• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Self Healing: Cara Diri Mengatasi Trauma dan Luka Masa Lalu
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Self Healing: Cara Diri Mengatasi Trauma dan Luka Masa Lalu

Self Healing: Cara Diri Mengatasi Trauma dan Luka Masa Lalu

5 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 18 Oktober 2022

“Self healing merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi trauma dan luka masa lalu. Lebih dari sekadar berlibur, penyembuhan diri merupakan proses yang membutuhkan waktu dan melibatkan beberapa cara.”

Self Healing: Cara Diri Mengatasi Trauma dan Luka Masa LaluSelf Healing: Cara Diri Mengatasi Trauma dan Luka Masa Lalu

Halodoc, Jakarta – Istilah ‘self healing’ semakin populer belakangan ini. Bukan hanya sekadar untuk meredakan stres atau melepas penat, penyembuhan diri merupakan cara yang baik untuk mengatasi trauma dan luka masa lalu, lho.

Pengalaman pahit dan menyakitkan terkadang tidak bisa dihindari dalam hidup. Namun, bila tidak diatasi, hal itu bisa memengaruhi kondisi mental dan kualitas hidup orang yang mengalaminya. 

Mungkin perlu waktu untuk benar-benar pulih dan menerima pengalaman tersebut sebagai bagian dari hidup. Namun, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi trauma dan luka masa lalu, salah satunya self healing. Simak penjelasannya di sini. 

Dampak Trauma dan Luka Masa Lalu pada Hidup Seseorang

Pernahkah kamu mendengar ungkapan bahwa siapa diri kita saat ini merupakan hasil dari pengalaman kita di masa lalu? Nyatanya, hal itu benar. Pengalaman kita di masa lalu bisa memengaruhi pola pikir kita saat ini dan cara kita menafsirkan hidup. 

Bila seseorang pernah mengalami rasa sakit atau trauma di masa lalu, hal itu bisa memengaruhi cara mereka memandang keadaan saat ini, atau bahkan menghalangi mereka untuk hidup di masa sekarang.

Penelitian yang ada menunjukkan bagaimana pengalaman negatif di masa lalu sering dikaitkan dengan peningkatan kecemasan, depresi, impulsif, harga diri rendah dan pilihan yang buruk. Misalnya, bila seseorang pernah dikhianati oleh orang yang mereka cintai dalam hubungan romantis atau keluarga, mereka bisa menghidupkan kembali pengalaman traumatis tersebut saat itu muncul dalam pikiran. Bau, makanan, tempat, atau lagu tertentu dapat “memicu” kembali rasa sakit, yang sering kali mengakibatkan upaya untuk menyingkirkan pikiran dan perasaan yang mengganggu. 

Hal itu bisa menyebabkan gejala lain termasuk isolasi sosial, ketidakpercayaan pada orang lain, perilaku menyabotase diri sendiri dan ketidakmampuan untuk bergerak maju dalam hidup (yaitu, hidup di masa lalu).

Berikut tanda-tanda seseorang masih hidup di masa lalu:

  • Dalam kebanyakan obrolan, kamu sering mengungkit masa lalu, orang-orang tertentu, atau situasi tertentu.
  • Kamu sering tertari pada jenis orang yang sama yang menyebabkan kamu sakit.
  • Perdebatan sering kali seputar argumen masa lalu.
  • Mudah bosan atau frustasi.
  • Membandingkan situasi saat ini dengan yang sebelumnya.
  • Trauma atau peristiwa menyakitkan masa lalu sering terulang dalam pikiran.
  • Perilaku menyabotasi diri. Ini adalah upaya untuk mengurangi atau menghindari perasaan yang tidak menyenangkan dengan cara yang tidak sehat. Misalnya, karena pengalaman pernah ditinggalkan di awal kehidupan bisa membuat seseorang meninggalkan pasangan, atau teman mereka atau menyerang bila merasa rentan secara emosional.
  • Menggunakan hubungan dengan orang lain untuk mengisi kekosongan atau cara untuk mencegah pikiran teringat masa lalu.
  • Merasa cemas atau bertindak impulsif.

Cara Self Healing untuk Mengobati Masa Lalu yang Menyakitkan

Tidak seperti yang dibayangkan kebanyakan orang pada umumnya, self healing bukan hanya sekadar liburan atau pergi ke tempat-tempat yang menenangkan. Walaupun berlibur dan melakukan kegiatan menyenangkan lainnya memang bisa membantu memperbaiki suasana hati. 

