Ad Placeholder Image

Sindrom Patau: Gejala, Penyebab, dan Dampaknya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Sindrom Patau: Gejala, Penyebab, & Dampaknya

Sindrom Patau: Gejala, Penyebab, dan DampaknyaSindrom Patau: Gejala, Penyebab, dan Dampaknya

Sindrom Patau, atau dikenal juga sebagai Trisomi 13, adalah kelainan genetik serius yang terjadi akibat adanya salinan ekstra dari kromosom 13. Kondisi ini menyebabkan berbagai cacat fisik yang parah dan gangguan perkembangan yang signifikan. Sayangnya, sebagian besar bayi dengan sindrom Patau tidak bertahan hidup lebih dari satu tahun.

Apa Itu Sindrom Patau?

Sindrom Patau adalah kelainan kromosom yang terjadi ketika seseorang memiliki tiga salinan kromosom 13 dalam setiap sel tubuhnya, bukan dua seperti seharusnya. Kelebihan materi genetik ini mengganggu perkembangan normal bayi, menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Kondisi ini tergolong langka, tetapi dampaknya sangat signifikan bagi kualitas hidup bayi dan keluarganya.

Gejala Khas Sindrom Patau

Sindrom Patau ditandai dengan berbagai kelainan fisik dan masalah kesehatan. Gejala yang muncul dapat bervariasi antara satu bayi dengan bayi lainnya, tetapi beberapa gejala yang paling umum meliputi:

  • Kelainan Fisik: Bibir sumbing atau langit-langit sumbing, mata kecil (mikroftalmia) atau mata yang kurang berkembang, telinga yang cacat, jari tangan atau kaki ekstra (polidaktili), dan kepala yang kecil (mikrosefali).
  • Kelainan Organ Internal: Kelainan jantung bawaan, kelainan pada otak atau sumsum tulang belakang.
  • Masalah Lain: Tonus otot yang lemah (hipotonia), pertumbuhan yang lambat selama dalam kandungan, dan berat badan lahir yang rendah.

Penyebab Sindrom Patau

Penyebab utama sindrom Patau adalah kesalahan saat pembelahan sel, yang disebut sebagai nondisjunction. Kesalahan ini menyebabkan sel telur atau sperma memiliki salinan ekstra dari kromosom 13. Ketika sel telur atau sperma ini bergabung saat pembuahan, bayi akan memiliki tiga salinan kromosom 13.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, sindrom Patau dapat disebabkan oleh translokasi, di mana sebagian dari kromosom 13 menempel pada kromosom lain. Kondisi ini dapat diwariskan dari orang tua yang merupakan pembawa (carrier) translokasi seimbang.

Dampak dan Prospek Sindrom Patau

Sindrom Patau adalah kondisi genetik yang sangat membatasi kehidupan. Risiko keguguran atau lahir mati sangat tinggi pada bayi dengan sindrom Patau. Sebagian besar bayi yang lahir hidup dengan kondisi ini tidak bertahan hidup lebih dari satu tahun.

Bayi yang bertahan hidup akan mengalami disabilitas intelektual berat dan berbagai tantangan kesehatan serius. Kualitas hidup mereka sangat bergantung pada perawatan medis dan dukungan yang diberikan.

Penanganan Sindrom Patau

Tidak ada obat untuk sindrom Patau. Penanganan yang diberikan berfokus pada perawatan paliatif untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup bayi. Perawatan ini meliputi:

  • Perawatan Medis: Pemberian nutrisi yang adekuat, bantuan pernapasan jika diperlukan, dan manajemen nyeri.
  • Tindakan Bedah: Operasi mungkin dipertimbangkan untuk memperbaiki kondisi tertentu seperti kelainan jantung atau bibir sumbing, tetapi dengan pertimbangan risiko yang tinggi.
  • Dukungan Psikososial: Dukungan psikologis dan emosional bagi keluarga sangat penting untuk membantu mereka mengatasi tantangan yang dihadapi.

Apakah Sindrom Patau Bisa Dicegah?

Karena sindrom Patau disebabkan oleh kesalahan acak dalam pembelahan sel, kondisi ini umumnya tidak dapat dicegah. Namun, pasangan yang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan kromosom atau yang berisiko tinggi memiliki anak dengan sindrom Patau dapat mempertimbangkan untuk melakukan konseling genetik dan pemeriksaan prenatal.

Pemeriksaan prenatal seperti amniocentesis atau chorionic villus sampling (CVS) dapat mendeteksi sindrom Patau selama kehamilan. Informasi ini dapat membantu orang tua membuat keputusan yang tepat mengenai kehamilan mereka.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Sindrom Patau adalah kelainan genetik yang serius dengan dampak yang signifikan pada kehidupan bayi dan keluarganya. Meskipun tidak ada obat untuk kondisi ini, perawatan paliatif dan dukungan yang komprehensif dapat membantu meningkatkan kualitas hidup bayi dan memberikan dukungan emosional bagi keluarga.

Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai risiko sindrom Patau atau kelainan genetik lainnya, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli genetika. Anda juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi dokter di Halodoc untuk mendapatkan informasi dan panduan yang tepat. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu memberikan perawatan terbaik bagi bayi dan dukungan bagi keluarga.