Berapa Hari Ga Boleh Keramas Setelah Smoothing?

DAFTAR ISI
- Dampak Keramas Terlalu Cepat Setelah Smoothing
- Panduan Merawat Rambut Pasca Smoothing
- Tanda Iritasi Kulit Kepala yang Perlu Diwaspadai
- Studi Terkait Perawatan Rambut Kimiawi
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Memiliki rambut lurus, lembut, dan mudah diatur adalah dambaan banyak orang. Salah satu prosedur kecantikan yang paling populer untuk mendapatkan tampilan ini adalah hair smoothing. Proses ini melibatkan penggunaan bahan kimia khusus dan alat pemanas (catokan) untuk merombak struktur alami helai rambut. Obat smoothing bekerja dengan cara memutus ikatan disulfida di dalam rambut, lalu membentuknya kembali agar menjadi lebih lurus dan tidak kusut.
Namun, perawatan tidak berhenti saat kamu keluar dari salon. Masa-masa awal setelah proses kimiawi ini sangat krusial bagi ketahanan dan kesehatan rambutmu. Rambut masih berada dalam kondisi transisi dan sangat rentan terhadap perubahan bentuk. Oleh karena itu, ada pantangan-pantangan tertentu yang wajib dipatuhi jika kamu tidak ingin hasil perawatan mahalmu berujung sia-sia.
Banyak orang yang baru pertama kali melakukan prosedur ini merasa ragu dan bertanya-tanya, setelah smoothing apakah boleh keramas? Jawaban singkatnya adalah tidak boleh langsung keramas. Secara medis dan kosmetologis, kamu sangat disarankan untuk menunggu setidaknya 3 hari atau 72 jam sebelum membasahi rambut. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada rambut dalam rentang waktu tersebut dan mengapa aturan ini sangat penting? Berikut ulasan lengkapnya!
Dampak Keramas Terlalu Cepat Setelah Smoothing
Proses pelurusan rambut membutuhkan waktu untuk benar-benar mengunci bentuk baru helai rambut. Setelah penata rambut mengoleskan krim netralizer di tahap akhir smoothing, proses netralisasi secara mikroskopis sebenarnya masih terus berlanjut. Rambut membutuhkan waktu oksidasi alami dengan udara sekitar selama kurang lebih 72 jam agar ikatan kimia yang baru dapat menetap secara permanen.
Jika kamu nekat mencuci rambut sebelum waktu yang disarankan, air dan kandungan surfaktan dalam sampo akan mengganggu proses stabilisasi ini. Akibatnya, rambut bisa kembali bergelombang, teksturnya menjadi kasar (frizzy), dan efek lurusnya tidak akan bertahan lama. Selain itu, bahan kimia yang belum sepenuhnya meresap akan luntur, membuat kutikula rambut yang masih terbuka menjadi rentan terhadap kerusakan, patah, dan bercabang.
Tidak hanya air, kelembapan ekstra seperti keringat yang berlebih juga bisa memengaruhi hasil. Oleh karena itu, selama 3 hari pertama, kamu sangat disarankan untuk menghindari aktivitas fisik berat yang memicu banyak keringat, tidak berenang, dan tidak berada di lingkungan yang terlalu lembap seperti sauna.
Hal yang Pantang Dilakukan Selama 72 Jam Pertama Setelah Smoothing
- Mencuci rambut atau membiarkannya terkena air hujan.
- Mengikat rambut, mengepang, atau menggunakan jepit rambut. (Ini akan meninggalkan bekas lipatan permanen).
- Menyelipkan rambut di belakang telinga.
- Menggunakan helm yang terlalu ketat dalam waktu lama.
- Tidur dengan posisi rambut tertekuk; pastikan rambut tergerai lurus di atas bantal.
Panduan Merawat Rambut Pasca Smoothing
Setelah melewati masa kritis 72 jam, kamu akhirnya diperbolehkan untuk keramas. Namun, cara mencuci dan merawatnya tidak lagi sama seperti sebelum rambutmu terkena bahan kimia. Berikut adalah beberapa langkah krusial untuk menjaga rambut tetap sehat dan lurus tahan lama:
1. Gunakan Sampo Bebas Sulfat (Sulfate-Free)
Sulfat (seperti SLS atau SLES) adalah deterjen yang menghasilkan banyak busa pada sampo, namun sifatnya sangat keras. Penggunaan sampo bersulfat dapat mengikis minyak alami dan melunturkan bahan kimia pelurus lebih cepat. Beralihlah ke sampo yang lembut, bebas sulfat, dan diformulasikan khusus untuk rambut yang diwarnai atau diproses secara kimia. Jika kamu membutuhkan produk yang tepat, kamu bisa beli sampo khusus dan vitamin rambut secara online di Halodoc, agar produk langsung diantar ke rumah.
2. Wajib Menggunakan Kondisioner dan Masker Rambut
Proses kimiawi membuat rambut kehilangan banyak kelembapan alaminya. Gunakan kondisioner setiap kali keramas, fokuskan pada bagian tengah hingga ujung rambut, hindari area kulit kepala agar tidak mudah lepek. Seminggu sekali, aplikasikan masker rambut (hair mask) yang mengandung keratin, minyak argan, atau lidah buaya untuk hidrasi mendalam (deep conditioning).
