Ad Placeholder Image

Skleritis: Mata Merah, Nyeri Hebat? Jangan Abaikan!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Mengenal Scleritis: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Skleritis: Mata Merah, Nyeri Hebat? Jangan Abaikan!Skleritis: Mata Merah, Nyeri Hebat? Jangan Abaikan!

Skleritis: Memahami Peradangan Serius pada Bagian Putih Mata

Skleritis adalah peradangan serius yang menyerang sklera, yaitu lapisan putih kuat yang membentuk dinding luar bola mata. Kondisi ini ditandai dengan nyeri hebat, kemerahan pada mata, dan potensi kerusakan mata parah yang dapat berujung pada kebutaan jika tidak ditangani dengan tepat. Seringkali, skleritis berkaitan erat dengan penyakit autoimun, meskipun infeksi atau trauma juga bisa menjadi pemicunya. Penanganan skleritis melibatkan penggunaan obat antiinflamasi dan penanganan penyebab dasarnya.

Apa Itu Skleritis?

Skleritis merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada sklera, struktur jaringan ikat fibrosa padat yang memberikan bentuk dan perlindungan pada mata. Sklera normalnya berwarna putih bersih, namun pada kasus skleritis, dapat terjadi perubahan warna menjadi merah tua atau kebiruan akibat peradangan. Peradangan ini bisa bersifat lokal atau menyebar ke seluruh bagian putih mata, menyebabkan ketidaknyamanan signifikan dan berpotensi mengganggu fungsi penglihatan. Penting untuk segera mencari pertolongan medis karena skleritis bukan kondisi yang bisa dianggap remeh dan memerlukan diagnosis serta penanganan yang cepat.

Gejala Skleritis yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala skleritis sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Gejala yang muncul seringkali sangat khas dan dapat dibedakan dari kondisi mata merah lainnya.

  • Nyeri: Nyeri yang dirasakan biasanya sangat dalam, menusuk, dan parah. Nyeri ini seringkali memburuk saat mata digerakkan, saat disentuh, atau bahkan saat tidur.
  • Kemerahan: Bagian putih mata akan tampak sangat merah, yang bisa terbatas pada satu area atau menyebar luas. Warna merahnya lebih intens dan gelap dibandingkan konjungtivitis biasa.
  • Sensitivitas Cahaya (Fotofobia): Penderita skleritis seringkali merasa sangat terganggu oleh cahaya terang, menyebabkan mereka harus menyipitkan mata atau mencari tempat yang redup.
  • Penurunan Penglihatan: Pada kasus yang lebih parah atau skleritis posterior, terjadi gangguan penglihatan. Penglihatan bisa menjadi buram, terjadi penurunan ketajaman, atau gangguan pada lapang pandang.
  • Benjolan: Kadang-kadang, dapat terlihat benjolan kecil yang berwarna biru keabu-abuan atau kemerahan pada sklera yang meradang.

Gejala-gejala ini tidak boleh diabaikan, terutama jika muncul secara tiba-tiba dan disertai nyeri hebat.

Penyebab Skleritis: Dari Autoimun hingga Infeksi

Skleritis dapat dipicu oleh berbagai faktor, dengan penyakit autoimun menjadi penyebab yang paling umum. Memahami penyebabnya membantu dalam penentuan strategi pengobatan yang tepat.

  • Penyakit Autoimun: Ini adalah penyebab paling sering skleritis. Kondisi autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus eritematosus sistemik, granulomatosis dengan poliangiitis, spondiloartropati, dan polychondritis relaps dapat memicu peradangan pada sklera.
  • Infeksi: Meskipun jarang, skleritis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Infeksi ini bisa berasal dari dalam tubuh atau akibat infeksi setelah operasi mata.
  • Trauma: Cedera langsung pada mata, seperti benturan atau luka tusuk, dapat memicu respons peradangan pada sklera.
  • Obat-obatan: Beberapa jenis obat tertentu, seperti mitomycin C yang digunakan dalam prosedur operasi mata, atau bisfosfonat, dapat memicu skleritis sebagai efek samping.
  • Penyebab Idiopatik: Pada sebagian kecil kasus, penyebab skleritis tidak dapat diidentifikasi, kondisi ini disebut idiopatik.

