• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Cemburuan dengan Pasangan, Ini Cara Mengatasinya

Sering Cemburuan dengan Pasangan, Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Cemburu adalah hal yang sering muncul dalam sebuah hubungan, entah hubungan pertemanan ataupun percintaan. Perasaan ini umumnya muncul karena dipicu oleh beberapa hal, mulai dari rasa tidak aman, takut kehilangan, iri hati, kesepian, hingga amarah. Perasaan cemburu paling sering muncul dalam hubungan asmara atau pernikahan, karena ada rasa memiliki terhadap pasangan. 

Sebenarnya, cemburu adalah hal yang wajar saja muncul dalam sebuah hubungan, selama tidak berlebihan. Rasa cemburu yang berlebihan bisa berakibat fatal, bahkan memicu perasaan tidak nyaman dalam menjalani hubungan. Sebelumnya perlu diketahui, rasa cemburu kemungkinan muncul karena “pengalaman” atau cerminan pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri. Hal itu pada akhirnya bisa mendorong perasaan ragu dalam menjalani hubungan. 

Penyebab Pasangan Cemburuan 

Cemburuan adalah istilah yang disematkan pada orang yang terlalu sering merasa cemburu dan tidak aman dalam sebuah hubungan. Hal itu bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman. Rasa cemburu mungkin muncul sebagai akumulasi dari ketidaknyamanan dan rasa khawatir yang ditimbulkan dari sebuah hubungan. Lantas, apa yang harus dilakukan jika pasangan terlalu sering cemburu? 

Rasa cemburu dalam hubungan antar pasangan sebenarnya adalah reaksi yang wajar dan normal. Hal ini sering diartikan sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap pasangan. Namun tentu saja, cemburu sebaiknya berada dalam batas wajar, sehingga bisa menjadi penguat hubungan. Sebaliknya, terlalu sering merasa cemburu malah bisa membuat hubungan menjadi tidak nyaman bahkan memicu pertengkaran. 

Agar tidak memburuk dan hubungan tetap langgeng, coba terapkan berbagai tips untuk mengatasi rasa cemburu dalam berhubungan, di antaranya: 

  • Identifikasi Perasaan 

Saat perasaan cemburu datang, jangan terlalu melawannya. Sangat penting untuk mengidentifikasi perasaan dan pahami bahwa perasaan tersebut bersifat alami dan normal. Setelah itu, tidak ada salahnya untuk mengakui perasaan cemburu dan sampaikan apa penyebabnya pada pasangan setelah emosi reda. Hindari mengambil keputusan atau bertindak nekat saat sedang cemburu, apalagi melampiaskan emosi negatif tersebut pada sembarangan orang. 

  • Cari Tahu Faktanya 

Tak jarang, cemburu bisa datang tanpa alasan yang jelas alias cemburu buta. Dalam banyak kasus, cemburu seringnya muncul karena hal-hal sepele yang terlalu dicurigai. Maka dari itu, cobalah ketahui fakta yang ada dengan sebenar-benarnya agar perasaan cemburu tidak berlanjut dan membuat hubungan dengan pasangan menjadi renggang. Hindari curiga berlebihan.  

  • Beri Waktu

Cemburu adalah jenis emosi negatif. Saat kamu atau pasangan diselimuti perasaan ini, coba beri waktu dan jarak. Setelah perasaan lebih seimbang dan emosi mereda, coba bicarakan masalah yang terjadi. Hadapi persoalan dengan kepala dingin dan objektif, bicarakan mengenai penyebab rasa cemburu tersebut, dan minta kejujuran dari Si Dia. 

  • Komunikasi yang Baik

Kunci dari menjalani hubungan tanpa rasa cemburu berlebih adalah komunikasi yang baik. Daripada menaruh curiga dan uring-uringan, coba sampai dengan jujur mengenai perasaan atau kecurigaan pada pasangan. Nyatanya, komunikasi yang baik juga akan membuka diskusi tentang keinginan dan bagaimana kelanjutan hubungan yang diinginkan. 

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Kamu juga bisa menyampaikan keluhan kesehatan yang dialami kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2020. 8 Healthy Ways to Deal with Jealousy.
NHS UK. Diakses pada 2020. Dealing with jealousy.
Psychology Today. Diakses pada 2020. What Drives Jealousy?