Ad Placeholder Image

Sering Pusing? Ini Nama Lain Darah Rendah: Hipotensi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 April 2026

Nama Lain Darah Rendah Bukan Anemia, Ini Hipotensi

Sering Pusing? Ini Nama Lain Darah Rendah: HipotensiSering Pusing? Ini Nama Lain Darah Rendah: Hipotensi

Nama Lain Darah Rendah: Memahami Hipotensi dan Perbedaannya dengan Anemia

Darah rendah, dalam istilah medis yang tepat, dikenal sebagai hipotensi. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah berada di bawah batas normal, yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Hipotensi dapat menimbulkan berbagai gejala seperti pusing, lemas, hingga kehilangan kesadaran, meskipun pada beberapa individu tidak merasakan gejala berarti. Penting untuk membedakan hipotensi dengan anemia, sebab keduanya adalah kondisi yang berbeda namun sering kali memiliki gejala yang serupa.

Apa itu Hipotensi?

Hipotensi adalah kondisi medis di mana tekanan darah seseorang secara konsisten lebih rendah dari angka normal. Batasan umum untuk tekanan darah rendah adalah di bawah 90 milimeter merkuri (mmHg) untuk tekanan sistolik dan di bawah 60 mmHg untuk tekanan diastolik. Tekanan darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan pasokan darah dan oksigen yang tidak memadai ke organ-organ vital, seperti otak, jantung, dan ginjal. Kekurangan suplai ini berpotensi mengganggu fungsi organ dan menimbulkan berbagai keluhan fisik.

Gejala Umum Hipotensi atau Darah Rendah

Gejala hipotensi bervariasi tergantung pada seberapa rendah tekanan darah dan penyebab yang mendasarinya. Beberapa individu mungkin tidak mengalami gejala sama sekali, sementara yang lain merasakan dampak signifikan pada aktivitas sehari-hari.

Gejala umum hipotensi meliputi:

  • Pusing atau sensasi seperti akan pingsan.
  • Lemas dan kurang bertenaga, bahkan setelah istirahat cukup.
  • Mual atau perasaan tidak nyaman di perut.
  • Pandangan kabur atau buram.
  • Napas cepat dan terasa pendek.
  • Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi.
  • Kulit pucat dan terasa dingin.
  • Hingga pingsan, terutama saat perubahan posisi secara mendadak.

Perbedaan Hipotensi dan Anemia

Meskipun sering disalahpahami sebagai kondisi yang sama karena gejala pusing dan lemas yang mirip, hipotensi dan anemia adalah dua kondisi medis yang berbeda secara fundamental. Memahami perbedaannya sangat penting untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Hipotensi adalah masalah yang berkaitan dengan tekanan aliran darah dalam pembuluh darah. Ini mengacu pada kekuatan darah yang mendorong dinding arteri. Sedangkan, anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jadi, hipotensi terkait dengan “tekanan” darah, sementara anemia terkait dengan “jumlah dan kualitas” sel darah merah.

Penyebab Hipotensi

Hipotensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi yang relatif tidak berbahaya hingga indikasi penyakit serius. Mengidentifikasi penyebabnya adalah langkah krusial dalam penanganan.

Beberapa penyebab umum hipotensi antara lain:

  • Dehidrasi: Kurangnya cairan dalam tubuh mengurangi volume darah, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah.
  • Pendarahan: Kehilangan darah akibat cedera atau pendarahan internal dapat menyebabkan penurunan volume darah yang signifikan.
  • Kondisi jantung: Beberapa masalah jantung, seperti bradikardia (detak jantung lambat), gagal jantung, atau serangan jantung, dapat mengurangi kemampuan jantung memompa darah secara efektif.
  • Masalah endokrin: Penyakit tiroid, insufisiensi adrenal, atau diabetes dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dan menyebabkan hipotensi.
  • Infeksi berat (sepsis): Infeksi parah yang menyebar ke seluruh tubuh dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang berbahaya.
  • Reaksi alergi parah (anafilaksis): Reaksi ini dapat memicu penurunan tekanan darah secara drastis.
  • Kekurangan nutrisi: Defisiensi vitamin B12 dan folat dapat menyebabkan anemia, yang secara tidak langsung bisa mempengaruhi tekanan darah.
  • Obat-obatan tertentu: Beberapa obat, seperti diuretik, alfa-blocker, beta-blocker, obat untuk disfungsi ereksi, atau antidepresan, dapat memiliki efek samping menurunkan tekanan darah.
  • Kehamilan: Tekanan darah cenderung menurun selama kehamilan karena perubahan sirkulasi.
  • Kondisi medis lain: Hipotensi juga bisa menjadi gejala dari penyakit lain, seperti demam berdarah.

Diagnosis dan Penanganan Hipotensi

Diagnosis hipotensi dimulai dengan pengukuran tekanan darah dan evaluasi gejala yang dirasakan. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, dan serangkaian tes untuk mencari tahu penyebab yang mendasari. Tes tambahan dapat meliputi tes darah, elektrokardiogram (EKG), ekokardiogram, atau tes stres.

Penanganan hipotensi sangat bergantung pada penyebabnya. Jika hipotensi disebabkan oleh kondisi medis lain, pengobatan akan difokuskan pada penanganan kondisi tersebut.

Beberapa strategi umum untuk membantu mengatasi hipotensi meliputi:

  • Meningkatkan asupan cairan: Minum air yang cukup penting untuk menjaga volume darah.
  • Meningkatkan asupan garam: Dengan saran dokter, sedikit peningkatan asupan garam dapat membantu meningkatkan tekanan darah.
  • Makan porsi kecil secara teratur: Ini dapat mencegah penurunan tekanan darah setelah makan.
  • Menghindari minuman beralkohol: Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi dan menurunkan tekanan darah.
  • Perubahan gaya hidup: Hindari berdiri terlalu lama, bangun secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring, dan kenakan stoking kompresi.
  • Penyesuaian obat: Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau jenis obat jika diduga menjadi penyebab hipotensi.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Meskipun hipotensi ringan mungkin tidak memerlukan penanganan khusus, penting untuk mencari bantuan medis jika mengalami gejala hipotensi yang parah atau persisten. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami pusing terus-menerus, pandangan kabur, kebingungan, kulit dingin dan pucat, napas cepat dan pendek, atau pingsan. Gejala-gejala ini bisa mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius dan memerlukan evaluasi medis segera.

Untuk informasi lebih lanjut tentang hipotensi atau kondisi kesehatan lainnya, serta untuk mendapatkan rekomendasi medis yang tepat, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Tim medis profesional di Halodoc siap memberikan panduan dan saran kesehatan yang akurat dan terpercaya.