Ad Placeholder Image

Sering Nyeri Dada Bagian Tengah, Ini Kemungkinan Penyebabnya

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Nyeri dada bagian tengah bisa menyebabkan komplikasi yang fatal.

Sering Nyeri Dada Bagian Tengah, Ini Kemungkinan PenyebabnyaSering Nyeri Dada Bagian Tengah, Ini Kemungkinan Penyebabnya

DAFTAR ISI


Mengalami keluhan dada sakit tengah sering kali memicu rasa panik dan cemas yang luar biasa. Sangat wajar jika hal pertama yang terlintas di pikiran adalah serangan jantung. Bagian tengah dada, atau yang secara medis disebut area retrosternal, memang merupakan lokasi di mana organ jantung berada. Namun, tahukah kamu bahwa area ini juga dihuni oleh berbagai organ penting lainnya seperti kerongkongan (esofagus), paru-paru, otot, tulang rusuk, hingga saraf?

Sebagai apoteker dan tenaga kesehatan profesional, penting bagi saya untuk menekankan bahwa tidak semua nyeri pada bagian dada tengah merupakan indikasi penyakit jantung. Faktanya, banyak kasus nyeri dada bagian tengah di ruang gawat darurat yang pada akhirnya didiagnosis sebagai masalah asam lambung atau ketegangan otot. Meski demikian, karena risikonya yang sangat fatal jika berhubungan dengan jantung, keluhan ini sama sekali tidak boleh diabaikan atau didiagnosis sendiri di rumah.

Memahami perbedaan antara nyeri dada yang berbahaya dan nyeri dada yang bersifat ringan sangatlah krusial. Nyeri yang menjalar, disertai keringat dingin, atau sesak napas membutuhkan penanganan gawat darurat segera. Sebaliknya, nyeri yang terasa seperti terbakar setelah makan pedas mungkin hanya memerlukan penyesuaian gaya hidup dan pengobatan lambung.

Oleh karena keluhan ini sangat spesifik dan berisiko tinggi jika ditangani dengan obat bebas tanpa diagnosis pasti, artikel ini tidak akan merekomendasikan obat-obatan secara spesifik sebelum akar masalahnya diketahui. Sebagai gantinya, mari kita bedah secara mendalam apa saja kemungkinan penyebab dada sakit pada bagian tengah, tanda bahayanya, dan kapan kamu harus segera mencari pertolongan medis profesional.

Memahami Karakteristik Nyeri Dada Bagian Tengah

Sebelum membahas penyebabnya, penting untuk mengenali bagaimana rasa sakit itu muncul. Karakteristik nyeri sangat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis. Dada sakit tengah bisa terasa seperti tertindih benda berat, diremas, ditusuk-tusuk benda tajam, atau terasa panas seperti terbakar (heartburn).

Selain rasa sakitnya, durasi juga menjadi faktor penentu. Apakah sakitnya hanya berlangsung beberapa detik, persisten selama berjam-jam, atau hilang timbul selama berhari-hari? Nyeri dada akibat otot biasanya akan bertambah parah saat kamu bergerak, mengambil napas dalam, atau saat area tersebut ditekan. Sementara itu, nyeri dada terkait jantung sering kali tidak dipengaruhi oleh tarikan napas atau tekanan pada permukaan kulit dada.

Penyebab Terkait Jantung (Kardiovaskular)

1. Serangan Jantung (Infark Miokard)

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung tersumbat secara tiba-tiba, biasanya oleh gumpalan darah. Gejala klasik dari serangan jantung adalah rasa sakit yang luar biasa di tengah dada, terasa seperti dada diremas, ditekan sangat kuat, atau ditimpa beban yang sangat berat. Rasa sakit ini sering kali menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, atau punggung. Kondisi ini adalah keadaan darurat medis absolut yang mengancam nyawa.

2. Angina Pectoris

Angina adalah istilah medis untuk nyeri dada yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung, biasanya akibat penyempitan pembuluh darah koroner karena penumpukan plak (aterosklerosis). Berbeda dengan serangan jantung, angina biasanya dipicu oleh aktivitas fisik yang berat atau stres emosional, dan sering kali membaik setelah penderitanya beristirahat sejenak atau meminum obat resep dari dokter (seperti nitrogliserin).

