Ad Placeholder Image

Simpel dan Praktis, Ini Cara Membuat Soto Ayam yang Enak dan Segar

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

“Cara membuat soto bisa dengan santan ataupun tanpa santan. Kalau kamu mau tanpa santan, pastikan menambah bumbu sesuai takaran supaya rasa tetap gurih.”

Simpel dan Praktis, Ini Cara Membuat Soto Ayam yang Enak dan SegarSimpel dan Praktis, Ini Cara Membuat Soto Ayam yang Enak dan Segar

DAFTAR ISI


Soto merupakan salah satu hidangan warisan kuliner Indonesia yang paling digemari. Lebih dari sekadar makanan yang menghangatkan jiwa, soto sebenarnya adalah ramuan herbal dalam bentuk sup. Perpaduan berbagai bahan soto, mulai dari protein hingga rempah-rempah eksotis, menciptakan profil nutrisi yang sangat kaya dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Sebagai hidangan yang sering dikonsumsi saat cuaca dingin atau ketika merasa kurang fit, bahan soto memiliki peran penting dalam memperkuat sistem imun. Rempah-rempah yang digunakan dalam kuah soto tidak hanya berfungsi sebagai penyedap rasa, tetapi juga mengandung senyawa fitokimia yang memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba alami.

Memahami manfaat kesehatan dari setiap bahan soto dapat membantu kamu mengapresiasi setiap suapan yang dinikmati. Dalam perspektif farmakologi, bahan-bahan tradisional ini sering menjadi dasar pengembangan suplemen kesehatan modern. Jika kamu sedang merasa kurang enak badan, mengonsumsi soto yang kaya rempah bisa menjadi langkah suportif yang baik bagi tubuh.

Nah, mau tahu apa saja pilihan bahan soto dan manfaat medis di baliknya? Berikut ulasannya!

Manfaat Kesehatan Bahan Soto bagi Tubuh

Setiap daerah di Indonesia memiliki racikan soto yang berbeda, namun ada beberapa bahan dasar yang hampir selalu ada. Dari sudut pandang medis, bahan-bahan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap asupan nutrisi harian kita.

Protein yang terdapat pada daging ayam atau sapi dalam soto berfungsi sebagai blok pembangun jaringan tubuh dan enzim. Sementara itu, kehadiran sayuran seperti tauge dan kol memberikan serat yang dibutuhkan untuk kesehatan pencernaan. Namun, bintang utama dari aspek kesehatan soto terletak pada “bumbu halus” yang digunakan untuk kuahnya.

Analisis Kandungan Aktif Rempah dalam Bahan Soto

Sebagai apoteker, saya melihat bumbu soto sebagai kumpulan bahan aktif farmasi alami yang bekerja secara sinergis. Berikut adalah beberapa bahan soto utama dan analisis kandungan aktifnya:

1. Kunyit (Curcuma longa)

Kunyit adalah bahan soto yang memberikan warna kuning khas pada kuah. Kandungan aktif utamanya adalah kurkuminoid. Kurkumin telah diteliti secara luas memiliki efek antiinflamasi yang setara dengan beberapa agen farmasi dalam menghambat enzim COX-2. Selain itu, kunyit juga berperan sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas.

2. Jahe (Zingiber officinale)

Jahe sering ditambahkan ke dalam bahan soto untuk memberikan rasa hangat. Senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol memiliki sifat termogenik yang membantu menghangatkan suhu tubuh dan memperlancar sirkulasi darah. Jahe juga dikenal efektif dalam meredakan mual dan membantu proses pencernaan (carminative).

3. Bawang Putih (Allium sativum)

Hampir tidak ada resep soto tanpa bawang putih. Bawang putih mengandung alisin, senyawa sulfur yang terbentuk saat bawang putih dihancurkan. Alisin memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang kuat, menjadikannya bahan soto yang sangat baik untuk mendukung sistem kekebalan tubuh, terutama saat musim pancaroba.

4. Serai dan Lengkuas

Kedua bahan soto ini memberikan aroma sitrus dan segar. Serai mengandung sitral yang memiliki efek relaksasi pada saluran pencernaan, sementara lengkuas mengandung galangin yang memiliki potensi sebagai agen antitumor dan anti-inflamasi alami.

Tips Mengolah Bahan Soto agar Nutrisi Terjaga
  1. Jangan menumis bumbu rempah terlalu lama dengan api besar agar senyawa aktif tidak rusak.
  2. Gunakan daging tanpa lemak untuk mengurangi asupan lemak jenuh berlebih.
  3. Tambahkan sayuran seperti kol dan tauge sesaat sebelum disajikan agar vitamin C di dalamnya tidak hancur karena panas yang lama.

