Ad Placeholder Image

Selang Cuci Darah di Leher: Akses Darurat Sementara

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Selang Cuci Darah di Leher: Kenapa Dipasang Disana?

Selang Cuci Darah di Leher: Akses Darurat SementaraSelang Cuci Darah di Leher: Akses Darurat Sementara

Mengenal Selang Cuci Darah di Leher: Akses Vaskular Darurat untuk Hemodialisis

Bagi pasien yang memerlukan cuci darah atau hemodialisis secara darurat atau sementara, selang cuci darah di leher merupakan solusi penting. Akses vaskular ini dikenal sebagai Kateter Vena Sentral (CVC) atau Kateter Double Lumen (DLC). Fungsinya krusial untuk menjaga kelangsungan hidup pasien sambil menunggu pembentukan akses permanen.

Apa Itu Selang Cuci Darah di Leher?

Selang cuci darah di leher, atau Kateter Vena Sentral (CVC) jenis Double Lumen Catheter (DLC), adalah sebuah selang lunak. Selang ini dirancang khusus untuk dimasukkan ke pembuluh darah besar. Umumnya, penempatannya dilakukan pada vena jugularis di leher.

CVC atau DLC ini menyediakan dua jalur terpisah. Satu jalur berfungsi untuk mengalirkan darah dari tubuh pasien menuju mesin cuci darah. Jalur lainnya digunakan untuk mengembalikan darah yang sudah bersih kembali ke tubuh pasien.

Penggunaan CVC bersifat sementara. Alat ini menjadi pilihan utama ketika akses vaskular permanen, seperti fistula arteriovenosa (AV fistula) atau graft, belum siap atau tidak memungkinkan untuk digunakan.

Mengapa Selang Cuci Darah di Leher Digunakan?

Penggunaan selang cuci darah di leher memiliki beberapa indikasi medis yang kuat. Fungsi utamanya adalah menyediakan jalur akses vaskular yang cepat dan efisien untuk kebutuhan hemodialisis.

  • Kebutuhan Cuci Darah Darurat
  • Pada kondisi gagal ginjal akut atau perburukan mendadak pada gagal ginjal kronis, pasien membutuhkan cuci darah segera. Kateter di leher memungkinkan akses cepat tanpa menunggu prosedur yang lebih kompleks.

  • Akses Sementara
  • Selang ini menjadi jembatan bagi pasien yang akan menjalani hemodialisis jangka panjang. Alat ini digunakan sementara sembari menunggu pematangan akses permanen seperti AV fistula yang membutuhkan waktu beberapa minggu hingga bulan.

  • Tidak Ada Akses Lain
  • Ketika akses vaskular lain (seperti di lengan atau pangkal paha) tidak dapat digunakan atau mengalami komplikasi, kateter di leher bisa menjadi pilihan. Ini memastikan pasien tetap bisa menjalani terapi cuci darah.

Proses Pemasangan Kateter Vena Sentral

Pemasangan selang cuci darah di leher adalah prosedur medis yang dilakukan oleh tenaga ahli. Tindakan ini umumnya berlangsung di rumah sakit dengan persiapan yang cermat.

  • Anestesi Lokal
  • Area pemasangan akan dibius lokal. Ini dilakukan untuk meminimalkan rasa sakit dan ketidaknyamanan selama prosedur berlangsung.

  • Panduan USG
  • Dokter biasanya menggunakan panduan ultrasonografi (USG). Alat ini membantu dokter melihat posisi vena jugularis dan pembuluh darah lain secara akurat. Panduan USG memastikan penempatan kateter yang tepat dan mengurangi risiko komplikasi.

  • Insisi Kecil
  • Sebuah sayatan kecil dibuat di kulit leher. Melalui sayatan ini, kateter dimasukkan ke dalam vena jugularis, sebuah pembuluh darah besar di leher.

  • Penempatan dan Fiksasi
  • Ujung kateter akan ditempatkan di vena cava superior, yaitu pembuluh darah besar yang mengalirkan darah ke jantung. Setelah posisi dipastikan benar, kateter akan difiksasi atau dijahit ke kulit agar tidak bergeser.

Selain di leher, kateter serupa juga dapat dipasang di vena besar pada dada (vena subklavia) atau pangkal paha (vena femoralis), tergantung pada kondisi dan kebutuhan medis pasien.

Perawatan dan Potensi Komplikasi

Setelah pemasangan, perawatan selang cuci darah di leher sangat penting untuk mencegah komplikasi. Pasien dan keluarga perlu memahami cara merawat area sekitar kateter.

  • Kebersihan Area Kateter
  • Area sekitar kateter harus selalu dijaga kebersihannya. Perban pelindung harus diganti secara teratur oleh tenaga medis terlatih.

  • Pencegahan Infeksi
  • Infeksi merupakan salah satu risiko utama. Gejala infeksi meliputi kemerahan, bengkak, nyeri, demam, atau keluarnya cairan dari lokasi kateter. Penting untuk segera melaporkan gejala ini kepada dokter.

  • Komplikasi Lain
  • Potensi komplikasi lain termasuk pembentukan gumpalan darah (trombosis) di dalam atau sekitar kateter. Ini dapat menghambat aliran darah dan mengganggu fungsi cuci darah.

Pemeriksaan rutin dan pemantauan oleh tim medis sangat diperlukan untuk memastikan kateter berfungsi optimal dan bebas dari komplikasi.

Kapan Selang Cuci Darah di Leher Dilepas?

Selang cuci darah di leher bersifat sementara. Alat ini akan dilepas setelah kondisi medis pasien memungkinkan atau ketika akses vaskular permanen siap digunakan.

  • Kesiapan Akses Permanen
  • Setelah AV fistula atau graft yang dibuat telah matang dan berfungsi dengan baik, kateter di leher tidak lagi diperlukan dan dapat dilepas.

  • Pemulihan Kondisi Akut
  • Jika kateter dipasang untuk mengatasi gagal ginjal akut dan fungsi ginjal pasien telah membaik, maka kateter juga dapat dilepas.

Proses pelepasan kateter umumnya sederhana dan dilakukan oleh dokter di fasilitas kesehatan.

Konsultasi Medis melalui Halodoc

Informasi mengenai selang cuci darah di leher ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif. Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan medis harus didasarkan pada diagnosis dan rekomendasi dokter. Jika ada pertanyaan lebih lanjut atau memerlukan konsultasi terkait kondisi ginjal atau pilihan akses cuci darah, disarankan untuk segera berbicara dengan profesional medis.

Platform seperti Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis nefrologi atau ahli bedah vaskular. Konsultasi dapat dilakukan secara praktis melalui chat atau video call, kapan saja dan di mana saja. Halodoc juga memudahkan untuk membuat janji temu dengan dokter di rumah sakit terdekat.