Ad Placeholder Image

Si Pahit yang Punya Banyak Khasiat, Ini 6 Manfaat Pare bagi Kesehatan Tubuh

9 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Pare mungkin memiliki rasa yang pahit, tetapi manfaat kesehatannya sangatlah beragam.

Si Pahit yang Punya Banyak Khasiat, Ini 6 Manfaat Pare bagi Kesehatan TubuhSi Pahit yang Punya Banyak Khasiat, Ini 6 Manfaat Pare bagi Kesehatan Tubuh

DAFTAR ISI


Pare (Momordica charantia) adalah salah satu jenis sayuran yang sangat populer di Indonesia. Meskipun dikenal karena rasa pahitnya yang sangat tajam, pare telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika Selatan. Sayuran berbentuk lonjong dengan tekstur kulit yang berbintil-bintil ini menyimpan gudang nutrisi yang luar biasa bagi kesehatan manusia.

Bagi banyak orang, rasa pahit pare mungkin menjadi penghalang untuk mengonsumsinya. Namun, secara medis, senyawa kimia yang memberikan rasa pahit tersebut—seperti momordisin—justru merupakan kunci dari berbagai khasiat pengobatan yang dimilikinya. Memahami manfaat pare bukan sekadar tentang nutrisi harian, tetapi juga tentang bagaimana sayuran ini dapat membantu mengelola kondisi kronis tertentu secara alami.

Penting untuk diingat bahwa meski pare sangat bermanfaat, penggunaannya sebagai pendukung kesehatan tetap memerlukan pengawasan, terutama jika kamu sedang menjalani pengobatan medis tertentu. Mengintegrasikan pare ke dalam pola makan seimbang bisa menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup dan menjaga stabilitas metabolisme tubuh.

Nah, mau tahu apa saja manfaat pare bagi kesehatan? Berikut ulasannya!

Kandungan Nutrisi dalam Pare

Sebelum membahas manfaatnya secara mendalam, penting untuk mengetahui apa saja yang terkandung di dalam sayuran pahit ini. Pare adalah bahan makanan rendah kalori namun sangat padat nutrisi. Dalam 100 gram pare mentah, terdapat sekitar:

  • Energi: 17-20 kalori
  • Karbohidrat: 3,7 gram
  • Serat: 2,8 gram (sekitar 10% dari kebutuhan harian)
  • Vitamin C: Menyuplai hingga 80-90% kebutuhan harian (sangat tinggi)
  • Vitamin A: Menyuplai sekitar 40% kebutuhan harian
  • Folat: 72 mcg (18% kebutuhan harian)
  • Kalium, Seng, dan Zat Besi dalam jumlah yang signifikan

Selain vitamin dan mineral di atas, pare mengandung senyawa bioaktif seperti polipeptida-p, vicine, dan charantin yang berperan langsung dalam metabolisme tubuh.

6 Manfaat Pare bagi Kesehatan Tubuh

1. Membantu Menurunkan Gula Darah

Salah satu manfaat paling terkenal dari pare adalah kemampuannya dalam mengelola diabetes. Pare mengandung tiga senyawa aktif utama: charantin, vicine, dan polipeptida-p. Polipeptida-p bertindak sangat mirip dengan insulin alami tubuh, membantu membawa gula dari aliran darah ke dalam sel-sel untuk diubah menjadi energi. Bagi penderita diabetes tipe 2, pare dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat enzim yang memecah gula sederhana. Jika kamu merasakan gejala gula darah tinggi yang persis seperti tanda awal diabetes, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam.

2. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak pare dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (jahat), dan trigliserida. Dengan menurunkan kadar lemak darah yang menyumbat arteri, pare berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko stroke serta penyakit jantung koroner. Senyawa fitonutrien di dalamnya bekerja dengan cara menghambat penyerapan lemak di usus.

3. Mendukung Penurunan Berat Badan

Pare adalah teman baik bagi kamu yang sedang menjalani program diet. Kandungan kalorinya yang sangat rendah digabungkan dengan serat yang tinggi membuat perut terasa kenyang lebih lama. Selain itu, pare membantu merangsang sekresi empedu untuk metabolisme lemak yang lebih cepat. Mengonsumsi pare secara rutin dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah penumpukan lemak visceral di area perut.

Tips Mengurangi Rasa Pahit Pare
  1. Iris pare tipis-tipis dan taburi garam, biarkan 15 menit lalu peras airnya.
  2. Rendam irisan pare dalam air asam jawa atau air cuka selama 10 menit.
  3. Rebus sebentar (blanching) dalam air mendidih sebelum dimasak lebih lanjut.

4. Meningkatkan Kesehatan Kulit dan Luka

Kandungan vitamin C yang sangat tinggi pada pare berperan sebagai antioksidan kuat yang melawan radikal bebas penyebab penuaan dini. Selain itu, sifat antimikroba dan anti-inflamasi dalam pare membantu mengatasi masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, dan eksim. Di beberapa budaya, pare digunakan secara topikal untuk membantu mempercepat penyembuhan luka dan infeksi kulit ringan.

5. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Pare kaya akan antioksidan yang membantu memperkuat sistem imun dalam melawan serangan virus dan bakteri. Vitamin C dan vitamin A di dalamnya merangsang produksi sel darah putih yang bertugas menjaga tubuh dari infeksi. Mengonsumsi pare secara rutin, terutama saat musim pancaroba, dapat membantu tubuh tetap bugar dan tidak mudah jatuh sakit.

6. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Serat dalam pare membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan mikrobiota usus. Pare juga memiliki efek pencahar ringan yang membantu membersihkan sistem pencernaan dari racun. Senyawa pahitnya merangsang produksi enzim pencernaan yang membantu pemecahan makanan menjadi lebih efisien.

Cara Mengonsumsi Pare yang Sehat

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, cara pengolahan pare sangatlah menentukan. Berikut adalah beberapa rekomendasi:

  • Tumis Pare: Gunakan sedikit minyak zaitun dan tambahkan protein seperti tempe atau telur untuk menyeimbangkan nutrisi.
  • Jus Pare: Jus pare mentah yang dicampur dengan lemon atau apel hijau adalah cara tercepat bagi penderita diabetes untuk mendapatkan khasiatnya, namun rasanya sangat kuat.
  • Suplemen Ekstrak Pare: Jika kamu tidak tahan dengan rasanya, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mencari suplemen herbal yang mengandung ekstrak pare yang sudah terstandarisasi.

Peringatan dan Efek Samping

Meskipun alami, pare tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Ibu Hamil: Pare mengandung senyawa yang dapat memicu kontraksi rahim dan berisiko menyebabkan keguguran. Hindari konsumsi pare dalam jumlah medis saat hamil.
  • Hipoglikemia: Karena pare sangat kuat dalam menurunkan gula darah, mengonsumsinya bersamaan dengan obat diabetes resep dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia).
  • Defisiensi G6PD: Orang dengan kondisi ini dapat mengalami anemia hemolitik setelah mengonsumsi biji pare.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun pare bermanfaat, ia bukan pengganti pengobatan medis utama. Kamu perlu menghubungi dokter jika:

1. Gula Darah Tetap Tidak Terkontrol

Jika konsumsi pare tidak memberikan perubahan pada kadar glukosa darah kamu, jangan menaikkan dosis sendiri secara ekstrem.

2. Mengalami Reaksi Alergi

Beberapa orang mungkin mengalami ruam atau gangguan pencernaan hebat setelah mengonsumsi pare.

Studi Mengenai Khasiat Pare

Journal of Ethnopharmacology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ekstrak Momordica charantia secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah post-prandial (setelah makan) pada pasien diabetes tipe 2.

Studi ini menyoroti bahwa senyawa charantin memiliki potensi efek antidiabetik yang sebanding dengan beberapa agen hipoglikemik oral, meskipun efikasinya bisa bervariasi antar individu tergantung pada metode ekstraksi dan dosis yang digunakan.

Sebagai kesimpulan, pare adalah superfood lokal yang sangat berharga. Namun, pastikan kamu tetap memantau kondisi kesehatanmu secara rutin. Kamu bisa mendapatkan vitamin atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. 6 Benefits of Bitter Melon (Bitter Gourd) and Its Extract.
WebMD. Diakses pada 2026. Bitter Melon: Uses, Side Effects, and More.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Does bitter melon help with diabetes?
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Manfaat Sayur Pare bagi Kesehatan.

FAQ

1. Apakah pare aman dikonsumsi setiap hari?

Ya, dalam porsi wajar sebagai sayuran (sekitar 50-100 gram), pare aman dikonsumsi setiap hari oleh orang dewasa sehat. Namun, jangan mengonsumsinya secara berlebihan dalam bentuk ekstrak tanpa pengawasan.

2. Apakah pare bisa menyembuhkan diabetes?

Pare membantu mengelola dan mengontrol kadar gula darah, namun secara medis tidak dikategorikan sebagai “obat penyembuh” diabetes yang bisa menghilangkan penyakit tersebut sepenuhnya tanpa kontrol pola makan.

3. Mengapa pare dilarang untuk ibu hamil?

Pare mengandung bahan kimia seperti momorcharin yang dalam studi laboratorium menunjukkan potensi memicu kontraksi rahim dan pendarahan, yang berbahaya bagi janin.

4. Bagaimana cara terbaik memasak pare agar gizinya tidak hilang?

Cara terbaik adalah dengan menumis cepat (stir-fry) atau mengukusnya sebentar agar vitamin C yang sensitif panas tidak rusak sepenuhnya.


## Punya Masalah Gula Darah atau Ingin Konsultasi Gizi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa sering lemas setelah makan atau ingin tahu cara mengolah pare yang tepat sesuai kondisi kesehatanmu? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.