3. Perikarditis

Perikarditis adalah peradangan pada kantung tipis yang membungkus jantung (perikardium). Nyeri yang ditimbulkan biasanya terasa tajam, menusuk di tengah dada, dan bertambah parah ketika kamu menarik napas dalam, batuk, atau berbaring. Gejala ini sering kali mereda jika kamu duduk dan mencondongkan tubuh ke depan.

Tanda Peringatan Darurat (Red Flags) Nyeri Dada
  1. Nyeri dada terasa seperti diremas atau tertindih beban sangat berat yang berlangsung lebih dari beberapa menit.
  2. Rasa sakit menjalar hingga ke rahang bawah, leher, bahu, lengan kiri, atau tembus ke punggung.
  3. Disertai sesak napas yang parah, keringat dingin sebesar biji jagung, mual, atau muntah tiba-tiba.
  4. Terjadi pusing hebat, pandangan gelap, hingga pingsan atau hilangnya kesadaran.

Jika mengalami salah satu gejala di atas, segera hubungi ambulans atau kunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat. Jangan mencoba menyetir kendaraan sendiri ke rumah sakit.

Penyebab Terkait Pencernaan (Gastrointestinal)

1. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Ini adalah penyebab non-kardiak (bukan jantung) paling umum dari dada sakit tengah. GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Cairan asam ini mengiritasi dinding kerongkongan yang letaknya persis di belakang tulang dada. Sensasi yang dirasakan adalah rasa panas atau terbakar di dada (heartburn), yang sering memburuk setelah makan dalam porsi besar, makan makanan pedas/berlemak, atau jika langsung berbaring setelah makan. Terkadang, sensasi ini sangat kuat hingga penderitanya mengira sedang terkena serangan jantung.

2. Spasme Esofagus

Kerongkongan adalah saluran otot yang mendorong makanan dari mulut ke lambung. Terkadang, otot-otot ini mengalami kontraksi atau kejang yang tidak teratur dan sangat kuat (spasme). Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada yang tiba-tiba dan tajam, yang sering kali sulit dibedakan dengan nyeri dada akibat penyakit jantung koroner.

3. Tukak Lambung (Ulkus Peptikum)

Luka pada lapisan dalam lambung atau bagian atas usus kecil dapat menyebabkan rasa sakit yang tumpul atau perih. Meskipun sumber sakitnya ada di perut bagian atas, rasa sakitnya bisa menjalar ke atas dan dirasakan sebagai nyeri pada bagian dada tengah ke bawah.

Penyebab Terkait Otot dan Tulang (Muskuloskeletal)

1. Kostokondritis

Kostokondritis adalah peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada (sternum). Nyeri yang dirasakan bisa sangat tajam dan menyerupai serangan jantung. Ciri khas dari kostokondritis adalah rasa sakit akan semakin memburuk jika area tulang dada ditekan dengan jari atau saat kamu menarik napas panjang. Kondisi ini sering muncul setelah aktivitas fisik yang berat pada dada, mengangkat beban berat, atau batuk kronis.

2. Cedera atau Ketegangan Otot Dada

Otot-otot di sekitar dinding dada bisa mengalami ketegangan atau keseleo akibat gerakan tiba-tiba, olahraga ekstrem, atau postur tubuh yang buruk. Rasa sakitnya umumnya bersifat lokal dan penderita bisa menunjuk dengan tepat bagian mana yang terasa sakit. Nyeri juga akan meningkat saat melakukan gerakan spesifik yang melibatkan otot tersebut.

Penyebab Terkait Kondisi Psikologis

1. Serangan Panik (Panic Attack)

Aspek psikologis sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik. Serangan panik dapat menyebabkan gejala fisik yang sangat nyata dan menakutkan, termasuk nyeri dada bagian tengah yang intens, detak jantung berdebar sangat cepat (palpitasi), sesak napas, gemetar, dan keringat dingin. Banyak pasien serangan panik dilarikan ke UGD karena merasa yakin mereka sedang mengalami serangan jantung yang fatal. Kondisi ini terjadi akibat pelepasan hormon adrenalin dalam jumlah besar secara tiba-tiba ke dalam aliran darah.

Langkah Diagnosis dan Penanganan Medis

Mengingat luasnya spektrum penyebab, dari yang ringan hingga yang mengancam nyawa, dokter akan melakukan serangkaian prosedur untuk menyingkirkan penyebab paling berbahaya terlebih dahulu (penyakit jantung). Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan antara lain:

1. Elektrokardiogram (EKG)

Pemeriksaan standar dan paling pertama dilakukan. EKG merekam aktivitas listrik jantung melalui elektroda yang ditempelkan di dada dan anggota gerak. Alat ini dapat mendeteksi apakah sedang terjadi serangan jantung akut atau apakah ada gangguan irama jantung.

