Ad Placeholder Image

Sering Kliyengan? Waspadai Ciri-ciri Tekanan Darah Rendah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Pusing Kliyengan? Cek Ciri2 Tekanan Darah Rendahmu!

Sering Kliyengan? Waspadai Ciri-ciri Tekanan Darah RendahSering Kliyengan? Waspadai Ciri-ciri Tekanan Darah Rendah

Memahami Ciri-Ciri Tekanan Darah Rendah dan Dampaknya pada Kesehatan

Tekanan darah rendah, atau dikenal sebagai hipotensi, adalah kondisi ketika angka tekanan darah berada di bawah batas normal, yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Kondisi ini sering kali diabaikan, padahal dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemahaman tentang ciri-ciri tekanan darah rendah sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat, mengingat kurangnya oksigen dan nutrisi ke organ tubuh dapat terjadi.

Ciri-Ciri Tekanan Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Mengenali ciri-ciri tekanan darah rendah adalah langkah awal untuk mengatasi kondisi ini. Gejala yang muncul bervariasi, tergantung pada seberapa rendah tekanan darah dan penyebabnya. Berikut adalah beberapa tanda yang umum dialami:

  • Pusing atau Kliyengan, Terutama Saat Berdiri Tiba-Tiba: Ini adalah gejala utama yang sering dilaporkan. Kondisi ini dikenal sebagai hipotensi ortostatik, di mana terjadi penurunan tekanan darah secara mendadak saat mengubah posisi dari duduk atau berbaring ke berdiri. Aliran darah ke otak berkurang sehingga menyebabkan pusing.
  • Lemas dan Mudah Lelah: Tubuh terasa tidak bertenaga dan cepat merasa capek, bahkan setelah beristirahat. Hal ini karena organ tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup dari darah.
  • Pandangan Kabur atau Berkunang-kunang: Penglihatan bisa menjadi buram atau muncul bintik-bintik hitam yang berterbangan, terutama saat ada perubahan posisi atau aktivitas fisik.
  • Mual: Beberapa individu mengalami sensasi mual, terkadang disertai muntah, akibat respons tubuh terhadap rendahnya tekanan darah.
  • Kulit Pucat dan Dingin: Sirkulasi darah yang kurang optimal dapat menyebabkan kulit terlihat pucat dan terasa dingin saat disentuh.
  • Jantung Berdebar Cepat tapi Lemah: Jantung berusaha memompa darah lebih cepat untuk mengkompensasi tekanan darah yang rendah, namun kekuatan pompaannya mungkin terasa lemah.
  • Mudah Pingsan: Dalam kasus yang lebih parah, terutama saat berdiri tiba-tiba dan aliran darah ke otak sangat berkurang, seseorang bisa kehilangan kesadaran atau pingsan.
  • Sulit Berkonsentrasi: Kurangnya pasokan darah ke otak juga dapat mempengaruhi fungsi kognitif, menyebabkan kesulitan fokus atau berpikir jernih.

Penyebab Umum Tekanan Darah Rendah

Hipotensi bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Dehidrasi: Kekurangan cairan tubuh dapat mengurangi volume darah, sehingga tekanan darah menurun.
  • Kondisi Medis: Penyakit jantung, masalah endokrin (seperti tiroid), infeksi parah (sepsis), atau reaksi alergi parah (anafilaksis) bisa menjadi pemicu.
  • Obat-obatan: Obat diuretik, obat untuk tekanan darah tinggi, obat jantung tertentu, dan antidepresan dapat menyebabkan hipotensi sebagai efek samping.
  • Kehilangan Darah: Cedera atau pendarahan internal yang signifikan dapat mengurangi volume darah.
  • Kekurangan Nutrisi: Defisiensi vitamin B12 atau folat dapat menyebabkan anemia, yang pada gilirannya bisa memicu tekanan darah rendah.
  • Kehamilan: Perubahan hormon dan peningkatan volume darah selama kehamilan kadang menyebabkan tekanan darah sedikit menurun.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Jika mengalami ciri-ciri tekanan darah rendah secara terus-menerus dan mengganggu kualitas hidup, atau jika gejala tersebut muncul tiba-tiba dan parah, penting untuk segera mencari bantuan medis. Gejala seperti pingsan berulang, nyeri dada, atau sesak napas memerlukan perhatian darurat.

Langkah Penanganan dan Pencegahan Hipotensi

Penanganan hipotensi sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa langkah umum yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah tekanan darah rendah meliputi:

  • Minum Cukup Air: Pastikan asupan cairan memadai untuk mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi Makanan Seimbang: Perhatikan pola makan yang kaya nutrisi, termasuk garam dalam jumlah cukup (sesuai rekomendasi dokter jika ada kondisi lain).
  • Hindari Berdiri Tiba-Tiba: Bangun secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring untuk mencegah pusing.
  • Makan dalam Porsi Kecil namun Sering: Ini dapat membantu mencegah penurunan tekanan darah setelah makan.
  • Kenakan Stoking Kompresi: Untuk beberapa individu, stoking kompresi dapat membantu meningkatkan aliran darah ke jantung.
  • Hindari Alkohol: Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi dan menurunkan tekanan darah.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Memahami ciri-ciri tekanan darah rendah adalah kunci untuk menjaga kesehatan. Jika seseorang secara rutin mengalami pusing, lemas, atau gejala lain yang mengarah pada hipotensi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang sesuai. Dapatkan informasi kesehatan yang terpercaya dan penanganan yang tepat dari ahlinya melalui Halodoc.