3. Keringkan Rambut dengan Benar
Hindari menggosok rambut dengan handuk secara kasar karena akan menciptakan gesekan yang merusak kutikula. Cukup tepuk-tepuk lembut menggunakan handuk microfiber atau kaus berbahan katun. Jika menggunakan hair dryer, atur pada suhu dingin atau sedang (cool/medium heat), dan arahkan udara dari atas ke bawah untuk menjaga rambut tetap lurus searah kutikula.
4. Hindari Alat Penata Rambut Panas
Karena rambutmu sudah diluruskan, sebisa mungkin hindari penggunaan catokan atau pengeriting rambut terlalu sering. Jika sangat terpaksa harus menggunakannya, selalu aplikasikan heat protectant spray atau serum rambut sebelum alat panas menyentuh helai rambutmu untuk mencegah batang rambut hangus dan patah.
Tanda Iritasi Kulit Kepala yang Perlu Diwaspadai
Meskipun fokus utama smoothing adalah pada batang rambut, bahan kimia yang digunakan (seperti formaldehyde atau thioglycolate) bisa saja mengenai kulit kepala. Pada beberapa individu dengan kulit sensitif, hal ini dapat memicu dermatitis kontak iritan atau reaksi alergi. Segera hentikan pemakaian produk perawatan dan konsultasikan ke dokter jika kamu mengalami gejala berikut dalam beberapa hari setelah smoothing:
- Rasa gatal yang hebat dan sensasi terbakar pada kulit kepala.
- Munculnya ruam merah, lepuhan kecil, atau ketombe yang mengelupas tebal secara tiba-tiba.
- Rambut rontok dalam jumlah yang tidak wajar (bukan sekadar patah, melainkan rontok dari akarnya).
- Pembengkakan di sekitar garis rambut, dahi, atau leher.
Studi Terkait Perawatan Rambut Kimiawi
Berbagai literatur dermatologi secara konsisten menyoroti efek samping pelurusan rambut kimiawi jika tidak dirawat dengan benar. Sebuah artikel ilmiah yang diterbitkan dalam International Journal of Trichology menjelaskan bahwa pelurusan rambut (termasuk smoothing dan rebonding) menyebabkan pengurangan kekuatan tarik rambut (tensile strength) karena modifikasi ikatan disulfida.
Studi tersebut menegaskan pentingnya masa tunggu awal (biasanya 48-72 jam) bagi senyawa netralizer untuk menstabilkan konformasi keratin yang baru. Peneliti juga merekomendasikan penggunaan agen pengondisi (conditioning agents) berbasis asam amino pasca-perawatan untuk menambal mikropori yang terbentuk akibat paparan bahan kimia alkali, sehingga mencegah rambut dari kerusakan lebih lanjut yang disebut weathering.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Academy of Dermatology. Diakses pada 2024. 10 hair care habits that can damage your hair.
International Journal of Trichology. Diakses pada 2024. Hair Cosmetics: An Overview.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Hair Smoothing Treatments: What to Know Before You Go.
Healthline. Diakses pada 2024. Everything You Need to Know About Keratin Hair Treatments.
WebMD. Diakses pada 2024. The Truth About Hair Treatments.
FAQ
1. Setelah smoothing apakah boleh keramas dengan air hangat?
Tidak disarankan. Setelah melewati masa tunggu 3 hari, sebaiknya keramas menggunakan air dingin atau bersuhu ruangan. Air hangat dapat membuka kutikula rambut sehingga menghilangkan kelembapan alaminya dan membuat rambut smoothing menjadi cepat kering, mengembang, serta menghilangkan efek kilau.
2. Bolehkah menggunakan minyak rambut alami setelah smoothing?
Boleh, tetapi aplikasikan secara hati-hati dan jangan berlebihan. Penggunaan minyak argan, minyak kelapa, atau serum rambut di bagian ujungnya sangat disarankan untuk menjaga kelembapan. Namun, pastikan kamu menggunakannya setelah masa tunggu 72 jam pertama selesai.
3. Bagaimana jika rambut tanpa sengaja terkena keringat saat masa tunggu 3 hari?
Jika kamu berkeringat di sekitar kulit kepala atau leher, segera keringkan pelan-pelan menggunakan hair dryer dengan suhu dingin (cool setting). Jangan menggosoknya dengan handuk karena akan membuat rambut tertekuk. Keringkan searah jatuhnya rambut hingga benar-benar tidak ada sisa kelembapan.
4. Berapa lama hasil smoothing biasanya bertahan?
Jika dirawat dengan baik menggunakan sampo bebas sulfat, menghindari air kaporit/kolam renang, dan rajin menggunakan masker rambut, hasil smoothing biasanya dapat bertahan sekitar 3 hingga 6 bulan. Setelah itu, bagian akar rambut yang baru tumbuh (new growth) akan kembali ke tekstur asli rambutmu, dan kamu mungkin memerlukan retouch pada area tersebut.



