Mengenal Scleritis: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

DAFTAR ISI
- Apa Itu Skleritis?
- Gejala Skleritis yang Perlu Diwaspadai
- Penyebab dan Faktor Risiko
- Diagnosis Medis dan Pemeriksaan
- Penanganan dan Pengobatan Skleritis
- Studi Terkait
- FAQ
Skleritis adalah kondisi peradangan serius yang terjadi pada sklera, yaitu lapisan luar putih mata yang keras. Kondisi ini berbeda dengan mata merah biasa atau konjungtivitis karena peradangannya terjadi lebih dalam dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan mata jika tidak segera ditangani. Skleritis sering kali ditandai dengan nyeri yang sangat hebat hingga menjalar ke area wajah dan kepala.
Penting bagi kamu untuk menyadari bahwa skleritis bukanlah penyakit mata ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya. Karena sklera berfungsi melindungi struktur internal mata, peradangan di area ini dapat mengancam penglihatan. Seringkali, skleritis juga menjadi indikator adanya penyakit autoimun atau peradangan sistemik di dalam tubuh yang belum terdeteksi.
Jika kamu mengalami gejala nyeri mata yang tajam dan tidak kunjung membaik, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Penanganan dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi seperti kehilangan penglihatan atau perforasi bola mata.
Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan bagaimana penanganan medis yang tepat untuk skleritis? Berikut ulasan lengkapnya!
Apa Itu Skleritis?
Skleritis merupakan peradangan pada sklera, jaringan ikat padat yang membentuk bagian putih mata. Sklera mencakup sekitar 80% dari bola mata dan berfungsi sebagai pelindung utama bagian dalam mata. Peradangan ini tergolong berat karena melibatkan jaringan yang kaya akan kolagen dan pembuluh darah.
Kondisi ini umumnya terjadi pada orang dewasa berusia 40 hingga 60 tahun, dan lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Berdasarkan lokasinya, skleritis terbagi menjadi dua jenis utama: anterior (peradangan di bagian depan mata yang terlihat) dan posterior (peradangan di bagian belakang mata yang lebih sulit dideteksi secara visual).
Gejala Skleritis yang Perlu Diwaspadai
Berbeda dengan iritasi mata ringan, gejala skleritis cenderung sangat intens dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut adalah beberapa gejala utama yang harus kamu perhatikan:
- Nyeri Hebat: Rasa sakit yang tajam, dalam, dan berdenyut pada mata. Nyeri ini seringkali memburuk di malam hari dan dapat menjalar ke rahang, alis, atau pelipis.
- Mata Merah yang Khas: Warna merah pada mata akibat skleritis biasanya memiliki rona keunguan atau merah tua, bukan merah terang seperti pada konjungtivitis.
- Sensitivitas Cahaya (Fotofobia): Mata terasa sakit saat terkena cahaya terang.
- Penglihatan Kabur: Terjadi jika peradangan mulai memengaruhi struktur mata lainnya seperti kornea atau retina.
- Mata Berair: Produksi air mata yang berlebihan tanpa adanya kotoran mata yang lengket.
Tanda Bahaya yang Memerlukan Penanganan Segera
- Nyeri mata yang membuat kamu terbangun di tengah malam.
- Munculnya bercak hitam atau penipisan pada bagian putih mata.
- Penurunan tajam penglihatan secara mendadak.
Penyebab dan Faktor Risiko
Dalam banyak kasus, skleritis terkait erat dengan gangguan sistem imun. Tubuh secara keliru menyerang jaringan skleranya sendiri. Beberapa penyebab umum meliputi:
1. Penyakit Autoimun
Sekitar 50% penderita skleritis memiliki kondisi kesehatan dasar seperti Rheumatoid Arthritis (rematik), Lupus (SLE), atau granulomatosis dengan polianigitis. Skleritis bisa menjadi tanda pertama bahwa penyakit autoimun tersebut sedang aktif.
2. Infeksi
Meski lebih jarang, infeksi oleh bakteri (seperti tuberkulosis atau sifilis), virus (seperti Herpes Zoster), atau jamur dapat memicu peradangan pada sklera.
3. Cedera atau Pembedahan
Trauma fisik pada mata atau komplikasi setelah operasi mata tertentu dapat memicu reaksi inflamasi pada jaringan sklera.
Diagnosis Medis dan Pemeriksaan
Dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk membedakan skleritis dengan episkleritis (peradangan lapisan luar yang lebih ringan). Pemeriksaan meliputi slit-lamp exam untuk melihat lapisan mata secara mendetail. Selain itu, tes darah mungkin diperlukan untuk memeriksa faktor rematik atau tanda-tanda peradangan sistemik lainnya.
Pada kasus skleritis posterior, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan penunjang seperti USG mata atau CT Scan untuk melihat adanya penebalan pada dinding belakang bola mata.
Penanganan dan Pengobatan Skleritis
Tujuan utama pengobatan skleritis adalah meredakan nyeri, mengontrol peradangan, dan melindungi penglihatan. Karena sifatnya yang berat, pengobatan skleritis biasanya memerlukan obat-obatan sistemik (obat minum) daripada sekadar obat tetes mata.
1. Obat Antiinflamasi Non-Steroid (OAINS)
Untuk kasus skleritis yang masih ringan hingga sedang, dokter biasanya meresepkan OAINS oral untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
2. Kortikosteroid
Jika OAINS tidak cukup efektif, kortikosteroid dosis tinggi (seperti Prednisone) sering digunakan untuk menekan sistem imun dengan cepat. Obat ini harus digunakan di bawah pengawasan ketat dokter karena efek samping jangka panjangnya.
3. Imunosupresan
Pada kasus skleritis nekrotikan yang mengancam jaringan mata, dokter mungkin meresepkan obat pengendali imun yang lebih kuat atau terapi biologis.
Selama masa pemulihan, pastikan kamu selalu menyediakan stok kebutuhan kesehatan dasar. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan mudah tanpa harus keluar saat mata sedang terasa nyeri.
Studi Mengenai Hubungan Skleritis dan Penyakit Sistemik
The British Journal of Ophthalmology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pasien dengan skleritis memiliki risiko lebih tinggi terhadap morbiditas vaskular. Studi ini menekankan pentingnya skrining sistemik menyeluruh pada setiap pasien yang didiagnosis menderita skleritis.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa skleritis sering kali bukan sekadar masalah mata lokal, melainkan cerminan dari kondisi peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang mungkin terjadi di bagian tubuh lain. Oleh karena itu, kolaborasi antara dokter mata dan dokter spesialis penyakit dalam (reumatologi) sangat krusial.
Kesimpulan
Skleritis adalah kondisi medis serius yang memerlukan perhatian segera. Jangan menganggap remeh mata merah yang disertai nyeri hebat, karena risiko kehilangan penglihatan nyata adanya. Segera konsultasikan keluhan kamu ke tenaga medis profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mendeteksi kemungkinan adanya penyakit penyerta lainnya.
Kamu bisa mendapatkan kebutuhan kesehatan lainnya dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan mata yang sedang kamu alami melalui aplikasi Halodoc.
Punya Keluhan Mata Merah dan Nyeri tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan pada mata, tapi bingung harus periksa ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Scleritis – Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Scleritis: Types, Symptoms, Causes & Treatment.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. What Is Scleritis?
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Scleritis: A Review.
FAQ
1. Apakah skleritis sama dengan mata merah biasa?
Tidak, skleritis jauh lebih serius daripada mata merah biasa (konjungtivitis). Skleritis melibatkan lapisan mata yang lebih dalam, menyebabkan nyeri hebat, dan bisa mengancam penglihatan.
2. Apakah skleritis bisa sembuh total?
Dengan pengobatan yang tepat dan cepat, peradangan bisa dikendalikan. Namun, karena sering terkait dengan kondisi autoimun, kekambuhan mungkin saja terjadi jika penyakit dasarnya tidak dikelola dengan baik.
3. Apa perbedaan skleritis dan episkleritis?
Episkleritis adalah peradangan pada lapisan luar sklera yang lebih ringan, biasanya tidak terlalu nyeri, dan sering sembuh sendiri. Skleritis jauh lebih menyakitkan dan memerlukan pengobatan medis intensif.
4. Apakah penggunaan obat tetes mata biasa aman untuk skleritis?
Obat tetes mata bebas (OTC) biasanya tidak efektif untuk skleritis dan justru bisa menunda penanganan yang tepat. Skleritis memerlukan obat-obatan resep dari dokter spesialis mata.








