Ad Placeholder Image

Sendawa Bau Telur Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Februari 2026

Sendawa Bau Telur Busuk? Ini Penyebab & Cara Atasinya!

Sendawa Bau Telur Busuk: Penyebab dan Cara MengatasiSendawa Bau Telur Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasi

Mengenal Kondisi Sendawa Bau Telur Busuk

Sendawa merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan kelebihan udara dari saluran pencernaan bagian atas melalui mulut. Namun, terkadang gas yang keluar memiliki aroma yang tidak sedap, menyerupai bau belerang. Kondisi ini dikenal sebagai sendawa bau telur busuk atau sulfur burps.

Aroma menyengat tersebut berasal dari gas hidrogen sulfida yang diproduksi di dalam saluran pencernaan. Gas ini terbentuk ketika bakteri di dalam mulut atau usus memecah makanan yang mengandung sulfur. Meskipun sering kali bersifat sementara, kondisi ini dapat menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan yang lebih serius jika terjadi secara terus-menerus.

Penyebab Utama Sendawa Bau Telur Busuk

Munculnya gas hidrogen sulfida yang menyebabkan bau tidak sedap dapat dipicu oleh berbagai faktor. Penyebabnya bervariasi mulai dari pola makan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu yang memerlukan perhatian khusus. Identifikasi penyebab sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

1. Konsumsi Makanan Tinggi Sulfur

Penyebab paling umum dari sendawa berbau belerang adalah asupan makanan yang kaya akan sulfur. Ketika protein dalam makanan ini dipecah oleh bakteri usus, gas hidrogen sulfida akan terlepas. Beberapa jenis makanan yang memicu kondisi ini meliputi:

  • Sayuran seperti brokoli, kembang kol, kubis, dan bawang.
  • Sumber protein hewani seperti daging merah dan telur.
  • Produk olahan susu dan keju.
  • Minuman tertentu seperti bir atau anggur.

2. Infeksi Bakteri dan Parasit

Infeksi pada saluran pencernaan dapat mengganggu proses penguraian makanan dan meningkatkan produksi gas berbau. Salah satu penyebab utamanya adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Bakteri ini dapat menyebabkan tukak lambung, gastritis, dan kembung yang parah.

Selain bakteri, infeksi parasit seperti Giardia lamblia juga menjadi pemicu umum. Infeksi ini dikenal sebagai giardiasis, yang terjadi akibat konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. Gejala khas dari giardiasis meliputi diare parah, kram perut, dan sendawa yang berbau sangat busuk.

3. Gangguan Pencernaan Kronis

Beberapa kondisi medis kronis dapat memengaruhi pergerakan makanan dalam usus dan memicu penumpukan gas. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung adalah salah satu kondisi yang sering dikaitkan dengan sendawa berbau. Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat membawa gas dari lambung keluar melalui mulut.

Selain GERD, sindrom iritasi usus besar (IBS) juga memengaruhi fungsi pencernaan secara keseluruhan. Penderita IBS sering mengalami gangguan motilitas usus yang menyebabkan gas terperangkap lebih lama. Gastritis atau peradangan pada dinding lambung juga dapat memperlambat pencernaan dan meningkatkan risiko fermentasi makanan yang menghasilkan gas sulfur.

Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai

Sendawa bau telur busuk yang terjadi sesekali setelah makan berat mungkin tidak berbahaya. Namun, kewaspadaan diperlukan jika kondisi ini disertai dengan gejala gangguan pencernaan lainnya. Kombinasi gejala tertentu dapat menandakan adanya infeksi atau malabsorpsi makanan.

Beberapa gejala penyerta yang sering muncul meliputi:

  • Nyeri atau kram pada bagian perut.
  • Diare yang berlangsung terus-menerus.
  • Mual dan muntah.
  • Perut terasa kembung dan penuh.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Penanganan sendawa bau telur busuk bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh pola makan, perubahan diet sederhana sering kali cukup untuk menghilangkan gejala. Mengurangi konsumsi makanan pemicu sulfur untuk sementara waktu dapat membantu menetralkan aroma gas lambung.

Penerapan kebiasaan makan yang baik juga sangat dianjurkan. Makan atau minum terlalu cepat, mengunyah permen karet, atau berbicara saat makan dapat menyebabkan udara tertelan berlebih (aerofagia). Hal ini akan memperburuk frekuensi sendawa. Oleh karena itu, disarankan untuk mengunyah makanan secara perlahan dan memperbanyak minum air putih untuk membantu proses pencernaan.

Bagi penderita intoleransi makanan, seperti penyakit Celiac atau intoleransi laktosa, menghindari gluten atau produk susu adalah langkah wajib. Kesulitan mencerna zat-zat tersebut dapat menyebabkan fermentasi berlebih di usus yang menghasilkan gas hidrogen sulfida.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Pemeriksaan medis diperlukan jika sendawa bau telur busuk terjadi berulang kali atau disertai gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Dokter spesialis penyakit dalam biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis. Metode diagnostik dapat meliputi tes darah, pemeriksaan feses, USG, atau endoskopi untuk melihat kondisi lambung secara langsung.

Segera konsultasikan kondisi kesehatan melalui Halodoc apabila mengalami diare parah, muntah darah, atau nyeri perut hebat. Penanganan dini terhadap infeksi seperti H. pylori atau Giardia memerlukan resep antibiotik atau antiparasit yang tepat. Pengobatan yang akurat akan membantu memulihkan kesehatan pencernaan dan menghilangkan keluhan gas berbau.