• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Sakit Pinggang Tanda Gangguan Sistem Reproduksi?

Sering Sakit Pinggang Tanda Gangguan Sistem Reproduksi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Aktivitas yang padat dan terkadang tanpa sandaran yang mumpuni saat banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dapat menyebabkan terjadinya sakit pinggang. Maka dari itu, perlu adanya bangku yang benar-benar menopang tubuh dengan nyaman, agar segala gangguan yang dapat terjadi pada bagian belakang tubuh dapat dihindari.


Pada wanita, sakit pinggang kerap dirasakan terutama saat menjelang waktunya menstruasi. Namun, jika rasa sakit tersebut terbilang parah dan sulit tertahankan, serta hanya terasa pada bagian sebelah kiri, berhati-hatilah terhadap gangguan yang berbahaya. Salah satu masalah yang dapat menyebabkan hal tersebut adalah gangguan sistem reproduksi. Untuk lebih lengkapnya, baca ulasan berikut ini!

Baca juga: Ini 7 Kebiasaan yang Dilakukan untuk Kesehatan Reproduksi Wanita

Gangguan Sistem Reproduksi Dapat Timbulkan Sakit Pinggang

Banyak kondisi yang berbeda-beda dan dapat menyebabkan terjadinya sakit pinggang bahkan kronis. Kamu mungkin mengalami satu kondisi atau lebih sehingga menimbulkan gejala tersebut. Seperti yang diketahui, banyak gangguan yang dapat menimbulkan gejala tersebut, sehingga sulit untuk didiagnosis penyebabnya. Namun, jika terjadi dalam waktu yang lama dan rasa sakitnya parah, bisa saja disebabkan oleh gangguan sistem reproduksi.

Gangguan sistem reproduksi sendiri adalah penyakit yang terjadi pada bagian saluran reproduksi wanita. Hal ini terjadi akibat infeksi pada saluran reproduksi di bagian atas (saluran tuba, ovarium, dan rahim) maupun bagian bawah (vagina, leher rahim, dan vulva). Maka dari itu, kamu harus tahu gangguan apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya sakit pinggang. Berikut ini beberapa gangguan tersebut:

1. Endometriosis

Salah satu gangguan sistem reproduksi yang dapat menimbulkan gejala berupa sakit pinggang adalah endometriosis. Kelainan ini menyerang rahim atau tempat bayi tumbuh saat hamil. Hal ini disebabkan oleh jaringan yang tumbuh di tempat yang salah sehingga menimbulkan nyeri dan menstruasi yang berat. Bukan hanya di pinggang, nyeri juga dapat terjadi di perut dan punggung bagian bawah.

Baca juga: Bukan 30-an, Kanker Serviks Bisa Muncul di Usia 20-an?

2. Infeksi Saluran Kemih

Kamu juga dapat mengalami sakit pinggang disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Gangguan sistem reproduksi ini timbul akibat bakteri yang menyebarkan infeksi pada saluran kemih, termasuk ginjal, kandung kemih, hingga uretra. Gangguan ini lebih berisiko terjadi pada wanita dibandingkan pria. Gejala lainnya yang dapat timbul saat mengalami hal ini adalah perasaan terbakar saat berkemih, keputihan yang meningkat, serta buang air kecil menjadi lebih sering.

3. Interstitial Cystitis

Gangguan sistem reproduksi lainnya yang dapat menimbulkan sakit pinggang adalah interstitial cystitis. Hal ini disebabkan oleh peradangan pada kandung kemih atau iritasi sehingga menimbulkan adanya jaringan parut dan kaku di kandung kemih. Beberapa gejala lainnya yang dapat dirasakan adalah lebih sering buang air kecil, adanya tekanan pada perut atau panggul, perasaan nyeri yang parah pada kandung kemih, hingga nyeri pada bagian bawah perut.

Itulah pembahasan mengenai gangguan sistem reproduksi yang dapat menimbulkan gejala berupa sakit pinggang. Maka dari itu, jika kamu merasa tidak nyaman pada pinggang, panggul, perut, atau punggung dalam waktu yang lama, ada baiknya diperiksakan ke dokter. Jangan sampai gangguan tersebut dibiarkan karena dapat mengakibatkan hal yang berbahaya.

Baca juga: Keputihan Berlebihan Bisa Jadi Tanda Gangguan Reproduksi?

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait gangguan yang dialami dari gejala-gejala yang terus dirasakan selama ini. Caranya hanya dengan download aplikasi Halodoc, dan dapatkan kemudahan dari akses kesehatan hanya dengan penggunaan smartphone tanpa perlu ke luar rumah.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Common Reproductive Health Concerns for Women.
Web MD. Diakses pada 2020. Causes and Symptoms of Chronic Pelvic Pain.