perasa. Disarankan jika kamu mengalami beberapa gejala terkait COVID-19 untuk segera melakukan pemeriksaan tes usap dan melakukan isolasi mandiri.

Namun, tahukah kamu bahwa penurunan fungsi indra penciuman dan perasa bukan hanya menjadi gejala COVID-19. Ada berbagai gangguan kesehatan lainnya yang menyebabkan kondisi tersebut. Yuk, simak berbagai penyebab indra penciuman dan perasa hilang agar kamu bisa melakukan penanganan yang tepat!

Baca juga: Tidak Dapat Mencium Bau, Ini Gejala dari Anosmia

Waspada Polip Hidung dan Alergi

Anosmia menjadi gejala yang sering dialami oleh pengidap COVID-19. Anosmia adalah hilangnya kemampuan seseorang untuk mencium bau. Umumnya, kondisi ini disertai dengan penurunan indra perasa.

Anosmia berkepanjangan dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, malnutrisi, hingga depresi akibat tidak dapat merasakan makanan dan mencium aroma tertentu dengan baik.

Tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit agar penyebab anosmia yang kamu alami dapat segera diketahui. Bukan hanya COVID-19, ada berbagai gangguan kesehatan yang menyebabkan indra penciuman dan perasa hilang.

  1. Polip Hidung

Polip hidung menjadi salah satu penyebab indra penciuman dan perasa hilang. Hal ini disebabkan munculnya jaringan di dalam hidung yang menghambat aliran udara dan menurunkan kemampuan penciuman. Polip hidung terjadi ketika selaput lendir atau membran mukosa dari saluran pernapasan dan sinus mengalami peradangan.

  1. Alergi

Ketika sistem imun tubuh mendeteksi adanya paparan alergen dalam tubuh, kondisi ini membuat tubuh memproduksi antibodi yang dikenal sebagai Immunoglobulin E (IgE). Antibodi ini menyebabkan munculnya histamin yang memicu gejala alergi, seperti hidung tersumbat, batuk, dan mata berair serta gatal.

Menurut Stanley Schwartz, MD, Ph.D, seorang kepala divisi Allergy Immunology Rheumatology di University at Buffalo Jacobs School, saraf yang menyalurkan indra penciuman ke otak terdapat dalam hidung, maka, saat hidung mengalami gangguan, kondisi saraf bisa terganggu dan menyebabkan penurunan indra penciuman.

Baca juga: Ini Alasannya Mengapa Anosmia Perlu Diwaspadai

  1. Infeksi

Paparan infeksi bakteri dan virus menjadi salah satu penyebab indra penciuman dan perasa hilang. Kondisi ini dapat membaik dengan cepat ketika kamu mengatasi infeksi dengan tepat.

  1. Mengonsumsi Makanan yang Terlalu Panas

Sebaiknya pastikan suhu makanan yang akan kamu konsumsi. Mengonsumsi makanan terlalu panas dapat menyebabkan lidah iritasi. Hal ini menyebabkan lokal trauma pada bagian lidah yang terpapar suhu panas.

Menurut Rachel Kaye, MD, asisten profesor dan kepala Laryngology Voice, Airways, and Swallowing Disorder di Rutgers University, kondisi ini terjadi untuk sementara hingga iritasi dapat diatasi dengan baik.

  1. Kekurangan Vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 menjadi salah satu penyebab indra penciuman dan perasa hilang. Vitamin B12 memiliki peran yang cukup penting dalam fungsi sistem saraf. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan penurunan fungsi indra penciuman.

Kenali Anosmia yang Disebabkan COVID-19

COVID-19 merupakan penyakit yang menular dan berbahaya. Untuk itu, pastikan kamu mengenali anosmia yang disebabkan oleh COVID-19 dan tidak. Anosmia yang disebabkan oleh COVID-19, akan terjadi setelah kamu mengalami demam, menggigil, dan batuk. Kondisi anosmia akan disertai dengan gejala lain, seperti sakit kepala, kelelahan, lemas, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, mual, hingga diare.

Lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab anosmia yang kamu alami. Segera lakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan. 

Baca juga: 3 Cara Sederhana Memulihkan Anosmia Akibat COVID-19

Kamu bisa buat janji di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan tes usap tanpa menunggu lama. Caranya, download Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga.

Selama perawatan di rumah, kamu bisa melakukan latihan penciuman dengan mencium jenis aroma tertentu, seperti mint, jahe, jeruk, atau vanila.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. How to Regain Your Sense of Smell Naturally.

Prevention. Diakses pada 2021. Yes, Allergies Can Cause a Loss Smell. So How You Can Be Sure It’s Not COVID-19?

Live Strong. Diakses pada 2021. Food Suddenly Tastes Different? Here’s What Your Body’s Trying to Tell You.