Ad Placeholder Image

Sklera Ikterik: Penyebab Mata Kuning dan Cara Mengatasi

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Sklera ikterik atau mata kuning bisa menjadi tanda awal gangguan hati, saluran empedu, atau darah yang memerlukan evaluasi medis segera.

Sklera Ikterik: Penyebab Mata Kuning dan Cara MengatasiSklera Ikterik: Penyebab Mata Kuning dan Cara Mengatasi

DAFTAR ISI


Mata kuning, atau dalam istilah medis disebut sebagai sklera ikterik, bukanlah suatu penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala atau tanda adanya masalah kesehatan yang mendasari di dalam tubuh. Kondisi ini terjadi ketika bagian putih mata (sklera) berubah warna menjadi kekuningan akibat penumpukan zat bernama bilirubin di dalam darah.

Bilirubin sendiri merupakan pigmen berwarna kuning kecokelatan yang terbentuk dari proses pemecahan sel darah merah yang sudah tua. Dalam kondisi normal, bilirubin akan diproses oleh hati, disalurkan ke kantong empedu, dan akhirnya dibuang melalui urine dan feses. Namun, jika terjadi gangguan pada salah satu tahap proses ini, bilirubin akan menumpuk di jaringan tubuh, termasuk mata dan kulit.

Memahami penyebab mata kuning sangatlah krusial karena kondisi ini sering kali berkaitan dengan fungsi organ-organ vital seperti hati, kantong empedu, dan limpa. Pengabaian terhadap gejala ini dapat berisiko pada komplikasi yang lebih serius, seperti gagal hati atau kerusakan permanen pada sistem empedu.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas berbagai faktor yang memicu perubahan warna pada mata serta langkah-langkah medis yang perlu diambil untuk menanganinya. Nah, mau tahu apa saja penyebab dan cara mengatasinya? Berikut ulasannya!

Apa Itu Mata Kuning (Sklera Ikterik)?

Sklera ikterik adalah kondisi di mana sklera, yaitu lapisan pelindung putih yang kuat di bagian luar bola mata, menjadi kuning. Sklera mengandung banyak serat kolagen dan memiliki fungsi penting dalam menjaga bentuk bola mata. Ketika kadar bilirubin dalam darah melebihi batas normal (hiperbilirubinemia), pigmen ini memiliki afinitas tinggi terhadap jaringan yang kaya elastin, seperti sklera mata.

Oleh karena itu, mata sering kali menjadi bagian tubuh pertama yang menunjukkan tanda-tanda penyakit kuning (jaundice) sebelum perubahan warna terlihat pada kulit. Pada orang dewasa, mata kuning biasanya merupakan indikasi adanya sumbatan, infeksi, atau peradangan pada sistem hepatobiliaris. Deteksi dini melalui pemeriksaan mata sangat membantu dokter dalam menentukan langkah diagnostik selanjutnya.

Penyebab Mata Kuning Berdasarkan Jenisnya

Secara medis, penyebab mata kuning dikelompokkan menjadi tiga kategori utama berdasarkan lokasi terjadinya gangguan dalam metabolisme bilirubin. Pembagian ini memudahkan tenaga medis untuk menentukan apakah masalahnya terletak sebelum bilirubin sampai ke hati, di dalam organ hati itu sendiri, atau setelah bilirubin keluar dari hati.

1. Gangguan Hati (Penyebab Hepatik)

Hati berperan sebagai “pabrik pengolah” bilirubin. Jika hati mengalami kerusakan atau peradangan, ia tidak akan mampu mengubah bilirubin menjadi bentuk yang dapat dikeluarkan oleh tubuh. Beberapa kondisi yang termasuk dalam kategori ini adalah:

  • Hepatitis: Peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus (Hepatitis A, B, C, D, E). Infeksi ini merusak sel-sel hati sehingga metabolisme bilirubin terganggu.
  • Sirosis Hati: Pembentukan jaringan parut pada hati akibat kerusakan jangka panjang, misalnya karena konsumsi alkohol kronis atau hepatitis kronis. Jaringan parut ini menghambat aliran darah dan fungsi normal hati.
  • Penyakit Hati Terkait Alkohol: Konsumsi alkohol berlebih dalam waktu lama menyebabkan peradangan hebat dan penumpukan lemak di hati.
  • Penyakit Gilbert: Suatu kondisi genetik yang bersifat jinak di mana hati kekurangan enzim tertentu untuk memproses bilirubin, sehingga mata tampak kuning terutama saat tubuh sedang stres, dehidrasi, atau kelelahan.
  • Kanker Hati: Tumor ganas yang berkembang di hati dapat merusak jaringan sehat dan menyumbat saluran di dalam hati.

2. Gangguan Saluran Empedu (Penyebab Post-Hepatik)

Setelah diproses oleh hati, bilirubin mengalir melalui saluran empedu menuju usus. Jika terjadi sumbatan pada saluran ini, bilirubin akan “back-up” ke aliran darah. Kondisi ini sering disebut sebagai jaundice obstruktif.

