Ad Placeholder Image

Sindrom Patau: Kenali Penyebab, Gejala, Penanganan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Maret 2026

Sindrom Patau: Kenali Ciri, Dampak, dan Penanganannya

Sindrom Patau: Kenali Penyebab, Gejala, PenangananSindrom Patau: Kenali Penyebab, Gejala, Penanganan

Sindrom Patau Adalah: Mengenali Trisomi 13 dan Dampaknya pada Kesehatan

Sindrom Patau adalah kondisi genetik serius yang dikenal juga sebagai Trisomi 13. Kelainan ini terjadi akibat adanya salinan ekstra kromosom 13 pada sel tubuh. Kondisi ini menyebabkan berbagai cacat fisik parah dan gangguan perkembangan yang mengancam jiwa. Mayoritas bayi dengan Sindrom Patau tidak bertahan hidup lebih dari tahun pertama kehidupan.

Apa Itu Sindrom Patau?

Sindrom Patau adalah kelainan genetik yang ditandai dengan kehadiran tiga salinan kromosom 13. Normalnya, manusia memiliki dua salinan dari setiap kromosom. Kelebihan kromosom 13 ini menyebabkan serangkaian masalah kesehatan yang kompleks dan serius. Kondisi ini pertama kali dideskripsikan oleh Dr. Klaus Patau pada tahun 1960.

Sindrom ini seringkali membatasi harapan hidup secara signifikan. Banyak kasus mengakibatkan keguguran atau lahir mati. Bagi bayi yang lahir hidup, tantangan kesehatan yang dihadapi sangat besar dan membutuhkan perawatan intensif.

Penyebab Sindrom Patau

Penyebab utama Sindrom Patau adalah kesalahan yang terjadi selama proses pembelahan sel. Kesalahan ini disebut non-disjunction. Non-disjunction menyebabkan sel telur atau sel sperma memiliki jumlah kromosom yang tidak normal. Akibatnya, zigot yang terbentuk setelah pembuahan akan memiliki tiga salinan kromosom 13, bukan dua.

Kesalahan pembelahan sel ini dapat terjadi secara acak. Risiko terjadinya Sindrom Patau cenderung meningkat seiring bertambahnya usia ibu saat hamil. Namun, sebagian besar kasus terjadi tanpa riwayat keluarga atau faktor risiko yang jelas.

Gejala Khas Sindrom Patau

Bayi yang lahir dengan Sindrom Patau sering menunjukkan berbagai kelainan fisik dan internal yang khas. Tingkat keparahan gejala dapat bervariasi. Namun, umumnya melibatkan beberapa sistem organ utama tubuh.

Berikut adalah beberapa gejala khas yang dapat diamati:

  • Kelainan Fisik:
    • Bibir sumbing atau langit-langit mulut sumbing, yaitu celah pada bibir atau atap mulut.
    • Mata kecil (mikroftalmia) atau kurang berkembang, bahkan bisa tidak ada.
    • Telinga cacat atau letak rendah, dengan bentuk yang tidak biasa.
    • Jari tangan atau kaki ekstra (polidaktili), yang dapat muncul sebagai jari tambahan.
    • Kepala kecil (mikrosefali), yaitu ukuran kepala yang lebih kecil dari rata-rata.
    • Kelainan pada kulit kepala, kadang disertai dengan bagian kulit yang hilang.
  • Kelainan Organ Internal:
    • Kelainan jantung bawaan yang serius, seperti defek septum ventrikel atau atrium.
    • Kelainan pada otak, termasuk perkembangan yang tidak lengkap atau struktur yang abnormal.
    • Masalah pada sumsum tulang belakang, yang bisa mempengaruhi fungsi saraf.
    • Ginjal atau organ pencernaan yang tidak berkembang dengan baik.
  • Masalah Lain:
    • Tonus otot lemah (hipotonia), menyebabkan bayi terlihat lemas.
    • Pertumbuhan lambat di dalam rahim (intrauterine growth restriction).
    • Berat badan lahir rendah, bahkan untuk bayi yang lahir cukup bulan.
    • Kesulitan makan dan bernapas, yang seringkali membutuhkan dukungan medis.

Dampak dan Prospek Sindrom Patau

Sindrom Patau adalah kondisi genetik yang sangat membatasi kehidupan. Prognosis atau prospek kesehatan bagi bayi dengan Sindrom Patau umumnya sangat buruk. Risiko keguguran atau lahir mati sangat tinggi. Sebagian besar bayi yang lahir hidup tidak dapat bertahan hidup lebih dari tahun pertama.

Bahkan di antara bayi yang bertahan hidup, mereka akan mengalami disabilitas intelektual yang berat. Mereka juga menghadapi tantangan kesehatan serius lainnya sepanjang hidupnya. Kondisi ini memerlukan perawatan medis yang intensif dan berkelanjutan.

Penanganan Sindrom Patau

Tidak ada obat untuk Sindrom Patau karena ini adalah kelainan genetik. Penanganan fokus pada perawatan paliatif untuk meningkatkan kenyamanan hidup bayi. Perawatan paliatif bertujuan untuk meringankan gejala dan mendukung fungsi tubuh. Ini termasuk memastikan asupan makanan, bantuan pernapasan, dan manajemen nyeri.

Tindakan medis seperti operasi mungkin dipertimbangkan untuk kondisi tertentu. Contohnya adalah perbaikan kelainan jantung atau bibir sumbing. Namun, keputusan ini harus diambil dengan sangat hati-hati oleh tim medis dan keluarga. Hal ini mengingat risiko tinggi komplikasi dan harapan hidup yang terbatas.

Dukungan psikososial untuk keluarga sangat penting dalam menghadapi diagnosis dan perjalanan Sindrom Patau. Konseling genetik juga dapat membantu keluarga memahami kondisi ini dan risiko di kehamilan berikutnya. Pendekatan multidisiplin dengan dokter anak, ahli genetik, dan spesialis lainnya diperlukan untuk memberikan perawatan terbaik.

Apabila terdapat pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan informasi lebih detail mengenai Sindrom Patau dan penanganannya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda dapat mengakses informasi dan layanan konsultasi medis melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran dari ahli kesehatan terpercaya.