Ad Placeholder Image

Sering Meriang Setiap Sore? Ini Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Maret 2026

Sering Meriang Setiap Sore, Kenali Pemicu dan Solusinya

Sering Meriang Setiap Sore? Ini Penyebab dan SolusinyaSering Meriang Setiap Sore? Ini Penyebab dan Solusinya

Memahami Kondisi Meriang Setiap Sore dan Faktor Pemicunya

Sensasi meriang setiap sore merupakan keluhan kesehatan yang sering kali dianggap sepele namun dapat mengganggu produktivitas harian. Kondisi ini ditandai dengan perasaan tidak nyaman pada tubuh, rasa dingin yang tidak biasa, hingga rasa nyeri otot yang muncul secara berkala pada waktu yang sama setiap harinya. Secara medis, fluktuasi suhu tubuh memang terjadi sesuai dengan ritme sirkadian manusia, di mana suhu tubuh biasanya mencapai titik tertinggi pada sore hari.

Kenaikan suhu tubuh yang minimal sebenarnya merupakan hal yang normal dalam mekanisme biologi manusia. Namun, jika rasa meriang tersebut disertai dengan gejala lain atau terasa sangat mengganggu, maka hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. Mengidentifikasi apakah kondisi tersebut bersumber dari faktor gaya hidup atau adanya indikasi medis serius sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Faktor Sehari-hari yang Menjadi Penyebab Meriang Setiap Sore

Penyebab badan meriang setiap sore sering kali berkaitan erat dengan aktivitas fisik dan kondisi psikologis seseorang sepanjang hari. Kelelahan akibat beban kerja yang berat atau aktivitas yang berlebihan sejak pagi hari dapat menyebabkan sistem pertahanan tubuh menurun saat menjelang sore. Kelelahan kronis ini memicu tubuh memberikan sinyal berupa sensasi meriang sebagai tanda bahwa cadangan energi sudah menipis.

Stres psikologis dan kecemasan juga memegang peranan penting dalam munculnya gejala fisik ini. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat memengaruhi regulasi suhu internal tubuh. Selain itu, dehidrasi atau kurangnya asupan cairan sepanjang hari sering kali baru dirasakan dampaknya pada sore hari melalui munculnya rasa sumeng atau meriang.

Fluktuasi hormon alami tubuh, terutama pada individu yang sedang mengalami masa pramenstruasi atau menopause, juga dapat menyebabkan sensasi panas-dingin atau meriang yang muncul secara periodik. Perubahan hormonal ini memengaruhi hipotalamus, yaitu bagian otak yang berfungsi sebagai termostat atau pengatur suhu tubuh. Ketidakseimbangan sementara ini membuat seseorang merasa tidak nyaman meskipun suhu lingkungan sekitar dalam keadaan normal.

Indikasi Masalah Medis yang Perlu Diwaspadai

Meskipun sering disebabkan oleh faktor harian, meriang setiap sore juga bisa menjadi pertanda awal dari adanya infeksi dalam tubuh. Beberapa jenis infeksi seperti flu, infeksi saluran kemih (ISK), hingga penyakit yang lebih spesifik seperti tifus dan malaria sering menunjukkan pola demam yang meningkat pada sore atau malam hari. Penyakit-penyakit ini memerlukan diagnosis medis yang akurat melalui pemeriksaan laboratorium untuk memastikan keberadaan bakteri atau parasit dalam darah.

Selain infeksi, masalah kesehatan yang lebih serius seperti gangguan autoimun atau masalah tiroid dapat memberikan gejala serupa. Pada kasus autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat secara keliru sehingga memicu peradangan kronis yang sering kali bermanifestasi sebagai meriang. Gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat merusak kemampuan tubuh dalam mengatur metabolisme dan suhu internal secara konsisten.

Langkah Penanganan Mandiri untuk Meredakan Meriang

Jika merasakan meriang yang tidak disertai gejala berat, terdapat beberapa langkah penanganan mandiri yang dapat dilakukan untuk memulihkan kondisi tubuh. Memperbanyak konsumsi air putih sangat disarankan untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk regulasi suhu tubuh. Istirahat yang cukup dengan durasi tidur yang berkualitas akan membantu sistem imun bekerja lebih optimal dalam memulihkan kelelahan fisik.

Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral juga penting untuk mendukung metabolisme tubuh. Selain itu, penggunaan kompres hangat pada area dahi atau lipatan ketiak dapat membantu menurunkan suhu tubuh secara alami melalui proses penguapan. Menghindari paparan pendingin ruangan yang terlalu ekstrem pada sore hari juga dapat mengurangi sensasi kedinginan yang dirasakan oleh penderita.

Pertolongan Pertama untuk Gejala Meriang pada Anak

Pada kelompok usia anak, gejala meriang atau sumeng memerlukan perhatian khusus karena sistem regulasi suhu tubuh mereka belum sesempurna orang dewasa. Praxion Suspensi 60 ml merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan orang tua saat anak mengalami gejala tersebut. Praxion Suspensi Sirup merupakan pertolongan pertama untuk membantu meredakan nyeri gigi ringan hingga sedang pada anak, seperti saat gigi berlubang, tumbuh gigi, atau setelah cabut gigi.

Dengan kandungan paracetamol micronized, Praxion bekerja cepat mengurangi rasa atau persepsi nyeri sehingga anak menjadi lebih nyaman. Obat ini juga bisa digunakan untuk demam biasa (ringan-sedang). Selain pengukuran suhu tubuh (demam jika suhu tubuh 38.1 0C), demam biasa (ringan-sedang) dapat dikenali dengan CEK keluhan yang menyertai untuk pemberian obat yang tepat, mulai dari Ciri fisik (mata sayu, wajah pucat), Ekspresi anak (lemas, lesu), hingga Keluhan badan (meriang atau sumeng).

Praxion Suspensi Sirup dapat dikonsumsi oleh anak mulai usia 0 tahun sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai resep yang dianjurkan dokter. Praxion aman digunakan selama dosis yang digunakan sesuai aturan pakai. Tersedia juga Praxion Forte Sirup untuk anak mulai usia 6 tahun yang membutuhkan dosis lebih tinggi sesuai dengan usianya.

Kapan Harus Melakukan Konsultasi ke Dokter

Individu disarankan untuk tidak mengabaikan gejala meriang setiap sore jika kondisi tersebut berlangsung lebih dari tiga hari secara berturut-turut. Konsultasi kepada tenaga medis di rumah sakit atau melalui layanan kesehatan seperti Halodoc diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Hal ini sangat penting guna menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit kronis atau infeksi sistemik yang memerlukan pengobatan antibiotik atau terapi khusus.

Pemeriksaan medis biasanya akan melibatkan tanya jawab mengenai gejala tambahan seperti keringat malam, penurunan berat badan tanpa sebab, atau nyeri sendi. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan penunjang berupa tes darah lengkap untuk melihat profil sel darah putih dan laju endap darah. Deteksi dini melalui bantuan medis profesional akan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut dari kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Praktis

Kondisi badan meriang setiap sore dapat bersumber dari faktor ringan seperti kelelahan dan dehidrasi, hingga faktor berat seperti infeksi dan gangguan autoimun. Penanganan awal melalui pemenuhan cairan dan istirahat sangat dianjurkan bagi setiap individu. Jika gejala tidak kunjung membaik dalam waktu singkat, segera hubungi dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut demi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.