Ad Placeholder Image

Shingles: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Pencegahan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Shingles: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi & Pencegahan

Shingles: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan PencegahanShingles: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Pencegahan

Mengenal Shingles: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Shingles, atau yang dikenal juga dengan cacar ular atau cacar api, adalah infeksi virus yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella zoster. Virus ini adalah penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tetap tidak aktif (dormant) di dalam tubuh, tepatnya di jaringan saraf dekat tulang belakang dan otak. Shingles terjadi ketika virus ini aktif kembali.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya ruam kulit melepuh yang terasa sakit. Ruam ini biasanya muncul dalam pola garis pada satu sisi tubuh. Shingles dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri yang signifikan bagi penderitanya.

Gejala Utama Shingles

Gejala shingles bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala awal seringkali berupa rasa sakit, gatal, atau kesemutan pada area kulit tertentu. Beberapa hari kemudian, ruam merah akan muncul dan berkembang menjadi lepuhan berisi cairan.

  • Ruam merah yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan.
  • Nyeri hebat, sensasi terbakar, atau kesemutan di area kulit tertentu (dermatomal).
  • Ruam biasanya muncul di dada, punggung, atau wajah, hanya pada satu sisi.

Selain ruam dan nyeri, gejala penyerta lainnya meliputi demam, sakit kepala, dan kelelahan. Proses penyembuhan lepuhan biasanya memakan waktu antara 2 hingga 4 minggu.

Penyebab Shingles dan Faktor Risiko

Penyebab utama shingles adalah reaktivasi virus Varicella zoster yang sebelumnya menyebabkan cacar air. Virus ini dapat aktif kembali karena berbagai faktor yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Faktor risiko utama meliputi:

  • Usia lanjut (di atas 50 tahun): Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh cenderung melemah.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Kondisi medis seperti HIV/AIDS, kanker, atau pengobatan imunosupresan dapat meningkatkan risiko terkena shingles.

Penanganan Shingles yang Efektif

Pengobatan shingles bertujuan untuk mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan ruam, dan mencegah komplikasi. Pengobatan antivirus adalah pilihan utama dan paling efektif jika diberikan segera setelah gejala muncul.

Obat antivirus yang umum digunakan meliputi acyclovir dan valacyclovir. Selain itu, pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi rasa sakit. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat nyeri yang lebih kuat.

Komplikasi Shingles yang Perlu Diwaspadai

Komplikasi paling umum dari shingles adalah postherpetic neuralgia (PHN). PHN adalah nyeri saraf jangka panjang yang menetap setelah ruam sembuh. Nyeri ini bisa sangat parah dan berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Komplikasi lainnya meliputi infeksi bakteri pada lepuhan, masalah penglihatan jika ruam mengenai mata, dan kelumpuhan wajah (jarang terjadi).

Pencegahan Shingles Melalui Vaksinasi

Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah shingles. Vaksin herpes zoster direkomendasikan untuk orang berusia 50 tahun ke atas, bahkan jika mereka pernah menderita cacar air.

Vaksin ini membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap virus Varicella zoster dan mengurangi risiko terkena shingles serta komplikasi yang mungkin timbul.

Shingles: Menular atau Tidak?

Shingles tidak menular dari orang ke orang sebagai shingles. Namun, seseorang dengan ruam aktif dapat menularkan virus Varicella zoster kepada orang yang belum pernah menderita cacar air.

Jika orang tersebut terinfeksi, mereka akan menderita cacar air, bukan shingles. Penting untuk menghindari kontak langsung dengan orang yang memiliki ruam shingles aktif, terutama jika belum pernah menderita cacar air atau belum divaksinasi.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala shingles, terutama jika:

  • Ruam muncul di dekat mata.
  • Nyeri sangat parah dan tidak mereda dengan obat pereda nyeri.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Mengalami demam tinggi atau gejala lain yang mengkhawatirkan.

Rekomendasi Halodoc

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai shingles, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan sesuai dengan kondisi kesehatan. Penanganan dini dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan.