Ad Placeholder Image

Sensorineural Hearing Loss: Kerusakan Telinga Dalam

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Sensorineural Hearing Loss: Penyebab dan Solusi

Sensorineural Hearing Loss: Kerusakan Telinga DalamSensorineural Hearing Loss: Kerusakan Telinga Dalam

Sensorineural Hearing Loss Adalah: Pengertian dan Penanganan Efektif

Gangguan pendengaran adalah kondisi yang dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan. Salah satu jenis gangguan pendengaran yang sering ditemui adalah Sensorineural Hearing Loss (SNHL).

Memahami apa itu SNHL menjadi langkah awal untuk penanganan yang tepat. SNHL adalah kondisi permanen yang memerlukan perhatian medis profesional.

Apa Itu Sensorineural Hearing Loss?

Sensorineural Hearing Loss (SNHL) adalah Gangguan Pendengaran Sensorineural.

Kondisi ini terjadi akibat kerusakan pada telinga bagian dalam, khususnya koklea, atau pada saraf pendengaran. Saraf pendengaran memiliki peran krusial dalam menghubungkan telinga ke otak.

Kerusakan tersebut menyebabkan suara tidak terdengar jelas atau teredam, yang seringkali bersifat permanen. Penanganan SNHL umumnya melibatkan penggunaan alat bantu dengar atau implan koklea.

Gejala Gangguan Pendengaran Sensorineural

Gejala SNHL dapat bervariasi pada setiap individu. Kesulitan memahami pembicaraan adalah salah satu tanda umum.

Terutama, kondisi ini terasa saat berada di lingkungan yang bising. Seseorang mungkin perlu meminta lawan bicara untuk mengulang perkataan.

Selain itu, telinga berdenging (tinnitus) juga sering menjadi gejala yang menyertai. Beberapa orang juga merasakan suara terdengar tidak jelas atau teredam.

Penyebab Umum SNHL

Kerusakan pada koklea atau saraf pendengaran dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Penyebab-penyebab ini memengaruhi kemampuan telinga untuk mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yang dapat diproses otak.

Berikut adalah penyebab umum Sensorineural Hearing Loss:

  • Penuaan: Dikenal sebagai presbycusis, ini adalah penyebab paling umum. Proses penuaan alami menyebabkan sel-sel rambut halus di koklea mengalami degenerasi seiring waktu.
  • Paparan suara bising: Paparan suara yang sangat keras atau berkepanjangan dapat merusak sel-sel rambut koklea. Contohnya adalah musik keras atau suara mesin industri.
  • Kondisi genetik: Beberapa individu dilahirkan dengan SNHL karena faktor keturunan. Mutasi gen tertentu dapat memengaruhi perkembangan atau fungsi telinga bagian dalam.
  • Cedera kepala: Trauma kepala yang parah dapat merusak telinga bagian dalam atau saraf pendengaran. Ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran tiba-tiba atau bertahap.
  • Infeksi: Infeksi virus seperti campak, gondongan, atau meningitis dapat merusak koklea. Infeksi bakteri juga berpotensi menyebabkan SNHL jika tidak ditangani dengan baik.
  • Obat-obatan ototoxic: Beberapa jenis obat memiliki efek samping merusak telinga bagian dalam. Contohnya adalah antibiotik tertentu, diuretik kuat, dan beberapa obat kemoterapi.

Pilihan Pengobatan untuk SNHL

Meskipun SNHL seringkali permanen, ada berbagai pilihan penanganan yang tersedia.

Tujuan utama pengobatan adalah untuk meningkatkan kemampuan pendengaran. Hal ini membantu penderitanya dalam berkomunikasi dan berinteraksi sehari-hari.

Berikut adalah beberapa metode penanganan yang umum:

  • Alat bantu dengar: Perangkat ini dirancang untuk memperkuat suara dan membuatnya lebih mudah didengar. Alat bantu dengar disesuaikan dengan tingkat dan jenis gangguan pendengaran individu.
  • Implan koklea: Untuk kasus SNHL berat atau sangat berat, implan koklea dapat menjadi solusi. Perangkat ini melewati bagian telinga yang rusak dan langsung merangsang saraf pendengaran.
  • Terapi rehabilitasi: Sesi terapi dapat membantu individu beradaptasi dengan alat bantu dengar atau implan. Terapi ini juga melatih kemampuan mendengarkan dan komunikasi.

Pencegahan Gangguan Pendengaran Sensorineural

Mencegah terjadinya SNHL, khususnya yang berkaitan dengan gaya hidup, sangatlah penting.

Melindungi telinga dari paparan bising adalah langkah fundamental. Kebiasaan ini dapat menjaga kesehatan pendengaran dalam jangka panjang.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan meliputi:

  • Batasi paparan suara bising: Hindari lingkungan yang sangat bising jika memungkinkan. Gunakan pelindung telinga seperti earplug atau earmuff saat berada di tempat bising.
  • Kontrol volume audio: Gunakan volume yang moderat saat mendengarkan musik atau menonton televisi. Patuhi aturan 60/60, yaitu mendengarkan tidak lebih dari 60 menit pada volume 60%.
  • Pemeriksaan pendengaran rutin: Lakukan pemeriksaan pendengaran secara berkala, terutama jika bekerja di lingkungan bising. Deteksi dini dapat membantu mencegah perburukan kondisi.
  • Kelola kesehatan secara menyeluruh: Jaga kondisi kesehatan umum dengan baik, termasuk mengontrol penyakit kronis. Beberapa kondisi medis dapat memengaruhi kesehatan pendengaran.

Sensorineural Hearing Loss adalah kondisi serius yang membutuhkan diagnosis dan penanganan tepat.

Jika mengalami gejala gangguan pendengaran, segera konsultasikan dengan dokter spesialis THT. Dapatkan informasi lebih lanjut dan janji temu dokter melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan yang akurat dan komprehensif.