  • Batu Empedu: Endapan cairan empedu yang mengeras dapat menyumbat saluran empedu utama, memicu rasa nyeri hebat di perut kanan atas disertai mata kuning.
  • Kanker Pankreas: Tumor pada kepala pankreas sering kali menekan saluran empedu yang melaluinya, sehingga menyebabkan mata kuning tanpa disertai rasa nyeri pada awalnya.
  • Kolesistitis: Peradangan pada kantong empedu yang biasanya dipicu oleh batu empedu.
  • Atresia Bilier: Kondisi langka pada bayi baru lahir di mana saluran empedu tidak terbentuk dengan normal atau tersumbat.

3. Kerusakan Sel Darah Merah (Penyebab Pre-Hepatik)

Kondisi ini terjadi ketika sel darah merah hancur terlalu cepat (hemolisis), sehingga hati tidak sanggup memproses beban bilirubin yang tiba-tiba meningkat drastis.

  • Anemia Hemolitik: Kondisi di mana tubuh menghancurkan sel darah merah lebih cepat daripada kemampuannya untuk memproduksinya.
  • Malaria: Parasit malaria menyerang dan menghancurkan sel darah merah dalam jumlah besar secara berkala.
  • Penyakit Sel Sabit: Kelainan genetik pada bentuk sel darah merah yang membuatnya mudah hancur dan menyumbat pembuluh darah kecil.
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
  1. Nyeri perut yang sangat hebat dan mendadak.
  2. Feses (tinja) berwarna pucat seperti dempul atau urine berwarna gelap seperti teh.
  3. Demam tinggi yang disertai dengan menggigil.
  4. Penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas.

Cara Mengatasi Mata Kuning Secara Medis

Penanganan mata kuning sepenuhnya bergantung pada penyebab utamanya. Dokter tidak akan memberikan “obat mata kuning”, melainkan mengobati penyakit yang memicunya. Berikut adalah beberapa langkah penanganan yang umum dilakukan:

  • Pengobatan Infeksi: Jika penyebabnya adalah hepatitis viral, dokter mungkin akan memberikan obat antivirus atau terapi suportif untuk membantu hati pulih.
  • Prosedur Bedah: Jika ditemukan batu empedu yang menyumbat saluran, prosedur ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography) atau operasi pengangkatan kantong empedu (kolesistektomi) mungkin diperlukan.
  • Perubahan Gaya Hidup: Pada kasus perlemakan hati atau sirosis ringan, penghentian konsumsi alkohol total dan diet rendah lemak sangat disarankan.
  • Terapi Cairan dan Transfusi: Pada kasus anemia hemolitik atau dehidrasi berat yang memicu jaundice, pemberian cairan intravena atau transfusi darah mungkin menjadi langkah darurat.

Mengingat mata kuning adalah gejala dari kondisi serius, jangan menunda untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat melalui tes fungsi hati atau USG abdomen.

Studi Mengenai Metabolisme Bilirubin

StatPearls / NCBI menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa identifikasi dini pada sklera ikterik sangat penting karena konjungtiva dan sklera memiliki afinitas tinggi terhadap bilirubin karena kandungan elastinya. Studi ini menekankan bahwa kadar bilirubin serum biasanya harus mencapai di atas 2.5 hingga 3.0 mg/dL sebelum warna kuning terlihat jelas pada mata. Hal ini menunjukkan bahwa jika mata sudah terlihat kuning, gangguan pada sistem hati atau empedu sudah cukup signifikan dan memerlukan intervensi medis segera.

Bagi kamu yang sedang dalam masa pemulihan setelah diagnosa dokter dan membutuhkan suplemen pendukung atau multivitamin kesehatan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

FAQ

1. Apakah mata kuning bisa hilang dengan sendirinya?

Tergantung penyebabnya. Jika karena kelelahan pada penderita Penyakit Gilbert, warna kuning bisa memudar setelah istirahat. Namun, jika karena infeksi atau sumbatan, mata kuning tidak akan hilang tanpa pengobatan medis yang tepat.

2. Apa perbedaan mata kuning karena jaundice dan karena lemak (pinguecula)?

Jaundice membuat seluruh bagian putih mata menjadi kuning merata. Sementara pinguecula biasanya berupa benjolan kecil berwarna kekuningan hanya di satu titik di dekat kornea akibat paparan sinar UV atau debu.

3. Apakah konsumsi wortel berlebih bisa membuat mata kuning?

Kelebihan beta-karoten (karotenemia) dapat membuat kulit telapak tangan atau kaki menjadi kuning jingga, tetapi biasanya bagian sklera mata tetap berwarna putih. Ini adalah cara membedakan karotenemia dengan jaundice.

4. Apakah bayi baru lahir bermata kuning itu normal?

Banyak bayi mengalami jaundice fisiologis karena organ hati yang belum matang sempurna. Namun, jika terjadi dalam 24 jam pertama atau menetap lebih dari 2 minggu, bayi harus segera diperiksa dokter untuk mencegah komplikasi otak (kernikterus).


Punya Keluhan Mata Kuning tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti mata yang tampak menguning, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Jaundice – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Adult Jaundice: Causes, Symptoms, and Treatment.
NHS UK. Diakses pada 2026. Jaundice in adults.
NCBI Bookshelf. Diakses pada 2026. Jaundice: Scleral Icterus and Bilirubin Metabolism.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Hepatitis Fact Sheets.