Modifikasi Bahan Soto untuk Kondisi Kesehatan Tertentu

Meskipun bahan soto pada dasarnya sehat, cara pengolahannya dapat memengaruhi profil nutrisinya, terutama bagi kamu yang memiliki batasan diet tertentu.

1. Untuk Penderita Hipertensi

Bahan soto biasanya menggunakan garam dan penyedap rasa yang cukup tinggi. Untuk penderita hipertensi, disarankan untuk memperkuat rasa melalui rempah-rempah seperti bawang putih dan lada, serta mengurangi penggunaan garam dapur. Penggunaan kaldu alami dari tulang dan daging jauh lebih sehat daripada menggunakan kaldu instan yang tinggi natrium.

2. Untuk Penderita Kolesterol

Pilihlah soto bening daripada soto yang menggunakan santan. Jika resep asli mengharuskan penggunaan santan, kamu bisa menggantinya dengan susu rendah lemak atau krimer nabati yang lebih ramah bagi jantung. Pastikan juga untuk membuang lemak yang mengapung di permukaan kuah setelah proses perebusan daging.

Jika kamu merasakan keluhan setelah mengonsumsi makanan tertentu atau membutuhkan saran dosis suplemen pendukung, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja agar mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi medis kamu.

Studi Mengenai Bahan Soto dan Efek Imunomodulator

Nutrients Journal menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa kombinasi kurkumin (dari kunyit) dan piperin (dari lada hitam)—keduanya adalah bahan soto umum—dapat meningkatkan bioavailabilitas kurkumin dalam tubuh hingga 2000%.

Temuan ini sangat relevan karena soto sering kali menggabungkan kunyit dan lada dalam satu resep. Sinergi ini memungkinkan tubuh menyerap manfaat antiinflamasi dari kunyit dengan jauh lebih efektif dibandingkan jika dikonsumsi secara terpisah. Hal ini membuktikan bahwa racikan tradisional bahan soto memiliki dasar ilmiah yang kuat dalam mendukung kesehatan fungsional manusia.

Selain mengandalkan nutrisi dari makanan, terkadang tubuh memerlukan bantuan tambahan saat kondisi imun menurun. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan vitamin atau suplemen kesehatan, di mana produk 100% asli dan produk diantar langsung ke rumah kamu.

FAQ

1. Apakah bahan soto seperti kunyit bisa menyembuhkan flu?

Kunyit mengandung kurkumin yang bersifat antiinflamasi dan imunomodulator. Meskipun tidak secara langsung mematikan virus flu, kunyit dalam bahan soto membantu meredakan peradangan di tenggorokan dan mendukung sistem imun untuk melawan infeksi lebih cepat.

2. Bolehkah penderita asam lambung mengonsumsi soto?

Penderita asam lambung sebaiknya memilih soto bening dan menghindari bahan soto yang terlalu pedas atau terlalu banyak menggunakan merica. Jahe dalam soto sebenarnya baik untuk menenangkan lambung, namun hindari penggunaan jeruk nipis yang terlalu banyak karena sifat asamnya bisa memicu gejala.

3. Apa manfaat tauge dalam bahan soto?

Tauge adalah sumber vitamin E dan enzim yang baik untuk kesuburan dan kesehatan kulit. Proses perkecambahan pada tauge juga meningkatkan kadar protein dan menurunkan kadar karbohidrat, menjadikannya tambahan yang rendah kalori namun padat nutrisi.

4. Kenapa soto sering disajikan dengan jeruk nipis?

Secara medis, vitamin C dalam jeruk nipis membantu penyerapan zat besi yang berasal dari daging sapi atau ayam dalam soto. Selain itu, rasa asam jeruk nipis membantu menyeimbangkan rasa lemak pada kuah soto.

Punya Keluhan Kesehatan Setelah Makan atau Bingung Memilih Nutrisi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah mencoba resep tertentu, atau bingung mulai dari mana untuk memperbaiki pola makan? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Journal of Ethnopharmacology. Diakses pada 2026. Therapeutic roles of curcumin: Lessons learned from clinical trials.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Traditional Medicine Strategy.
National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH). Diakses pada 2026. Turmeric and Curcumin.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Garlic: A Review of its Potential Health Benefits.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Ragam Manfaat Rempah-Rempah Indonesia untuk Kesehatan.