Ad Placeholder Image

Sjogren Syndrome: Penyakit Bikin Mata dan Mulut Kering

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 April 2026

Sjogren Syndrome Adalah: Kenali Mata & Mulut Kering

Sjogren Syndrome: Penyakit Bikin Mata dan Mulut KeringSjogren Syndrome: Penyakit Bikin Mata dan Mulut Kering

Sindrom Sjögren adalah kondisi autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang kelenjar penghasil kelembapan, terutama kelenjar air mata dan kelenjar air liur. Kondisi ini secara signifikan menyebabkan mata kering dan mulut kering yang parah, yang dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya. Selain itu, penderita juga bisa mengalami kelelahan, nyeri sendi, dan kekeringan pada area tubuh lainnya.

Definisi Sjögren Syndrome Adalah

Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun sistemik, artinya dapat memengaruhi seluruh tubuh, yang ditandai oleh serangan sistem kekebalan terhadap kelenjar eksokrin. Kelenjar ini bertanggung jawab memproduksi cairan seperti air mata, air liur, dan cairan pelumas lainnya. Akibatnya, fungsi kelenjar tersebut terganggu, menyebabkan gejala kekeringan yang meluas.

Kondisi ini dapat terjadi sebagai sindrom Sjögren primer, yang muncul sendiri tanpa penyakit autoimun lainnya. Namun, Sindrom Sjögren juga bisa menjadi sekunder, di mana kondisi ini berkembang bersamaan dengan penyakit autoimun lain seperti lupus eritematosus sistemik atau rheumatoid arthritis. Pemahaman mengenai perbedaan ini penting untuk diagnosis dan manajemen yang tepat.

Gejala Sindrom Sjögren

Gejala utama Sindrom Sjögren berpusat pada kekeringan yang disebabkan oleh disfungsi kelenjar. Namun, gejala ini bisa bervariasi dalam intensitas dan jenis, memengaruhi berbagai sistem tubuh. Mengenali gejala sejak dini dapat membantu dalam penanganan.

Berikut adalah gejala-gejala umum Sindrom Sjögren:

  • Mata Kering: Sering kali terasa gatal, terbakar, berpasir, atau seperti ada benda asing di mata. Kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan kabur dan sensitivitas terhadap cahaya.
  • Mulut Kering: Kesulitan dalam menelan makanan kering, berbicara, atau mengunyah. Penderita mungkin sering merasa haus dan berisiko lebih tinggi mengalami masalah gigi seperti karies.

Selain gejala utama tersebut, penderita juga dapat mengalami gejala sistemik lainnya:

  • Kelelahan ekstrem: Rasa lelah yang mendalam dan tidak kunjung hilang meskipun sudah beristirahat.
  • Nyeri sendi dan otot: Nyeri pada sendi dan otot, seringkali tanpa pembengkakan yang signifikan.
  • Kulit kering: Kulit terasa kering, bersisik, atau gatal.
  • Kekeringan pada area lain: Seperti hidung kering, tenggorokan kering, atau kekeringan vagina yang dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan intim.

Pada beberapa kasus, Sindrom Sjögren juga dapat memengaruhi organ dalam lainnya. Dampak sistemik ini bisa melibatkan ginjal, paru-paru, hati, dan bahkan sistem saraf, yang dapat menimbulkan komplikasi lebih serius.

Penyebab Sindrom Sjögren

Penyebab pasti Sindrom Sjögren hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, para peneliti meyakini bahwa kondisi ini melibatkan kombinasi faktor genetik dan pemicu lingkungan. Faktor genetik menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk mengembangkan penyakit autoimun.

Pemicu lingkungan yang diduga berperan meliputi infeksi virus atau bakteri tertentu. Infeksi ini diyakini dapat “membangkitkan” sistem kekebalan tubuh pada individu yang rentan secara genetik, sehingga sistem imun mulai menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Sindrom Sjögren paling sering menyerang wanita di atas usia 50 tahun, menunjukkan adanya faktor hormonal atau demografi yang berperan dalam risiko penyakit.

Diagnosis Sindrom Sjögren

Diagnosis Sindrom Sjögren melibatkan serangkaian pemeriksaan karena gejalanya yang tumpang tindih dengan kondisi lain. Proses diagnosis seringkali dimulai dengan konsultasi bersama dokter reumatologi, spesialis yang berfokus pada penyakit autoimun dan sendi.

Beberapa tes yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Tes darah: Untuk mencari penanda autoimun tertentu, seperti antibodi antinuklear (ANA) profil. Tes ini dapat membantu mengidentifikasi respons kekebalan yang abnormal.
  • Pemeriksaan mata: Tes Schirmer untuk mengukur produksi air mata dan pemeriksaan mata dengan pewarna khusus untuk menilai kerusakan permukaan mata akibat kekeringan.
  • Pemeriksaan air liur: Termasuk sialografi atau biopsi kelenjar liur minor untuk mengevaluasi fungsi dan struktur kelenjar liur.

Melalui kombinasi tes ini, dokter dapat menegakkan diagnosis Sindrom Sjögren secara akurat, membedakannya dari penyebab lain mata dan mulut kering.

Pengobatan dan Manajemen Sindrom Sjögren

Saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan Sindrom Sjögren. Oleh karena itu, tujuan utama pengobatan adalah untuk meredakan gejala, meningkatkan kenyamanan pasien, dan mencegah komplikasi. Pendekatan pengobatan bersifat individual, disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan pada setiap pasien.

Manajemen gejala utama meliputi:

  • Mata Kering: Penggunaan air mata buatan (tetes mata tanpa pengawet) secara teratur sangat penting. Dokter juga mungkin merekomendasikan obat tetes mata resep untuk mengurangi peradangan atau prosedur untuk menyumbat saluran air mata.
  • Mulut Kering: Menggunakan perangsang liur, seperti permen karet bebas gula, tablet isap, atau obat resep yang merangsang produksi air liur. Menjaga kebersihan gigi yang baik dan pemeriksaan gigi rutin juga krusial untuk mencegah karies.

Untuk gejala sistemik seperti nyeri sendi atau kelelahan, dokter mungkin meresepkan obat anti-inflamasi atau imunosupresan ringan. Penting bagi penderita untuk bekerja sama dengan dokter dalam menemukan kombinasi terapi yang paling efektif.

Komplikasi dan Rekomendasi Medis Halodoc

Tanpa penanganan yang tepat, Sindrom Sjögren dapat menyebabkan berbagai komplikasi, mulai dari kerusakan gigi parah, infeksi jamur di mulut, hingga masalah penglihatan permanen. Penderita juga berisiko lebih tinggi mengalami kondisi lain seperti limfoma.

Jika mengalami gejala kekeringan mata dan mulut yang persisten atau gejala lain yang mengarah pada Sindrom Sjögren, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Diagnosis dan penanganan dini oleh ahli reumatologi adalah kunci untuk mengelola kondisi ini secara efektif dan mencegah komplikasi serius.

Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis, termasuk reumatolog, melalui fitur chat atau panggilan video. Dokter dapat memberikan diagnosis awal, saran penanganan, dan merujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan. Melalui Halodoc, penderita juga bisa membeli obat-obatan atau suplemen yang direkomendasikan dengan pengiriman langsung ke rumah. Jangan tunda untuk mencari bantuan medis demi kualitas hidup yang lebih baik.