Identifikasi penyebab dasar sangat krusial agar pengobatan tidak hanya meredakan gejala tetapi juga mengatasi akar masalahnya.

Jenis-Jenis Skleritis

Skleritis diklasifikasikan berdasarkan bagian sklera yang terkena peradangan. Dua jenis utama skleritis adalah:

  • Anterior Skleritis: Ini adalah jenis skleritis yang paling umum, melibatkan peradangan pada bagian depan sklera. Area ini terlihat dan terasa paling nyeri. Anterior skleritis dapat dibagi lagi menjadi nodular (dengan benjolan), difus (menyebar luas), atau nekrotik (dengan kerusakan jaringan).
  • Posterior Skleritis: Jenis ini lebih jarang dan lebih berbahaya, melibatkan peradangan pada bagian belakang sklera yang tidak terlihat secara langsung. Posterior skleritis seringkali menyebabkan penurunan penglihatan yang signifikan, ablasi retina, atau edema makula karena dekat dengan saraf optik dan retina. Diagnosisnya lebih sulit dan memerlukan pencitraan khusus.

Perbedaan jenis ini penting untuk panduan diagnosis dan pilihan terapi yang efektif.

Diagnosis dan Penanganan Skleritis

Diagnosis skleritis dilakukan oleh dokter mata melalui pemeriksaan fisik yang cermat, termasuk pemeriksaan lampu celah (slit lamp). Dokter akan mencari tanda-tanda peradangan pada sklera, mengukur tekanan intraokular, dan mengevaluasi fungsi penglihatan. Jika dicurigai penyebab autoimun atau infeksi, tes darah atau pencitraan tambahan mungkin diperlukan.

Penanganan skleritis bertujuan untuk mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan mencegah kerusakan mata permanen.

  • Obat Antiinflamasi: Ini adalah lini pertama pengobatan. Dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) oral untuk kasus ringan. Untuk peradangan yang lebih parah, kortikosteroid oral atau injeksi lokal di sekitar mata dapat diberikan.
  • Agen Imunosupresif: Jika skleritis disebabkan oleh penyakit autoimun yang parah atau tidak responsif terhadap steroid, agen imunosupresif seperti methotrexate, azathioprine, atau rituximab mungkin diresepkan untuk menekan sistem kekebalan tubuh.
  • Antibiotik/Antivirus/Antifungal: Apabila skleritis terbukti disebabkan oleh infeksi, pengobatan akan disesuaikan dengan agen penyebabnya, seperti antibiotik untuk infeksi bakteri, antivirus untuk infeksi virus, atau antijamur untuk infeksi jamur.
  • Penanganan Penyebab Dasar: Mengobati penyakit autoimun yang mendasari atau mengatasi infeksi adalah langkah krusial untuk mencegah kekambuhan skleritis.
  • Pembedahan: Dalam kasus yang sangat jarang dan parah, terutama jika terjadi penipisan sklera yang mengancam perforasi (robekan), prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk memperkuat area yang rusak.

Pengobatan harus dipantau ketat oleh dokter mata untuk memastikan efektivitasnya dan mengelola efek samping.

Kapan Harus ke Dokter?

Skleritis adalah kondisi medis serius yang memerlukan penanganan segera. Jangan menunda untuk mencari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti nyeri mata hebat yang tidak kunjung reda, kemerahan mata yang intens, sensitivitas cahaya, atau penurunan penglihatan. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi parah, termasuk kerusakan mata permanen dan kebutaan. Hindari mengobati diri sendiri karena diagnosis dan pengobatan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Skleritis adalah peradangan pada bagian putih mata yang memerlukan perhatian medis segera. Gejalanya seperti nyeri parah dan kemerahan tidak boleh diabaikan. Baik disebabkan oleh penyakit autoimun, infeksi, maupun trauma, diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius seperti kerusakan penglihatan permanen atau kebutaan.

Apabila mengalami gejala-gejala yang menyerupai skleritis, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah menemukan dokter spesialis mata terpercaya, membuat janji temu, dan bahkan melakukan konsultasi online untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan akurat. Jangan biarkan kondisi mata memburuk, segera dapatkan bantuan profesional.