2. Tes Darah Enzim Jantung

Ketika otot jantung mengalami kerusakan parah akibat serangan jantung, sel-sel jantung akan melepaskan protein spesifik (seperti Troponin) ke dalam aliran darah. Pemeriksaan darah dapat mendeteksi keberadaan dan kadar protein ini.

3. Endoskopi atau Rontgen Dada

Jika jantung dinyatakan aman, dokter mungkin akan menyarankan rontgen dada untuk melihat kondisi paru-paru, atau endoskopi untuk memeriksa adanya peradangan pada kerongkongan atau lambung yang disebabkan oleh asam lambung.

Dari segi pengobatan, terapinya sangat bergantung pada diagnosis akhir. Jika masalahnya adalah asam lambung, dokter mungkin meresepkan obat golongan antasida, H2-blocker, atau Proton Pump Inhibitor (PPI). Jika penyebabnya adalah ketegangan otot, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan kompres hangat adalah solusinya. Oleh karena itulah, penentuan obat tidak bisa dilakukan secara sembarangan tanpa diagnosis pasti dari tenaga medis.

Studi Mengenai Nyeri Dada Non-Kardiak

Journal of Clinical Gastroenterology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa lebih dari 50% pasien yang datang ke gawat darurat dengan keluhan nyeri dada bagian tengah ternyata tidak memiliki kelainan pada jantung. Kondisi ini sering disebut sebagai Non-Cardiac Chest Pain (NCCP).

Studi tersebut mengelaborasi bahwa penyebab dominan dari NCCP adalah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Peneliti menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar pasien tidak menjalani intervensi jantung yang tidak perlu, sekaligus memastikan bahwa pasien mendapatkan terapi asam lambung atau terapi relaksasi psikologis yang tepat sasaran.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika gejala nyeri dada semakin sering muncul dan membatasi aktivitas harianmu, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Melakukan deteksi dini jauh lebih baik daripada mengobati komplikasi yang sudah terjadi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Chest Pain – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Noncardiac Chest Pain.
American Heart Association. Diakses pada 2024. Heart Attack and Sudden Cardiac Arrest Differences.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Kenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Gastroesophageal Reflux Disease as a Cause of Non-Cardiac Chest Pain.

FAQ

1. Apakah dada sakit tengah selalu berarti serangan jantung?

Tidak selalu. Meski bagian tengah dada adalah lokasi jantung, area ini juga dihuni oleh kerongkongan, otot, saraf, dan tulang rusuk. Asam lambung (GERD), ketegangan otot dada, hingga serangan panik adalah penyebab yang sangat umum dari keluhan ini. Namun, karena risiko jantung sangat fatal, keluhan ini tetap harus diperiksa oleh dokter.

2. Bagaimana cara membedakan nyeri dada karena asam lambung dan penyakit jantung?

Nyeri akibat asam lambung sering digambarkan sebagai rasa panas atau terbakar yang naik ke tenggorokan, dan biasanya memburuk setelah makan atau saat berbaring. Sementara nyeri jantung terasa seperti tertindih beban sangat berat yang ditekan ke dalam dada, sering menjalar ke lengan kiri atau rahang, dan biasanya muncul saat aktivitas fisik.

3. Pertolongan pertama apa yang bisa dilakukan saat dada terasa sakit?

Segera hentikan semua aktivitas fisik dan duduklah perlahan agar tubuh rileks. Longgarkan pakaian yang ketat. Tarik napas panjang secara teratur. Jika nyeri terasa seperti ditekan benda berat, menjalar, atau disertai keringat dingin, segera hubungi ambulans atau minta bantuan orang lain untuk membawa ke IGD terdekat.

4. Kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan nyeri dada ke dokter?

Kamu harus segera ke IGD jika nyeri dada terasa sangat intens, menjalar ke area tubuh bagian atas, disertai sesak napas yang parah, mual, atau pandangan berkunang-kunang. Untuk nyeri yang ringan namun sering hilang timbul selama berhari-hari, buatlah janji temu dengan dokter umum atau penyakit dalam sesegera mungkin untuk mencari tahu penyebab pastinya.