Ad Placeholder Image

Sering Berdehem? Yuk, Cari Tahu Penyebab dan Solusi!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   14 April 2026

Atasi Berdehem: Tips Jitu Tenggorokan Langsung Nyaman

Sering Berdehem? Yuk, Cari Tahu Penyebab dan Solusi!Sering Berdehem? Yuk, Cari Tahu Penyebab dan Solusi!

Ringkasan singkat: Berdehem adalah respons alami tubuh untuk membersihkan tenggorokan dari iritasi, lendir, atau dahak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti penumpukan lendir, tenggorokan kering, alergi, refluks asam lambung, hingga iritasi dari lingkungan. Meskipun seringkali dapat diatasi dengan cara sederhana di rumah, berdehem yang terus-menerus atau disertai gejala lain mungkin menandakan kondisi medis yang lebih serius dan memerlukan pemeriksaan dokter.

Apa Itu Berdehem?

Berdehem merupakan respons refleks yang terjadi ketika seseorang merasa ada sesuatu yang mengganjal, gatal, atau lendir berlebih di tenggorokan. Tindakan ini bertujuan untuk membersihkan saluran pernapasan bagian atas dari zat asing atau akumulasi lendir yang menyebabkan ketidaknyamanan. Berdehem bisa terjadi sesekali atau menjadi kebiasaan, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Respons alami ini membantu menjaga kebersihan dan kelancaran saluran napas. Meskipun seringkali dianggap sepele, berdehem yang terjadi secara kronis atau disertai gejala lain bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan. Memahami apa yang memicu berdehem adalah langkah awal untuk menanganinya dengan tepat.

Mengapa Seseorang Berdehem? Mengenali Penyebab Umum

Berdehem bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ringan hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian lebih. Mengenali penyebabnya dapat membantu dalam menentukan penanganan yang efektif. Berikut adalah beberapa penyebab umum seseorang berdehem:

  • Penumpukan Dahak atau Lendir: Kondisi ini sering terjadi akibat infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), flu, pilek, atau sinusitis. Lendir yang kental menumpuk di tenggorokan sehingga memicu keinginan untuk berdehem guna membersihkannya.
  • Tenggorokan Kering: Dehidrasi atau paparan udara kering, terutama dari pendingin ruangan atau pemanas, dapat menyebabkan tenggorokan menjadi kering. Kekeringan ini menimbulkan rasa gatal dan memicu berdehem.
  • Asupan Makanan Tertentu: Beberapa jenis makanan dapat memicu berdehem. Makanan yang terlalu lengket, keras seperti tulang ikan kecil yang tersangkut, atau makanan yang terlalu pedas dan asam bisa mengiritasi tenggorokan.
  • Refluks Asam Lambung (GERD): Naiknya asam lambung dari lambung ke kerongkongan dan bahkan sampai ke tenggorokan dapat menyebabkan iritasi. Iritasi ini sering memicu rasa mengganjal dan berdehem, terutama setelah makan atau saat berbaring.
  • Reaksi Alergi: Paparan alergen seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau tungau dapat memicu reaksi alergi pada saluran pernapasan. Reaksi ini dapat menyebabkan produksi lendir berlebih atau iritasi tenggorokan, sehingga memicu berdehem.
  • Iritasi Lingkungan: Lingkungan yang penuh dengan asap rokok, polusi udara, atau debu dapat mengiritasi tenggorokan. Paparan terhadap iritan ini memicu respons berdehem sebagai upaya tubuh untuk membersihkan saluran napas.

Cara Meredakan Berdehem Secara Mandiri

Jika berdehem tidak disebabkan oleh kondisi serius, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakannya. Penanganan ini berfokus pada mengurangi iritasi dan membantu membersihkan tenggorokan.

  • Minum Banyak Cairan Hangat: Konsumsi air putih hangat, teh herbal tanpa kafein, atau sup hangat sangat dianjurkan. Cairan hangat membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan dan menenangkan tenggorokan yang teriritasi.
  • Berkumur dengan Air Garam Hangat: Campurkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Berkumur dengan larutan ini beberapa kali sehari dapat membantu membersihkan tenggorokan dari kuman dan lendir, sekaligus mengurangi peradangan.
  • Gunakan Pelembap Udara (Humidifier): Alat pelembap udara dapat menambah kelembapan di dalam ruangan. Udara yang lembap membantu mencegah tenggorokan kering dan mengurangi iritasi pada saluran pernapasan.
  • Hindari Iritan: Jauhi asap rokok, baik perokok aktif maupun pasif, serta lingkungan yang berdebu. Jika berdehem dipicu oleh GERD, hindari makanan pemicu seperti makanan pedas, asam, berlemak, minuman berkafein, dan bersoda.
  • Coba Obat Bebas: Jika berdehem disertai dahak berlebih, obat pengencer dahak (mukolitik) yang dijual bebas di apotek bisa membantu. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker sebelum mengonsumsi obat ini untuk memastikan dosis dan kesesuaian dengan kondisi.

Kapan Berdehem Memerlukan Pemeriksaan Dokter?

Meskipun seringkali dapat diatasi sendiri, berdehem yang terus-menerus atau disertai gejala tertentu mungkin memerlukan perhatian medis. Pemeriksaan dokter penting untuk mendiagnosis penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Seseorang sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika berdehem:

  • Terjadi terus-menerus dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Disertai suara serak yang tidak membaik dalam beberapa hari.
  • Menimbulkan nyeri atau ketidaknyamanan yang signifikan di tenggorokan atau dada.
  • Menyebabkan kesulitan bernapas atau sesak napas.
  • Disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Disertai demam tinggi atau batuk berdarah.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menyarankan tes tambahan untuk menentukan penyebabnya. Kondisi seperti faringitis (radang tenggorokan), sinusitis kronis, atau GERD yang tidak terkontrol mungkin memerlukan intervensi medis khusus. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.

Kesimpulan: Jaga Kesehatan Tenggorokan Bersama Halodoc

Berdehem adalah respons protektif tubuh yang wajar, namun tidak boleh diabaikan jika menjadi kronis atau disertai gejala yang mencemaskan. Memahami penyebab dan cara meredakannya secara mandiri adalah langkah awal yang baik. Namun, penting untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda yang menunjukkan kondisi medis lebih serius.

Jika mengalami berdehem yang persisten atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan kondisi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, seseorang dapat dengan mudah membuat janji temu dengan dokter spesialis THT atau dokter umum untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang sesuai. Menjaga kesehatan tenggorokan adalah bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.