Ad Placeholder Image

Sindrom Brugada: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Jantung

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Februari 2026

Sindrom Brugada: Gejala, Diagnosis, & Pengobatan Jantung

Sindrom Brugada: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan JantungSindrom Brugada: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Jantung

Sindrom Brugada adalah kondisi genetik langka yang memengaruhi sistem elektrik jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan detak jantung yang berbahaya dan tidak teratur (aritmia). Aritmia ini berpotensi menyebabkan pingsan mendadak atau bahkan kematian jantung mendadak, terutama pada saat istirahat atau tidur. Diagnosis sindrom Brugada ditegakkan berdasarkan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) yang menunjukkan pola khas. Pengobatan utama untuk pasien dengan risiko tinggi adalah pemasangan alat pacu jantung implan (ICD) dan menghindari faktor-faktor pemicu.

Apa Itu Sindrom Brugada?

Sindrom Brugada adalah kelainan genetik yang memengaruhi cara kerja saluran ion natrium di sel-sel otot jantung. Gangguan ini menyebabkan perubahan pada aktivitas listrik jantung dan meningkatkan risiko terjadinya aritmia ventrikel yang berbahaya. Kondisi ini seringkali tidak terdiagnosis sampai orang tersebut mengalami episode pingsan atau henti jantung mendadak.

Gejala Sindrom Brugada

Banyak orang dengan sindrom Brugada tidak menunjukkan gejala apapun (asimtomatik). Namun, pada beberapa kasus, sindrom ini dapat menyebabkan:

  • Pingsan (sinkop) yang terjadi secara tiba-tiba
  • Jantung berdebar (palpitasi)
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Kematian jantung mendadak, terutama saat tidur

Kematian jantung mendadak seringkali menjadi manifestasi pertama dari sindrom Brugada.

Penyebab Sindrom Brugada

Penyebab utama sindrom Brugada adalah:

  • Faktor Genetik: Mutasi pada gen, terutama gen SCN5A, yang bertanggung jawab untuk pembentukan saluran ion natrium di jantung. Mutasi ini mengganggu aliran ion natrium, menyebabkan gangguan pada sinyal listrik jantung.
  • Faktor Pemicu: Beberapa faktor dapat memicu aritmia pada individu dengan sindrom Brugada, termasuk demam, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan kokain, dan obat-obatan tertentu (seperti beberapa jenis obat jantung atau obat penenang).

Diagnosis Sindrom Brugada

Diagnosis sindrom Brugada melibatkan beberapa langkah:

  • Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Keluarga: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan keluarga untuk mencari tahu apakah ada anggota keluarga lain yang mengalami gejala serupa atau kematian jantung mendadak.
  • Elektrokardiogram (EKG): EKG adalah tes utama untuk mendiagnosis sindrom Brugada. Dokter akan mencari pola EKG yang khas pada sadapan V1-V3. Pola ini mungkin tidak selalu terlihat dan dapat muncul dan hilang.
  • Tes Provokasi Obat: Jika EKG awal tidak menunjukkan pola yang jelas, dokter dapat melakukan tes provokasi obat dengan menggunakan obat seperti flecainide. Obat ini dapat memicu pola EKG yang khas pada orang dengan sindrom Brugada.

Pengobatan Sindrom Brugada

Pengobatan sindrom Brugada bertujuan untuk mencegah terjadinya aritmia yang berbahaya dan kematian jantung mendadak:

  • Implantable Cardioverter-Defibrillator (ICD): ICD adalah alat kecil yang ditanam di dada. Alat ini memantau detak jantung dan memberikan kejutan listrik jika terdeteksi aritmia yang mengancam jiwa. ICD adalah pengobatan utama untuk pasien dengan risiko tinggi sindrom Brugada.
  • Menghindari Pemicu: Pasien dengan sindrom Brugada disarankan untuk menghindari faktor-faktor yang dapat memicu aritmia, seperti demam, dehidrasi, konsumsi alkohol berlebihan, dan obat-obatan tertentu.
  • Obat-obatan: Dalam beberapa kasus, obat-obatan seperti quinidine dapat digunakan untuk membantu mengontrol aritmia.
  • Ablasi Kateter: Ablasi kateter adalah prosedur invasif minimal yang dapat digunakan untuk menghancurkan area kecil jaringan jantung yang menyebabkan aritmia. Prosedur ini biasanya dipertimbangkan untuk kasus yang berulang.

Pencegahan Sindrom Brugada

Karena sindrom Brugada adalah kondisi genetik, pencegahan primer tidak mungkin dilakukan. Namun, pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor pemicu dan menjalani pengobatan yang tepat untuk mengurangi risiko komplikasi.

Fakta Penting tentang Sindrom Brugada

Berikut adalah beberapa fakta penting tentang sindrom Brugada:

  • Sindrom Brugada lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.
  • Sindrom Brugada sering didiagnosis pada usia 40-an, tetapi dapat terjadi pada usia berapa pun.
  • Kematian mendadak akibat sindrom Brugada paling sering terjadi pada usia 30-an dan 40-an.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan sindrom Brugada atau mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi yang serius.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang sindrom Brugada, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jantung di Halodoc. Dengan Halodoc, Anda dapat berbicara dengan dokter melalui chat atau video call untuk mendapatkan informasi dan saran medis yang akurat dan terpercaya.