Agar bisa melakukannya secara tepat, kamu perlu memahami dulu apa itu self healing. Cambridge Dictionary mengungkapkan dua arti dari self healing. Arti yang pertama adalah proses untuk pulih dan kembali sehat setelah mengalami cedera atau sakit. Sedangkan arti yang kedua mengarah pada proses untuk memulihkan dan menyembuhkan diri yang dilakukan seseorang, setelah mengalami berbagai hal yang terasa menyakitkan secara emosi.

Ingat, penyembuhan dari rasa sakit masa lalu atau pengalaman traumatis bukanlah sesuatu yang bisa terjadi dalam semalam. Itu adalah proses yang membutuhkan kesabaran, dedikasi, dan komitmen untuk berubah. Berikut beberapa tips self healing yang bisa kamu coba untuk mengobati luka di masa lalu:

1. Tetapkan batasan

Ini bisa punya arti yang berbeda-beda untuk setiap orang, tapi poin utamanya adalah memberi diri sendiri waktu untuk pulih dan bergerak maju dengan kecepatan kamu sendiri. Contoh menetapkan batasan mungkin bisa dengan cara lebih selektif lagi memilih siapa yang bisa kamu terima masuk ke dalam hidupmu, dan siapa yang sudah harus ditinggalkan. konsistensi adalah kunci dalam membantu melepaskan masa lalu dan hidup di masa sekarang.

2. Penerimaan

Masa lalu adalah hal yang sudah selesai dan kamu tidak bisa mengubahnya. Terjebak di masa lalu hanya akan menghambat potensi untuk hidup di masa sekarang. Nah, dengan menerima bahwa masa lalu sudah berlalu, hal itu memungkinkan kamu untuk berduka dan melepaskan rasa sakit yang mungkin masih kamu bawa. Jujurlah dengan diri kamu sendiri dalam hal penerimaan ini dan luangkan waktu yang kamu butuhkan untuk berduka.

3. Latih mindfulness

Latihan ini mengajari diri kita sendiri bagaimana untuk tetap berada di masa sekarang dan menenangkan pikiran kita ketika mengalami pemicu emosional. Penelitian mendukung penggunaan mindfulness sebagai bagian dari program komprehensif dalam penyembuhan dari trauma, depresi atau PTSD (post traumatic stress disorder).

4. Memiliki tombol riset

Kita adalah manusia, yang berarti kita tidak sempurna. Seperti halnya menguasai keterampilan baru, kita perlu waktu untuk belajar hingga akhirnya bisa menguasainya. Begitu juga dalam hal self healing dari trauma. Berbaik hatilah dengan diri sendiri bila kamu gagal dan menemukan diri menghidupkan kembali masa lalu, atau kembali ke pola perilaku yang lama. Gunakan tombol reset untuk membantu kamu mengukur di mana kamu berada dalam pengembangan pribadi kamu.

5. Menarik diri sejenak

Tidak ada salahnya untuk menarik diri dari sosial media atau dari teman atau keluarga untuk sementara waktu saat kamu melakukan self healing. Ketika kamu sendirian, kamu bisa mengenal dirimu sendiri dan memberi dirimu perhatian dan cinta yang kamu butuhkan untuk berhenti hidup di masa lalu. 

Namun ingat, jangan terlalu lama menjauh dari lingkungan keluarga dan pertemanan. Karena berhubungan dengan orang-orang terkasih adalah kunci kebahagiaan dan bisa mencegah depresi. Temuilah dan berbagilah dengan keluarga dan teman-teman ketika kamu sudah siap melakukannya.

Itulah penjelasan mengenai self healing yang bisa menjadi cara untuk mengobati luka dan trauma di masa lalu. Namun, bila kamu merasa pengalaman masa lalu sudah mulai memengaruhi kehidupan kamu sehari-hari dan kamu tidak bisa mengatasinya, cobalah temui ahli kesehatan mental untuk mendapatkan terapi. 

Kamu bisa berobat ke psikiater atau psikolog dengan buat janji di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi: 
Psych Central. Diakses pada 2022. Healing from the Past and Living in Your Present.
Verywell Mind. Diakses pada 2022. 10 Ways to Heal From Trauma